Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dua Mahasiswa Informatika UBL Lolos Program Elite Google Indonesia

Dua Mahasiswa Informatika UBL Lolos Program Elite Google Indonesia
Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Bandar Lampung (UBL) lolos sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026. (Dok. UBL).
Intinya Sih
  • Dua mahasiswa Informatika UBL, Muhammad Ilham Alparsy dan Praise Otniel Beethoven, berhasil lolos sebagai Google Student Ambassador 2026 setelah melewati seleksi nasional ketat dengan lebih dari 81 ribu peserta.
  • Sebagai Google Student Ambassador, mereka berperan menjembatani Google dan komunitas akademik melalui kegiatan seperti workshop AI, seminar literasi digital, serta pelatihan pemanfaatan teknologi di kampus.
  • Program ini memberi mereka kesempatan membangun jejaring profesional luas, belajar langsung tentang budaya kerja dan inovasi digital Google, serta membawa dampak positif bagi pengembangan teknologi di UBL.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Muhammad Ilham Alparsy dan Praise Otniel Beethoven adalah dua mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Bandar Lampung (UBL) Dua mahasiswa ini berhasil lolos sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026.

Itu adalah program bergengsi Google yang menghimpun mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menjadi penggerak transformasi digital dan inovasi teknologi di lingkungan kampus.

1. Proses seleksi nasional sangat kompetitif

WhatsApp Image 2026-04-30 at 6.59.33 AM (1).jpeg
Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Bandar Lampung (UBL) lolos sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026. (Dok. UBL).

Keberhasilan tersebut diraih setelah keduanya melewati proses seleksi nasional yang sangat kompetitif. Tahun ini, lebih dari 81 ribu mahasiswa dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi Google Student Ambassador. Namun, hanya sekitar 2.000 peserta yang dinyatakan lolos dan menjadi bagian dari program tersebut.

Muhammad Ilham Alparsy mengatakan, proses seleksi berlangsung ketat dengan beberapa tahapan penilaian yang berfokus pada kemampuan teknologi, kepemimpinan, dan inovasi digital. Mereka harus melewati seleksi administrasi, menyelesaikan tantangan kreatif berbasis teknologi artificial intelligence (AI) Google

"Hingga mengikuti wawancara mendalam terkait visi kepemimpinan dan kontribusi terhadap pengembangan ekosistem digital di kampus,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

2. Jembatan antara Google dengan komunitas akademik

ilustrasi kuliah (pexels.com/Yan Krukau)
ilustrasi kuliah (pexels.com/Yan Krukau)

Tidak hanya itu, dari ribuan peserta yang lolos secara nasional, hanya sekitar 150 mahasiswa terbaik yang memperoleh undangan khusus untuk mengikuti rangkaian Inauguration Google 2026 yang digelar di MGP Space dan Kantor Google Indonesia, Jakarta. Salah satunya adalah Muhammad Ilham Alparsy.

Menurut Praise Otniel Beethoven, peran Google Student Ambassador bukan sekadar menjadi representasi mahasiswa, tetapi juga menjadi jembatan antara Google dengan komunitas akademik dalam memperkenalkan teknologi digital terbaru kepada generasi muda.

“Kami memiliki tanggung jawab untuk menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi Google di lingkungan kampus, terutama dalam pengembangan kecerdasan buatan, literasi digital, dan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” katanya.

Sebagai bagian dari program tersebut, para Google Student Ambassador akan menjalankan berbagai kegiatan di kampus masing-masing, mulai dari workshop AI, seminar literasi digital, pelatihan pemanfaatan ekosistem Google, hingga pendampingan mahasiswa dalam pengembangan riset dan proyek berbasis teknologi.

3. Berkesempatan membangun networking luas

ilustrasi networking (unsplash.com/M ACCELERATOR)
ilustrasi networking (unsplash.com/M ACCELERATOR)

Ilham dan Otniel menilai, kesempatan tersebut sebagai pengalaman strategis yang membuka akses pembelajaran langsung mengenai budaya kerja, pengembangan produk digital, hingga jejaring profesional bersama komunitas teknologi nasional dan internasional.

“Selain memperoleh sertifikasi dan pengakuan resmi dari Google, kami juga mendapatkan kesempatan untuk membangun networking yang luas dengan komunitas teknologi dari berbagai daerah, bahkan tingkat internasional. Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus membawa dampak positif bagi pengembangan inovasi digital di UBL,” tuturnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More