Hari Kartini, Srikandi PDIP Lampung Kompak Pakai Kerudung Fatmawati

- DPD PDI Perjuangan Lampung rayakan Hari Kartini dengan tema pemberdayaan perempuan akar rumput, diisi pendidikan politik bagi kader, mahasiswi, dan masyarakat.
- Puti Guntur Soekarno hadir secara daring dorong peningkatan kualitas pendidikan, disertai penyaluran 500 buku tulis untuk siswa di 15 kabupaten/kota Lampung.
- Kader tanam jagung, sukun, dan ubi jalar sebagai gerakan ketahanan pangan keluarga serta kenakan kebaya dan kerudung Fatmawati simbol semangat perjuangan perempuan.
Bandar Lampung, IDN Times - DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung menggelar peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026). Jajaran pengurus hingga kader perempuan kompak mengenakan kebaya dipadukan dengan kerudung khas Fatmawati.
Peringatan Hari Kartini mengusung tema “Perempuan Akar Rumput Berdaya, Berkarya, dan Berdampak” ini digilar di kantor partai setempat, dengan diisi pendidikan politik bagi kader, mahasiswi, dan masyarakat.
Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung, Winarti mengatakan, peringatan Hari Kartini menjadi momentum untuk menguatkan peran perempuan dalam pembangunan, khususnya di bidang pendidikan dan ketahanan keluarga.
“Hari ini kami disiplin melaksanakan peringatan Hari Kartini dengan kegiatan utama pendidikan politik bagi kader, mahasiswi, dan masyarakat. Tujuannya menegaskan kembali bahwa partai harus mendukung penuh pendidikan anak-anak di Lampung dan Indonesia,” ujarnya dimintai keterangan.
1. Hadirkan Puti Guntur Soekarno, dorong kemajuan pendidikan

Dalam kegiatan tersebut, DPD PDI Perjuangan Lampung turut menghadirkan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puti Guntur Soekarno sebagai narasumber secara daring. Kehadiran anggota DPR RI empat periode itu diharapkan mampu memperkuat komitmen peningkatan kualitas pendidikan.
“Beliau sangat konsen di dunia pendidikan, sehingga kami di Lampung tentu akan menerima banyak hal positif untuk memajukan pendidikan,” kata Winarti.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, partai juga menyalurkan bantuan simbolis 500 buku tulis untuk siswa akan dilanjutkan ke 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. “Ini bagian dari komitmen kami bahwa pendidikan adalah kunci memutus mata rantai kemiskinan,” lanjutnya.
2. Tanam jagung hingga sukun, dorong ketahanan pangan

Selain kegiatan pendidikan, DPD PDI Perjuangan Lampung juga menggelar aksi tanam pangan di wilayah Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Kader bersama masyarakat menanam jagung, pohon sukun, dan ubi jalar sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Winarti menjelaskan, gerakan ini merupakan kelanjutan dari instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang sebelumnya digaungkan saat pandemik Covid-19.
“Kita ingin menyemangati kembali bahwa ketahanan pangan harus dijaga. Lampung punya sumber daya alam luar biasa, sehingga perlu dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi keluarga,” jelasnya.
3. Kebaya dan kerudung Fatmawati simbol semangat perempuan

Dalam peringatan ini, tampilan kader perempuan mengenakan kebaya dan kerudung khas Fatmawati tak luput menjadi sorotan. Menurut Winarti, langkah ini bukan sekadar simbol busana, tetapi representasi semangat perjuangan perempuan Indonesia.
“Ini bukan hanya soal kebaya atau kerudungnya, tapi semangatnya. Semangat religius, semangat membangun Indonesia dan Lampung, serta kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam pembangunan,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mencontohkan, sosok Fatmawati sebagai teladan perempuan yang memiliki dedikasi tinggi terhadap bangsa, bahkan dalam kondisi sulit sekalipun.
“Beliau dengan penuh keikhlasan menjahit bendera saat kondisi yang tidak mudah. Itu menunjukkan keberanian, ketulusan, dan semangat perempuan Indonesia yang patut kita teladani,” imbuh mantan Bupati Tulang Bawang tersebut.


















