Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Belasan Rumah di Pringsewu Rusak Akibat Angin Kencang, Ini Kata BMKG

Belasan Rumah di Pringsewu Rusak Akibat Angin Kencang, Ini Kata BMKG
Penampakan bangunan rusak akibat angin kencang di Kabupaten Pringsewu. (IDN Times/Istimewa).
Intinya Sih
  • Belasan rumah di Pringsewu rusak akibat hujan deras dan angin kencang
  • Awan cumulonimbus menjadi penyebab utama kecepatan angin meningkat hingga 52,4 km per jam
  • Rudi dari BMKG mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan memantau informasi cuaca secara rutin
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pringsewu, IDN Times - Belasan rumah warga di Pekon Sukoharjo III dan Pekon Keputran, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu rusak diterjang hujan deras disertai angin kencang. Lantas apa penyebabnya?

Koordinator Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Lampung, Rudi Harianto mengatakan, peristiwa mengagetkan warga setempat dipicu awan cumulonimbus sehingga menjadi penyebab utama kecepatan angin meningkat.

"Awan ini terkenal dengan kekuatan energinya yang mampu menciptakan angin kencang, petir, hingga hujan lebat yang bisa memicu kerusakan serius," ujarnya dikonfirmasi, Rabu (6/11/2024).

1. Angin tersebut mampu merusak struktur bangunan semi permanen

Penampakan bangunan rusak akibat angin kencang di Kabupaten Pringsewu. (IDN Times/Istimewa).
Penampakan bangunan rusak akibat angin kencang di Kabupaten Pringsewu. (IDN Times/Istimewa).

Rudi melanjutkan, fenomena cuaca tersebut bisa menghadirkan kecepatan angin 52,4 kilometer (km) per jam, sehingga awan cumulonimbus dapat menyebabkan dampak serius, terutama di wilayah pemukiman masyarakat.

Angin tersebut mampu merusak struktur bangunan semi permanen yang terbuat dari bahan ringan seperti seng atau kayu tipis, serta atap rumah yang tidak terpasang dengan kokoh. Papan reklame dan baliho di area terbuka juga berisiko roboh.

"Pohon-pohon dengan akar lemah dapat tumbang, mengakibatkan kerusakan pada properti sekitar dan mengganggu akses jalan, serta infrastruktur publik seperti tiang listrik dan lampu lalu lintas," ungkapnya.

2. BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem

Analisis pertumbuhan awan (satelit) picu angin kencang di Kabupaten Pringsewu. (Dok. BMKG Lampung).
Analisis pertumbuhan awan (satelit) picu angin kencang di Kabupaten Pringsewu. (Dok. BMKG Lampung).

Bencana tersebut, Rudi menambahkan, mengingatkan semua pihak, pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem berpotensi menghadirkan bencana hidrometeorologi.

Dia berharap, masyarakat tidak lengah, terutama saat awan mendung mulai terbentuk di langit, dikarenakan bisa jadi tanda awal potensi cuaca ekstrem.

"Kami imbau masyarakat Lampung tetap waspada, lindungi keluarga, dan selalu ikuti informasi terbaru dari BMKG," ucapnya.

3. Masyarakat diminta juga memantau informasi prakiraan cuaca

Analisis pertumbuhan awan (radar) picu angin kencang di Kabupaten Pringsewu. (Dok. BMKG Lampung).
Analisis pertumbuhan awan (radar) picu angin kencang di Kabupaten Pringsewu. (Dok. BMKG Lampung).

Lebih lanjut Rudi menambahkan, masyarakat diminta membiasakan diri memantau informasi cuaca secara rutin. Pasalnya, layanan tersebut memberikan prakiraan cuaca hingga 7 hari ke depan.

"Prakiraan cuaca ini langsung dapat diakses dari BMKG di laman cuaca.bmkg.go.id yang bahkan tersedia dalam skala kelurahan," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Ita Lismawati F Malau
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna

Latest News Lampung

See More