Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BMKG Ingatkan Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Lampung!
Proses evakuasi tim SAR gabungan terhadap korban banjir di Pekon Sinar Banten dan Sinar Petir, Kecamatan Talang Padang, Tanggamus. (Dok. Basarnas Lampung).
  • BMKG Lampung keluarkan peringatan dini cuaca ekstrem selama 3 hari ke depan mulai 25 - 27 Mei 2024
  • Waspada potensi hujan lebat, kilat/petir, dan angin kencang di beberapa wilayah Lampung
  • Potensi cuaca ekstrem disebabkan oleh Bibit Siklon Tropis 93W yang terpantau di Samudra Pasifik utara Papua
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times - BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem selama tiga hari ke depan di Provinsi Lampung mulai 25 -27 Mei 2024.

Dalam imbauan tersebut, sejumlah wilayah kabupaten/kota di Provinsi Lampung diminta waspada terjadi potensi cuaca hujan intensitas lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

"Peringatan dini cuaca ekstrem di Provinsi Lampung selama tiga hari ke depan," ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Radin Inten II, Rudi Harianto dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2024). 

1. Potensi cuaca ekstrem dimulai siang dan sore hari

ilustrasi hujan deras (pexels.com/ 師頤 陳)

Dijelaskan Rudi, cuaca ekstrem dimaksud waspada potensi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang di Kabupaten Tanggamus, Pringsewu, Lampung Barat, Pesisir Barat, Bandar Lampung, Lampung Tengah, Lampung Utara dan Pesawaran pada siang dan sore hari, Sabtu (25/5/2024).

Kemudian waspada potensi cuaca serupa di Tanggamus, Lampung Barat, Lampung Utara, dan Way Kanan pada sore hari, Minggu (26/5/2024), serta di Lampung Utara dan Way Kanan pada sore hari, Senin (27/5/2024).

"Kami imbau masyarakat memperhatikan dan mengikuti perkembangan informasi dan peringatan dini cuaca BMKG, serta mematuhi arahan atau panduan dari pemerintah sehingga bisa memitigasi sejak dini atas dampak yang ditimbulkan," serunya.

2. Disebabkan bibit siklon tropis

Ilustrasi prakiraan cuaca BMKG. (bmkg.go.id)

Rudi melanjutkan, potensi cuaca ekstrem ini disebabkan adanya Bibit Siklon Tropis 93W terpantau di Samudra Pasifik utara Papua, dengan kecepatan angin maksimum 30 knot dan tekanan udara minimum 1006 hPa.

Menurutnya, sistem bibit siklon tropis ini cenderung bergerak ke arah barat laut dengan potensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dengan kategori tinggi.

"Bibit siklon tropis ini juga menginduksi sejumlah daerah, termasuk di Lampung mengalami peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot atau low level jet," terang dia.

3. Cuaca ekstrem bisa menimbulkan banjir hingga pohon tumbang

Proses evakuasi tim SAR gabungan terhadap korban banjir di Pekon Sinar Banten dan Sinar Petir, Kecamatan Talang Padang, Tanggamus. (Dok. Basarnas Lampung).

Lebih lanjut Rudi mengingatkan, potensi cuaca ekstrem ini juga dapat dampak menimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

Oleh karenanya, BMKG kembali mengingatkan agar masyarakat di masing-masing kabupaten/kota tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem terjadi.

"Kami juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berita hoax yang dapat beredar di luar sana. Pastikan dahulu sumbernya jika menerima sebuah berita agar tidak menimbulkan kepanikan," tandasnya.

Editorial Team

Related Article