Komunitas UMKM Natar, Wadah Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis

Lampung Selatan, IDN Times - Pelataran Bandara Radin Inten II Lampung terlihat lengang. Sepertinya bukan jam kedatangan penumpang sehingga hanya terlihat beberapa orang saja duduk menunggu di kursi tunggu.
Ada juga beberapa orang terlihat berdiri disamping koper besarnya seperti menunggu jemputan. Kemungkinan besar mereka ini pemudik dari luar daerah. Pasalnya dua atau tiga hari lagi sudah lebaran. Masyarakat muslim dunia bersuka cita merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1444 Hijriah.
Ditengah hilir mudik taksi menaik turunkan penumpang, seorang wanita paruh baya terlihat sesekali menawarkan dagangan di depannya pada penumpang. Ada ekripik pisang, kopi khas Lampung, dodol, aksesori, hingga tapis.
Selvi, pedagang kerajinan kain perca dari Kecamatan Natar Lampung Selatan ini memang merupakan salah satu peserta Bazar Ramadan digelar oleh Bandara Radin Inten II untuk pedagang lokal.
Bazar ini selain membantu pasar UMKM, juga membantu pemudik lebaran yang tak sempat membeli oleh-oleh agar bisa memberikan buah tangan untuk saudaranya ketika pulang nanti.
1. Omzet harian mencapai Rp1,5 juta per hari

Selvi mengatakan, ini tahun ketiga dirinya ikut Bazar Ramadan di bandar udara terbesar di Lampung tersebut. Tahun ini event tersebut dilaksanakan sejak 14 April hingga 3 Mei 2023 mendatang.
“Kalau omset lumayan sih rata-rata 1 sampai 1,5 juta sehari. Tapi ini itungannya belum ramai. Ramainya justru nanti pas arus balik. Pas orang-orang mau pulang lagi. H+2 itu bisanya ramai,” kata Selvi, Rabu (19/4/2023).
Selvi mengatakan puluhan produk di depannya ini sebenarnya bukan milik dirinya sendiri. Melainkan titipan dari teman-teman di Komunitas UMKM Natar. Ia menyebutkan ada sekitar 20-25 pengusaha UMKM menitipkan produk padanya untuk dijual di bazar ini.
“Kita kan gabung di Komunitas UMKM Natar namanya. Mereka titip sini dan saya yang jagain, karena gak semua bisa jaga juga. Nah mereka yang titip ini kasih harga reseller ke saya,” ujarnya.
2. Komunitas UMKM terbuka untuk semua bidang usaha

Bendahara Komunitas UMKM Natar ini pun memperkenalkan komunitasnya pada IDN Times, di mana anggotanya saat ini sudah lebih dari 150 pelaku usaha. Tak hanya usaha berupa produk, Selvi juga mengatakan komunitas ini juga terbuka untuk semua bidang UMKM termasuk jasa.
“Isinya UMKM se-Kecamatan Natar. Ada barang dan jasa juga. Kalau jasa itu contohnya usaha laundry, bengkel gitu. Semua boleh masuk. Pedagang kelontong (warung) juga bisa, gak harus usaha yang produknya buat sendiri,” jelasnya.
Ia mengatakan, komunitas ini bisa menjadi wadah bagi UMKM Natar untuk saling menjajakan produk atau usaha mereka masing-masing. Selain itu juga mereka saling bantu menjual dengan mengikuti event-event seperti saat ini.
“Kayak pedagang kelontong gitu justru membantu sebenernya. Jadi yang gak punya toko offline bisa nitip produk ke mereka. Nanti toko kelontong ambil untung, jadi saling bantu,” imbuhnya.
3. Anggota bisa ikut berbagai pelatihan dan pendampingan usaha

Tak hanya jadi media pasar, komunitas UMKM Natar juga sering kali mengadakan pelatihan untuk para anggotanya. Pelatihan tersebut antara lain seperti pelatihan digital, managemen keuangan, mengurus perizinan, cara membuat kemasan yang menarik, dan sebagainya.
“Kita sebulan bisa dua kali ngadain pelatihan. Jadi nanti kerja samanya dengan perusahaan gitu. Kalau kita pengin ada pelatihan-pelatihan kita bisa hubungi perusahaan mana yang mau ngasih sponsor,” jelasnya.
”Kalau pelaksanaan pelatihannya di mana aja bisa. Kita juga ada tempat biasa ngumpul itu di kafe DT namanya, dekat Chandra Natar. Itu pemilik kafenya juga anggota kita. Jadi kita pinjam aulanya, nanti kan teman-teman ada yang jajan di sana juga jadi saling menguntungkan,” tambahnya.
4. Cara ikutan gabung komunitas UMKM Natar

Selvi mengatakan, bagi pelaku UMKM di Natar namun belum tahu dan ingin bergabung dengan komunitas ini bisa menghubungi dirinya di nomor kontak 0813-6974-9976 atau di akun instagramnya @umkmnatar.
“Boleh banget gabung bisa hubungi saya atau di IG dan facebooknya juga ada. Yang penting punya usaha dan domisili di Natar. Mau barang atau jasa boleh,” katanya lagi.
Akun media sosial komunitas ini selain membagikan kegiatan pelatihan mereka tapi juga mempromosikan produk jualan dari para anggota kepada masyarakat luas. Mereka juga akan membantu anggota secara teknis jika ada bantuan berupa dana hibah, atau ketika butuh pinjaman modal atau bantuan alat.



















