Beredar Video BGN Sidak Dapur SPPG Disebut Milik Gubernur Lampung

- Video sidak dapur program Makan Bergizi Gratis di Bandar Lampung viral karena disebut milik Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, memicu perhatian publik.
- Sidak dipimpin Sony Sonjaya dari Badan Gizi Nasional yang menelusuri area dapur hingga instalasi pengolahan air limbah dan menyoroti pentingnya standar kebersihan serta lingkungan.
- Kepala Regional SPPG Lampung, Gede, kemudian membantah kepemilikan gubernur atas dapur tersebut dan mengaku salah ucap serta telah meminta maaf kepada pihak terkait.
Bandar Lampung, IDN Times -Wakil Kepala Bidang Operasional Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) salah satu SPPG di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung.
Sidak itu terungkap dalam video yang beredar di media sosial. Bahkan dalam video tersebut sempat disebut bahwa SPPG itu dikelola Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Dalam salah satu unggahan video pada akun TikTok @urban_daily, Kamis (26/2/2026), memperlihatkan sejumlah pria memeriksa area instalasi pengolahan air limbah (Ipal) pada dapur umum SPPG. Latar video bertuliskan "SPPG MILIK YAI MIRZA (Gubernur Lampung)".
Detik selanjutnya, tampak kegiatan sidak tersebut dipimpin oleh seorang pria mengenakan kemeja putih lengan panjang diketahui merupakan Sony Sonjaya selaku Wakil Kepala Bidang Operasional Badan Gizi Nasional (BGN).
1. Sebut SPPG milik Gubernur Lampung

Masih dalam rekaman berdurasi 3 menit 33 detik tersebut, Sony baru tiba di pelataran SPPG setempat langsung berkomunikasi dengan seorang pria mengenakan kemeja batik hijau turut mendampingi kunjungannya tersebut.
Sosok pria berkemeja batik itu merupakan Kepala Regional SPPG Provinsi Lampung, Gede.
"Ini punya siapa (SPPG), dari yayasan apa?," tanya Sony
"Dari yayasannya ini pak, pak gubernur pak," jawab Gede.
"Oh, gubernur," ucap Sony dengan sedikit penekanan nada bicara.
"Ya," timpal Gede.
"Bagus doang ini harusnya ya," kata Sony.
"Harusnya bagus, coba dicek dulu pak," imbuh Gede.
2. Sidak telusuri setiap ruang dapur hingga soroti area Ipal

Pascakomunikasi awal tersebut, Tim BGN langsung melaksanakan serangkaian pengecekan dimulai dari memeriksa lokasi penempatan sekaligus instalasi tabung gas LPG 20 Kg, dilanjutkan ruangan penyimpangan bahan baku makan.
"Cek ya, jangan sampai ada yang busuk ya, nih yang kaya gini gini cek jangan sampai ada yang kedaluwarsa nih," ucap Sony sambil menunjuk beberapa stok bahan baku memasak.
Lebih lanjut Sony dan tim turut meninjau ruang gudang basah, ruang pemorsian, ruang pengemasan. Tak lupa, ia turut memeriksa dan menyoroti area Ipal pada dapur SPPG setempat.
"Ipal itu harus bisa dikontrol. Nah coba buka, ada penyaring gak di sini, ada gak penyaring? Harus ada ya, kalau ini sama dengan cuma air mengalir begitu aja. Inikan gak ada bedanya tu, ini bukan Ipal," sorotnya.
"Harusnya sudah dikerjakan sebelum oprasional, bukan nanti. Ini udah operasional baru diperbaiki, ya benerin ya. Ipal kaya gini gak bener nih, jangan sampai ada pencemaran lingkungan gara-gara ini," lanjut Sony.
3. Kegiatan sidak diakhiri swafoto bersama

Di akhir kegiatan sidak tersebut, beberapa orang menyalami Sony seraya mengucapkan rasa terima kasih atas kunjungan sekaligus kegiatan sidak tersebut. Tak lupa, mereka turut menyempatkan diri berswafoto bersama.
"Ini dua dapur ya?," tanya Sony kepada sesosok wanita.
"Iya pak, dua dapur," jawab wanita tersebut.
"Pak izin foto bentar boleh pak," lanjut wanita berhijab tersebut.
4. BGN bantah SPPG milik Gubernur Lampung

Terkait beredarnya unggahan tersebut, Gede mengamini dirinya turut mendampingi kegiatan sidak Tim BGN dipimpin oleh Sony Sonjaya. Namun, ia membantah dapur SPPG tersebut merupakan miliki Gubernur Lampung.
Keberadaan SPPG sekaligus dapur umum MBG itu diketahui terletak di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung.
"Enggak, itu tuh salah slip lidah saja itu, karena kan saya ditanya, pas kebetulan ada banner dari Pak Gub (gubernur), banner-nya saya salah ucap di situ," katanya.
Atas ucapannya itu, Gede juga mengaku telah meminta maaf kepada Gubernur Mirza dan timnya lantaran telah menyeret sosok orang nomor satu di Provinsi Lampung dalam konten kegiatan sidak tersebut.
"Saya sudah minta maaf ke Pak Gub. Saya sudah konfirmasi juga ke yayasan yang menaungi di sana dan memang tidak ada keterlibatan beliau di sana," kata pria yang menjabat sebagai perpanjangan tangan BGN pusat di Lampung.
















