Metro, IDN Times - Budaya baca di Kota Metro tak lagi ingin jalan di tempat. Sebanyak 87 penggerak literasi diturunkan untuk memperkuat ekosistem literasi, mulai dari tingkat kota hingga kelurahan. Pengukuhan dilakukan di Auditorium UIN Jurai Siwo Lampung terdiri formasi baru yang disiapkan menjadi motor penggerak literasi berbasis keluarga, komunitas, hingga transformasi digital.
Di antaranya, 5 Bunda Literasi Kecamatan, 44 anggota Tim Literasi Kota Metro, dan 38 pengurus daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kota Metro.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro, Farida, mengatakan, tantangan literasi hari ini jauh lebih kompleks dibanding sekadar kemampuan membaca dan menulis. Arus informasi digital yang masif menuntut masyarakat punya kecakapan memilah informasi, memahami konteks, hingga menangkal hoaks.
