Comscore Tracker

Kisah Inspiratif Pendiri Payungi Kota Metro Diundang Kick Andy Show

 Pendiri Payungi Dharma Setyawan diwawancara Andi F Noya

Metro, IDN Times - Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) Kota Metro Provinsi Lampung merupakan pasar dan kampung kreatif beroperasi sejak tiga tahun lalu. Dharma Setyawan adalah sosok berdirinya Payungi.

Lewat tangan dinginnya beserta tim, Payungi kini menapaki kesuksesan dan memberikan dampak positif bagi warga desa. Bahkan, hingga kini Payungi mendapatkan omzet Rp6 miliar lebih terhitung dari 176 gelaran.

Bahkan, kisah inspiratif Payungi secara khusus mendapat atensi dan diundang khusus  gelar wicara Kick Andy di Metro TV. Dharma Setyawan diwawancara Andi F Noya dan akan tayang minggu depan di Metro TV.

Baca Juga: Terpisah Puluhan Tahun, Ganjar Pranowo Terharu Bertemu Sepupu di Lampung

1. Pusat pasar kreatif di Lampung

Kisah Inspiratif Pendiri Payungi Kota Metro Diundang Kick Andy ShowPasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) Kota Metro. (Instagram.com/payungi_).

Hadirnya Dharma Setyawan Kick Andy Show mengangkat kisahnya menjadi seorang penggerak sekaligus pendiri Payungi. Berkat tangan dinginnya Payungi menjadi pusat pasar kreatif di Provinsi Lampung.

Banyak para pemuda desa dari berbagai daerah yang ada di Provinsi Lampung mengunjungi Payungi untuk belajar dan menimba ilmu tentang bagaimana membuat pasar kreatif agar ramai pengunjung dan selalu konsisten berdiri.

Terkini, Payungi berkembang dan memiliki lembaga-lembaga penggerak sosial dan pendidikan seperti, Payungi University, Pesantren Wirausaha, Sekolah Perempuan, Kampung Bahasa Inggris, Kampung Kopi Payungi, Bank Sampah Payungi, Sekolah Anak, Kampung Mural dan Kampung Buku Payungi (literasi).

"Saya berharap ke depan desa-desa di Provinsi Lampung semakin kreatif dan inovatif. Mampu berdaya saing sehingga dapat menumbuhkan ekonomi dan mengurangi angka pengangguran," jelas Dharma dikutip dari genpilampung.com, Minggu (23/1/2022).

2. Pinjam kas musala Rp15 juta

Kisah Inspiratif Pendiri Payungi Kota Metro Diundang Kick Andy ShowIlustrasi Uang Rupiah (Dok. ANTARA News)

Dharma menjelaskan, tak seperti sulap yang seketika hadir, Payungi mengalami perjalanan panjang hingga akhirnya besar seperti sekarang. Awal kali merintis sampai meminjam kas musala sebesar 15 juta. Uang tersebut kemudian dibagi-bagikan kepada masyarakat yang nantinya berpartisipasi membuka lapak di Payungi.

“Bukan tanpa risiko. Saya dan pengurus setempat, bertekad mengembalikan uang kas musala tersebut jika rencana yang dirancang tidak berjalan sesuai dengan harapan,” katanya.

Dharma juga tak menampik, saat awal merintin, ada pesimis dari masyarakat setempat akan keberhasilan Payungi. Namun, segala keraguan itu bisa ditepis dengan baik. akhirnya Payungi bisa sukses sampai sekarang dan memberikan banyak dampak positif.

“Digelaran kali pertama nilai transaksi yang ada di Payungi berhasil menembus angka 16 juta. Sedangkan gelaran kedelapan, mereka sudah bisa membalikan uang kas yang dipinjam dan hingga sekarang menginjak usia 3 tahun, Payungi sendiri sudah mendapatkan omzet 6 miliar lebih terhitung dari 176 kali gelaran,” paparnya.

3. Diapresiasi Generasi Pesona Indonesia Lampung

Kisah Inspiratif Pendiri Payungi Kota Metro Diundang Kick Andy ShowDharma Setyawan pendiri Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) Kota Metro Provinsi Lampung diundang khusus  gelar wicara Kick Andy di Metro TV.. (instagram.com/genpi_lampung).

Ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Provinsi Lampung, Abdul Rohman Wahid menyambut baik diundangnya Dharma Setyawan, Pendiri Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) Kota Metro Lampung sekaligus pembina GenPI Lampung dalam program Talk Show Kick Andy di Metro TV.

“Ini menggembirakan dan saya sangat bersyukur serta bangga, penggerak Payungi sekaligus dewan pembina GenPI Lampung diundang dalam program Talk Show Kick Andy untuk berbagi cerita menyampaikan keberhasilannya mendirikan Payungi dan menjadi inspirasi pemuda desa untuk membuat pasar kreatif dan kampung kreatif layaknya payungi,” kata Wahid sapaan akrabanya.

Wahid menjelaskan, Dharma menjadi sosok inspiratif yang seolah-olah menyebarkan virus-virus kreativitas kepada para pemuda desa di Provinsi Lampung untuk membuat pasar kreatif dan kampung kreatif layaknya Payungi. 

“Hal tersebut menggembirakan karena setidaknya menunjukan keberhasilan Kak Dharma dan tim-tim kreatif di Payungi dalam menyebarkan virus-virus kreativitas kepada pemuda desa di Lampung. Seolah-olah Payungi Menjadi magnet terbentuknya pasar-pasar kreatif di desa-desa yang ada di Lampung,” ujar Wahid.

Baca Juga: Cerita Guru Honorer Pringsewu 17 Tahun Menanti Akhirnya Lolos PPPK Kemenag

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya