Bau Limbah Dapur MBG Dikeluhkan Warga, Satgas Metro Langsung Sidak

- Satgas MBG Kota Metro langsung sidak dapur SPPG Ganjar Asri 2 setelah warga mengeluhkan bau limbah, memastikan pengelolaan limbah sesuai standar lingkungan.
- Tim menemukan pembangunan IPAL baru mencapai 85 persen dan menjadi sumber bau, dengan komitmen penyelesaian maksimal pada 3 Mei 2026 oleh pihak pengelola.
- Hasil sidak dijadikan bahan evaluasi lanjutan untuk perbaikan sistem dapur, agar program Makanan Bergizi Gratis tetap berjalan tanpa mencemari lingkungan sekitar.
Metro, IDN Times - Keluhan warga soal bau tak sedap dari dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Metro akhirnya mendapat respons cepat. Tim Satuan Tugas MBG setempat langsung turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan pengelolaan limbah berjalan sesuai standar dan tidak mengganggu lingkungan.
Sidak dilakukan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ganjar Asri 2 yang berlokasi di RT 23 RW 05, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat,. Sebelumnya, warga melaporkan adanya aroma menyengat diduga berasal dari limbah dapur.
1. Satgas respons keluhan warga

Dipimpin Ketua Satgas MBG Kota Metro, Wahyuningsih, tim gabungan lintas sektor bersama instansi vertikal dan Koordinator Wilayah MBG langsung meninjau kondisi di lapangan. Fokus utama sidak adalah memastikan sistem pengelolaan limbah dapur berjalan sesuai ketentuan.
“Keluhan masyarakat ini menjadi perhatian serius kami. Jangan sampai program pemenuhan gizi justru berdampak pada kesehatan lingkungan maupun warga sekitar,” tegas Wahyuningsih, Selasa (28/4/2026)
Ia menekankan laporan warga merupakan bentuk kontrol sosial yang penting. Selain itu, kondisi ini menjadi pengingat bagi pengelola dapur agar tidak hanya fokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga memperhatikan aspek sanitasi dan lingkungan.
2. IPAL belum rampung, jadi sumber persoalan

Dalam inspeksi tersebut, tim menemukan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menjadi kunci pengendalian limbah belum sepenuhnya rampung. Padahal, setiap dapur SPPG diwajibkan memiliki sistem IPAL memadai untuk mencegah pencemaran dan bau tidak sedap, terutama dari limbah organik seperti sisa makanan.
Tak hanya soal IPAL, Wahyuningsih mengatakan, Satgas MBG juga memberikan sejumlah catatan penting lainnya untuk perbaikan sistem dapur ke depan. Seluruh temuan tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh pihak pengelola.
Sebagai perpanjangan tangan Wali Kota Metro dalam pengawasan program MBG, menurutnya Satgas memastikan setiap temuan tidak berhenti pada laporan semata. Hasil inspeksi ini juga akan diteruskan ke Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional sebagai bahan evaluasi lebih lanjut.
"Langkah cepat ini diharapkan mampu mengembalikan kenyamanan warga sekaligus memastikan program Makanan Bergizi Gratis tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas lingkungan," imbuhnya.
3. Hasil sidak jadi bahan evaluasi lanjutan

Perwakilan mitra pengelola, Harley Davidson, bersama Kepala SPPG Ganjar Asri 2, Origo Hasiholan, menjelaskan pembangunan IPAL telah berjalan dan kini mencapai sekitar 85 persen. Namun, proses penyelesaian masih terkendala pengiriman peralatan dari luar provinsi.
Mereka berkomitmen menuntaskan pembangunan tersebut paling lambat 3 Mei 2026. Komitmen ini dituangkan dalam berita acara ditandatangani seluruh pihak terkait, termasuk unsur Kejaksaan Negeri Metro, Polres Metro, PPNS Satpol PP, serta dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Sosial.


















