Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Alumni UBL Tembus Doktoral Jepang, Borong Penghargaan Internasional

Alumni UBL Tembus Doktoral Jepang, Borong Penghargaan Internasional
Satrio Agung Perwira, alumni Program Studi Arsitektur Universitas Bandar Lampung (UBL) kini menempuh studi doktoral (S3) di The University of Kitakyushu, Jepang. (Dok. UBL).
Intinya Sih
  • Satrio Agung Perwira, alumni Arsitektur UBL, berhasil menembus program doktoral di The University of Kitakyushu Jepang melalui beasiswa penuh MEXT dan fokus riset pada neuro-architecture serta kenyamanan emosional.
  • Perjalanan akademiknya dimulai dari program pertukaran mahasiswa UBL–Kitakyushu yang membentuk pengalaman global, didukung aktivitas profesional, proyek desain, dan bimbingan dosen kampus.
  • Konsistensinya berbuah prestasi internasional seperti penghargaan desain dunia, Excellent Master Thesis Award 2023, hingga Best Presenter Award 2025, sekaligus memperkuat pandangannya bahwa pendidikan tinggi adalah investasi masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Pilihan kampus bisa menjadi titik awal yang menentukan masa depan. Hal ini dibuktikan oleh Satrio Agung Perwira, alumni Program Studi Arsitektur Universitas Bandar Lampung (UBL) kini menempuh studi doktoral (S3) di The University of Kitakyushu, Jepang.

Tak sekadar melanjutkan studi, Satrio berhasil menembus program doktoral bergengsi melalui beasiswa penuh pemerintah Jepang, Monbukagakusho (MEXT). Di jenjang ini, ia mengembangkan riset di bidang neuro-architecture, emotional comfort, dan built environment, yang mengkaji keterkaitan desain ruang dengan kenyamanan psikologis manusia.

1. Bermula program pertukaran mahasiswa ke Jepang

WhatsApp Image 2026-04-22 at 10.00.37 AM.jpeg
Satrio Agung Perwira, alumni Program Studi Arsitektur Universitas Bandar Lampung (UBL) kini menempuh studi doktoral (S3) di The University of Kitakyushu, Jepang. (Dok. UBL).

Perjalanan Satrio menuju panggung global tidak terjadi secara instan. Titik awalnya dimulai saat ia mengikuti program pertukaran mahasiswa ke Jepang melalui kerja sama UBL dengan The University of Kitakyushu.

Pengalaman tersebut menjadi titik balik yang mendorongnya melanjutkan studi hingga jenjang magister dan kini doktoral di kampus yang sama. Selepas lulus sarjana, Satrio tidak berhenti berproses.

Ia aktif mengerjakan proyek desain, mempersiapkan beasiswa luar negeri, serta membangun pengalaman profesional dan jejaring internasional. Dukungan dosen dan lingkungan akademik UBL turut berperan besar dalam perjalanan tersebut.

2. Hadapi dunia kerja tidak cukup hanya dari teori

WhatsApp Image 2026-04-22 at 10.00.36 AM.jpeg
Satrio Agung Perwira, alumni Program Studi Arsitektur Universitas Bandar Lampung (UBL) kini menempuh studi doktoral (S3) di The University of Kitakyushu, Jepang. (Dok. UBL).

Menurut Satrio, kesiapan menghadapi dunia kerja tidak cukup hanya dari teori. “Keduanya, akademik dan praktik saling melengkapi dalam membangun pola pikir kritis, kemampuan adaptasi, serta pemahaman terhadap dunia kerja yang sebenarnya,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Rabu (22/4/2026).

Ia juga menegaskan, lingkungan kampus menjadi faktor penting dalam pengembangan diri. Ia melihat UBL memberikan ruang yang sangat luas untuk berkembang.

"Selama kuliah, saya tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif di organisasi kemahasiswaan, mengikuti kompetisi, serta terlibat dalam penelitian bersama dosen. Bagi saya, kampus bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang untuk mengeksplorasi potensi diri sekaligus mempersiapkan masa depan,” ungkapnya.

3. Toreh berbagai prestasi internasional

WhatsApp Image 2026-04-22 at 10.00.36 AM (1).jpeg
Satrio Agung Perwira, alumni Program Studi Arsitektur Universitas Bandar Lampung (UBL) kini menempuh studi doktoral (S3) di The University of Kitakyushu, Jepang. (Dok. UBL).

Konsistensi tersebut berbuah manis. Satrio mencatatkan berbagai prestasi di tingkat internasional, mulai dari penghargaan kompetisi desain dunia (2020 dan 2022), Excellent Master Thesis Award di Jepang (2023), hingga Best Presenter Award dalam forum AIUE 2025 di Xi’an, China.

Ia juga aktif mempublikasikan karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi sepanjang 2023–2026. Bagi Satrio, pendidikan tinggi adalah investasi jangka panjang.

Ia menilai kuliah bukan sekadar mengejar gelar, tetapi membuka akses terhadap peluang global, memperluas jejaring, serta membentuk kesiapan diri secara menyeluruh. “Jika dijalani dengan serius, kuliah akan membuka banyak pintu kesempatan untuk masa depan,” tuturnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More