Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ibunya Telepon Menangis, Bhayangkara Minta Sanksi Ringan Fadly Alberto

Ibunya Telepon Menangis, Bhayangkara Minta Sanksi Ringan Fadly Alberto
Pemain Bhayangkara FC, Fadly Alberto Hengga saat mengenakan seragam Timnas Indonesia. (Instagram/@albrtoo_10).
Intinya Sih
  • Manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 meminta PSSI memberi sanksi ringan bagi Fadly Alberto setelah insiden tendangan kungfu di laga kontra Dewa United U-20.
  • Yongky Pamungkas menilai Fadly masih pemain muda berbakat dalam tahap pembinaan, dan sanksi berat bisa menghambat kariernya yang sedang berkembang.
  • Keluarga Fadly, terutama ibunya, terpukul atas kejadian itu; manajemen memilih menyelesaikan masalah secara kekeluargaan melalui mediasi dengan pihak Dewa United.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 berharap PSSI mempertimbangkan sanksi ringan terhadap Fadly Alberto Hengga pascainsiden “tendang kungfu” dalam laga kontra Dewa United U-20 pada Elite Pro Academy (EPA) 2025/2026.

Manajer Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20, Yongky Pamungkas mengatakan, manajemen telah memberikan klarifikasi terkait kronologi kejadian di lapangan. Ia menilai, insiden tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan rangkaian dari kericuhan antarpemain.

“Kalau harapan kami, Alberto jangan sampai disanksi berat. Memang dia salah, kami tidak membenarkan (aksi tendangan kungfu Alberto), tapi itu terjadi di luar kontrol dan ada rentetan kejadian sebelumnya,” ujarnya dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).

1. Nilai Alberto masih dalam proses pembinaan

IMG_20260421_075958.jpg
Pemain Bhayangkara FC, Fadly Alberto Hengga saat menjalani latihan bersama tim. (Instagram/@bhayangkarafc).

Yongky menegaskan, Fadly Alberto merupakan pemain muda berbakat masih dalam tahap pembinaan dan memiliki potensi besar. Termasuk sebagai bagian dari aset klub dan sepak bola nasional.

“Kita tahu kemampuan Alberto seperti apa, dia juga aset Bhayangkara dan Timnas. Umurnya masih muda, masih dalam proses,” katanya.

Oleh karenanya, tim khawatir jika sanksi dijatuhkan terlalu berat, hal itu justru dapat menghambat perkembangan karier sang pemain yang dirintis dari bawah. “Kalau sampai di-banned lama, kasihan juga. Dia merintis dari nol, masih butuh proses,” lanjutnya.

2. Soroti tekanan psikologis keluarga

IMG_20260421_080030.jpg
Pemain Bhayangkara FC, Fadly Alberto Hengga saat mengenakan seragam Timnas Indonesia. (Instagram/@albrtoo_10).

Yongky turut menyinggung kondisi psikologis keluarga pemain, khususnya ibu dari Fadly Alberto yang disebutnya kini amat merasa terpukul atas insiden tersebut.

“Kemarin pagi ibunya telepon kami sambil menangis. Dia bilang dari kecil anaknya tidak pernah membuat masalah, bahkan pernah dipukul saat kecil tapi tidak membalas,” ucap dia.

Menurutnya, karakter Alberto selama ini dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan tidak pernah terlibat masalah serius. “Saya juga kaget kenapa bisa seperti itu. Setelah saya tanya, dia bilang terpancing karena ada ucapan yang tidak pantas (kalimat rasis),” lanjut Yongky.

3. Dorong penyelesaian secara kekeluargaan

IMG_20260421_110402.jpg
Tangkap layar aksi tendang kungfu pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga. (IDN Times/Istimewa).

Terkait dugaan adanya ucapan bernada rasis hingga memicu emosi sang pemain, Yongky menegaskan, Manajemen Bhayangkara FC memilih tidak ingin memperpanjang persoalan tersebut.

Pasalnya, manajemen lebih memilih menyelesaikan masalah imi. secara kekeluargaan melalui jalur mediasi dengan pihak-pihak terkait di klub Dewa United.

“Kami ingin menyelesaikan ini dengan baik. Rencananya kami akan datang untuk silaturahmi dan mediasi supaya masalah ini tidak berkepanjangan,” jelasnya.

Maka dari itu, ia berharap insiden ini bisa segera diselesaikan dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. “Kalau pun ada sanksi, kami harap secukupnya saja. Yang penting ada pembinaan, bukan hukuman berlebihan,” imbuh dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More