Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Daerah di Lampung Punya Surplus Desa Terbesar Rp40,7 Miliar

5 Daerah di Lampung Punya Surplus Desa Terbesar Rp40,7 Miliar
Illustrasi Anggran Belanja (Pexel/Sora Shimazaki)
Intinya Sih
  • Total surplus desa di Provinsi Lampung mencapai Rp40,72 miliar, menandakan pengelolaan keuangan desa yang efisien dan ekonomi akar rumput yang stabil.
  • Lampung Selatan mencatat surplus tertinggi sebesar Rp14,05 miliar, disusul Lampung Tengah Rp11,32 miliar dan Tulang Bawang Rp4,87 miliar.
  • Surplus desa menunjukkan kemandirian finansial serta peluang pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal tanpa ketergantungan besar pada bantuan eksternal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Desa saat ini bukan lagi sekadar unit administratif paling kecil, melainkan fondasi utama menggerakkan roda perekonomian daerah. Dari desa, aktivitas produksi, distribusi, hingga konsumsi masyarakat berjalan secara nyata.

Sebab itu, pengelolaan keuangan dan aset yang baik memang harus dimulai dari tingkat desa. Ketika desa mampu mencatatkan surplus anggaran, hal ini menjadi sinyal ekonomi lokal berjalan sehat dan memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakatnya.

Secara sederhana, surplus adalah kondisi ketika pendapatan desa lebih besar dibandingkan belanja yang dikeluarkan. Kondisi ini membawa banyak keuntungan, mulai dari adanya ruang fiskal untuk pembangunan berkelanjutan, cadangan dana untuk kondisi darurat, hingga peluang mempercepat pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

Tak hanya itu, desa yang surplus juga cenderung lebih mandiri secara finansial dan tidak terlalu bergantung pada bantuan eksternal. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik Lampung, total surplus desa di Provinsi Lampung mencapai Rp40,72 miliar.

Angka ini menunjukkan secara agregat, desa-desa di Lampung berada dalam kondisi keuangan cukup sehat. Artinya, sebagian besar desa mampu mengelola pendapatan dan belanjanya secara efisien, sekaligus mencerminkan pergerakan ekonomi cukup stabil di tingkat akar rumput.

Berikut ini IDN Times merangkum 5 daerah dengan surplus desa terbesar di Lampung menurut data BPS Lampung.

1. Kabupaten Lampung Utara

Illustrasi Kenaikan Keuangan (Pexel/Monstera Production)
Illustrasi Kenaikan Keuangan (Pexel/Monstera Production)

Kabupaten Lampung Utara memiliki luas wilayah sekitar 2.725 km² dengan kondisi geografis didominasi dataran rendah dan perbukitan ringan. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di Lampung.

Jumlah penduduk sekitar 600 ribu jiwa dan memiliki total 232 desa, mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor pertanian, perkebunan, dan sebagian perdagangan kecil. Kondisi tersebut berkontribusi pada realisasi pendapatan desa yang mencapai Rp315,4 miliar.

Sementara itu, belanja desa tercatat sebesar Rp312,5 miliar. Selisih keduanya menghasilkan surplus sebesar Rp2,82 miliar, menempatkan Lampung Utara di posisi kelima sebagai daerah dengan surplus desa terbesar di Lampung.

2. Kabupaten Tulang Bawang Barat

Illustrasi Kenaikan Keuangan (Pexel/crazy motions)
Illustrasi Kenaikan Keuangan (Pexel/crazy motions)

Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki luas wilayah sekitar 1.201 km², relatif lebih kecil dibanding daerah lain. Secara geografis, wilayah ini berupa dataran rendah subur dan cocok untuk pertanian.

Jumlah penduduk sekitar 300 ribu jiwa dan memiliki total 100 desa, mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani dan pelaku usaha kecil. Meski wilayahnya tidak terlalu luas, Tulang Bawang Barat mencatat pendapatan desa sebesar Rp131,2 miliar dan belanja Rp127,1 miliar.

Surplus dihasilkan mencapai Rp4,10 miliar, menjadikannya peringkat keempat. Jumlah desa lebih sedikit justru menunjukkan efisiensi tinggi dalam pengelolaan anggaran desa.

3. Kabupaten Tulang Bawang

Ilustrasi Uang Rupia
Ilustrasi Uang Rupiah (Pexel/Ahsanjaya)

Kabupaten Tulang Bawang memiliki luas wilayah sekitar 4.385 km² dengan karakteristik geografis berupa dataran rendah dan kawasan rawa luas. Meski demikian, wilayah ini berkembang pesat sebagai daerah pertanian dan perikanan.

Jumlah penduduknya berkisar 430 ribu jiwa dengan total 147 desa, mayoritas bekerja sebagai petani dan nelayan. Dari sisi keuangan desa, Tulang Bawang mencatat pendapatan sebesar Rp206,3 miliar dan belanja Rp201,5 miliar.

Hal ini menghasilkan surplus sebesar Rp4,87 miliar, menjadikannya peringkat ketiga di Lampung.

4. Kabupaten Lampung Tengah

Ilustrasi Uang Rupiah
Ilustrasi Uang Rupiah (Pexel/Polina Tankilevitch)

Sebagai kabupaten terluas di Lampung dengan luas sekitar 4.545 km², Lampung Tengah memiliki kondisi geografis berupa dataran luas sangat cocok untuk pertanian. Tak heran jika wilayah ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama.

Jumlah penduduk lebih dari 1,2 juta jiwa dan memiliki total 301 desa, sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor pertanian dan perkebunan.

Realisasi pendapatan desa di Lampung Tengah mencapai Rp478,1 miliar, sementara belanja desa sebesar Rp466,8 miliar. Dengan demikian, surplus dihasilkan mencapai Rp11,32 miliar. Angka ini menempatkan Lampung Tengah di posisi kedua.

5. Kabupaten Lampung Selatan

Ilustrasi Uang Rupiah
Ilustrasi Uang Rupiah (Pexel/Ahsanjaya)

Kabupaten Lampung Selatan memiliki luas wilayah sekitar 2.109 km² dengan kondisi geografis beragam, mulai dari dataran rendah, pesisir, hingga perbukitan. Letaknya strategis menjadikan wilayah ini sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Lampung.

Jumlah penduduk sekitar 1 juta jiwa dan memiliki total 256 desa, masyarakatnya banyak bergerak di sektor pertanian, perdagangan, dan jasa. Dari data BPS, Lampung Selatan mencatat pendapatan desa sebesar Rp410,3 miliar dan belanja Rp396,2 miliar.

Selisih ini menghasilkan surplus sebesar Rp14,05 miliar, tertinggi di seluruh Lampung. Banyaknya jumlah desa juga memperkuat jaringan ekonomi lokal, sehingga Lampung Selatan menempati peringkat pertama sebagai daerah dengan surplus desa terbesar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More