Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Profil Arinal Djunaidi, Eks Gubernur Lampung Kini Tersangka Korupsi

Profil Arinal Djunaidi, Eks Gubernur Lampung Kini Tersangka Korupsi
Kejati Lampung menahan dan menetapkan status tersangka terhadap mantan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)
Intinya Sih
  • Arinal Djunaidi, mantan Gubernur Lampung, resmi ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana Participating Interest senilai sekitar Rp271 miliar dan langsung ditahan oleh Kejati Lampung.
  • Arinal lahir di Tanjungkarang tahun 1956 dari keluarga petani, meniti karier birokrasi hingga menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung sebelum terjun ke dunia politik bersama Partai Golkar.
  • Ia memenangkan Pilgub Lampung 2018 dengan 57 persen suara bersama Chusnunia Chalim, namun kalah telak pada Pilkada 2024 saat maju kembali sebagai calon petahana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Mantan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung menjalani penahanan oleh tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Selasa (28/4/2026) malam.

Arinal diduga terlibat dalam perkara tindak pidana korupsi terkait pengelolaan dana partisipasi modal (participating interest) di PT Lampung Energi Berjaya (LEB) atas dugaan penyalahgunaan dana Participating Interest (PI) 10 persen dari wilayah kerja migas Offshore South East Sumatera (WK OSES) bernilai sekitar US$17,2 juta atau setara Rp271 miliar.

Dalam perkara korupsi ini, dana PI senilai 17,2 juta dolar AS disalurkan Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui PT Lampung Energi Berjaya (PT LEB) merupakan anak perusahaan dari BUMD PT Lampung Jasa Utama (PT LJU).

Berikut IDN Times rangkum profil Arinal Djunaidi

1. Berasal dari keluarga petani

ilustrasi petani bekerja di sawah (pexels.com/Rahmad Himawan)
ilustrasi petani bekerja di sawah (pexels.com/Rahmad Himawan)

Arinal Djunaidi adalah Gubernur Lampung periode 2019-2024 berpasangan dengan Chusnunia Chalim sebagai wakil gubernur. 

Ia lahir di Tanjungkarang, Lampung, 17 Juni 1956. Arinal merupakan putra asli Kabupaten Way Kanan. Ayahnya adalah seorang petani yang berasal dari Negarabatin, sedangkan ibunya berasal dari Negribesar.

Arinal sempat merasakan bagaimana sulitnya kehidupan sebagai keluarga petani. Hal ini juga yang membuatnya bercita-cita menjadi seorang pemimpin, karena ingin meningkatkan kesejahteraan, tidak hanya petani tapi semua lapisan masyarakat.

Lantaran bercita-cita tinggi, Arinal memohon restu kepada sang ayah untuk menimba ilmu ke Kota Bandar Lampung. Ia tidak mau bersaing hanya untuk jabatan tertinggi di kampungnya saja, tapi ingin lebih bermanfaat untuk masyarakat Provinsi Lampung.

2. Titi karier awal PNS

Ilustrasi PNS (Foto: IDN Times)
Ilustrasi PNS (Foto: IDN Times)

Sang ayah melihat tekad bulatnya dan akhirnya memberi restu serta berusaha keras agar sang putra dapat meraih cita-citanya. Akhirnya Arinal merantau ke Bandar Lampung untuk melanjutkan sekolah menengahnya.

Setelah menamatkan pendidikan di Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA), Arinal melihat kesempatan untuk menjadi seorang sarjana. Ia lalu melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila).

Pada 1981, berhasil menyandang titel sarjana pertanian. Selesai kuliah, Arinal Djunaidi memilih menjadi pegawai negeri. 

Ia meniti karier ulet dari tangga paling bawah sampai akhirnya menjadi kepala dinas di tahun 1999. Puluhan tahun meniti karier di birokrasi, Arinal Djunaidi sempat diajak untuk maju menjadi calon wakil bupati di Kabupaten Way Kanan.

Namun Sjachroedin ZP, gubernur saat itu, tidak menyetujuinya, malah menawarkan posisi sebagai Sekretaris Daerah. Pada tahun 2014, Arinal Djunaidi dipercaya untuk menduduki jabatan tertinggi tersebut di birokrasi hingga pensiun 2016.

3. Raih 57 persen suara sah

Dari pantauan IDN Times di kantor DPD PDI Perjuangan Lampung, Rabu (28/8/2024), Arinal Djunaidi menyambangi kantor sekretariat partai setempat. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Dari pantauan IDN Times di kantor DPD PDI Perjuangan Lampung, Rabu (28/8/2024), Arinal Djunaidi menyambangi kantor sekretariat partai setempat. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Memasuki masa pensiun, Arinal Djunaidi menapaki dunia politik. Partai Golkar yang dipilihnya untuk memuluskan jalan karir di partai politik.

Bahkan, ia sempat menjabat Ketua DPD Golkar Lampung dan mengemban misi membesarkan partai untuk menghadapi Pilkada 2018, Pileg, dan Pilpres 2019. Saat mengemban amanah ini, ia konsolidasi partai dan aksi-aksi sosial di masyarakat.

Arinal Djunaidi meminta restu dari masyarakat Lampung untuk menjadi gubernur pada 2019 lalu. Ia menjadi pemenang Pemilihan Gubernur Lampung digelar pada 27 Juni 2018. Berpasangan dengan Chusnunia Chalim, Arinal mengungguli pasangan Herman HN–Sutono dalam kontestasi yang mempertemukan dua figur kuat dengan basis politik berbeda.

Hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung menunjukkan pasangan Arinal–Chusnunia meraih sekitar 57 persen suara sah, sementara Herman HN–Sutono memperoleh sekitar 43 persen suara. Kemenangan ini menandai berakhirnya dominasi politik Herman HN yang sebelumnya menjabat Wali Kota Bandar Lampung selama dua periode.

Pertarungan Pilkada Lampung kala itu kerap dipersepsikan sebagai adu kekuatan antara birokrasi dan politik perkotaan. Arinal, mantan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, tampil dengan citra teknokrat dan pemahaman mendalam terhadap tata kelola pemerintahan daerah. Sementara Herman HN mengandalkan rekam jejak pembangunan kota dan popularitasnya di wilayah perkotaan.

4. Kalah Pilkada 2024

Kolase 2 bakal calon Gubernur Lampung di Pilkada 2024, Arinal Djunaidi (kiri) dan Rahmat Mirzani Djausal (kanan). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Kolase 2 bakal calon Gubernur Lampung di Pilkada 2024, Arinal Djunaidi (kiri) dan Rahmat Mirzani Djausal (kanan). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Kemenangan Arinal–Chusnunia kemudian mengantarkan keduanya dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung periode 2019–2024. Hasil Pilkada ini sekaligus mengubah peta politik Lampung, menempatkan figur berlatar belakang birokrasi sebagai pemimpin daerah di tengah ekspektasi publik terhadap percepatan pembangunan dan reformasi pelayanan pemerintahan.

Saat Pilkada Gubernur Lampung 2024, Arinal kembali maju sebagai incumbent. Kala itu, ia berpasangan dengan Sutono dan hanya diusung PDI Perjuangan saja sebagai parpol pengusung resmi. Sedangkan lawannya adalah Rahmat Mirzani Djausal – Jihan Nurlela diusung sembilan koalisi besar parpol.

Merujuk data rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arinal Djunaidi – Sutono memperoleh 691.076 suara (17,31 persen). Sedangkan Mirza-Jihan meraih 3.300.681 suara (82,69 persen).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More