Ilustrasi bantuan sosial (IDN Times/Humas Bandung)
Dalam penyaluran bantuan tersebut, Pemkab Lampung Selatan juga menggandeng sejumlah perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Sebanyak 10 perusahaan ikut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut, di antaranya Senaya, PT Konverta Mitra Abadi, ASDP, BBJ, PT Optima Nusa Tujuh, PT Natar Gerbang Angkasa, PT Charoen Pokphand Feedmill Lampung, Starlight Cabin, Krakatoa Grup (Junglea Sea dan Elty), serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Menurut Supriyanto, penanganan bencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan dunia usaha.
“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dukungan dunia usaha melalui CSR ini menjadi bukti bahwa kolaborasi semua pihak sangat penting untuk membantu masyarakat yang terdampak,” jelasnya.
Selain penyaluran bantuan darurat, Pemkab Lampung Selatan juga mulai menyiapkan langkah penanganan jangka panjang untuk mengatasi penyebab banjir di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai dan instansi terkait lainnya guna menelusuri akar persoalan banjir agar solusi yang diambil bisa lebih efektif.
Di sisi lain, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, serta instansi terkait juga telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penanganan teknis sekaligus memantau kondisi wilayah terdampak.