Animo SPAN-PTKIN 2026 Melejit, UIN Raden Intan Lampung Makin Dilirik

Jumlah pendaftar SPAN-PTKIN 2026 mencapai 143.948 orang, menunjukkan lonjakan minat terhadap perguruan tinggi Islam negeri dan meningkatnya kepercayaan masyarakat pada kualitas pendidikan PTKIN.
Penerimaan tahun ini mencatat sejarah baru karena pendaftar dari madrasah melampaui sekolah umum, menandakan ekosistem pendidikan Islam semakin solid dan berorientasi internasional.
UIN Raden Intan Lampung menilai tren ini sebagai bukti pengakuan publik bahwa PTKIN kini mampu mengintegrasikan sains, teknologi, dan nilai Islam dalam sistem pendidikan modern yang kompetitif.
Bandar Lampung, IDN Times - Tahapan sidang kelulusan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) 2026 resmi dituntaskan. Hasilnya, tren peminat kampus Islam negeri kembali mencatat angka tinggi, dan ikut menjadi angin segar bagi UIN Raden Intan Lampung yang selama beberapa tahun terakhir terus memperkuat daya saingnya di tingkat nasional hingga internasional.
Berdasarkan rekapitulasi nasional, jumlah pendaftar SPAN-PTKIN 2026 mencapai 143.948 orang. Mereka berasal dari 12.174 satuan pendidikan, mulai dari MA/MAK, SMA/SMK, Pendidikan Diniyah Formal, hingga pendidikan kesetaraan pondok pesantren dan satuan pendidikan sederajat lainnya. Seluruh data peserta kini sedang diproses oleh sistem nasional untuk memastikan validitas hasil sebelum diumumkan secara resmi kepada publik pada 7 April 2026 mendatang.
1. Masyarakat semakin percaya pada kualitas pendidikan tinggi Islam

Ketua PMB-PTKIN 2026, Abd. Aziz menilai, lonjakan pendaftar tersebut dinilai sejalan dengan tren meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap PTKIN. Dalam survei minat siswa yang dirilis panitia, sebanyak 97,3 persen responden menyebut PTKIN memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.
Sementara 96,7 persen responden menilai prospek kerja lulusan PTKIN juga semakin kompetitif di dunia profesional. Menurutnya, proses seleksi SPAN-PTKIN tahun ini berjalan transparan dan akuntabel. Ia menilai tingginya angka pendaftar menjadi bukti bahwa masyarakat semakin percaya pada kualitas pendidikan tinggi Islam negeri.
“Masyarakat menaruh kepercayaan besar pada PTKIN karena kombinasi basis keagamaan yang kuat dan biaya pendidikan yang terjangkau,” ujarnya.
Selain menyelesaikan sidang kelulusan, Aziz mengatakan, PMB-PTKIN 2026 juga memperkenalkan inovasi baru berupa pemetaan kesehatan mental bagi calon mahasiswa. Langkah ini disebut sebagai bentuk perhatian kampus Islam negeri terhadap kesiapan psikologis mahasiswa, tidak hanya kemampuan akademik.
“Ini adalah wujud komitmen kami bahwa PTKIN tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga peduli pada kesejahteraan psikologis calon pemimpin masa depan,” imbuhnya.
2. Penerimaan tahun ini mencatat sejarah baru

Di sisi lain, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Suyitno, menyebut penerimaan tahun ini mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, jumlah pendaftar dari madrasah di bawah naungan Kementerian Agama melampaui pendaftar dari sekolah umum.
“Ini menandakan bahwa ekosistem pendidikan kita semakin solid. Lulusan PTKIN saat ini juga telah dirancang agar memiliki kualifikasi yang diakui secara internasional,” kata Suyitno.
Menurutnya, penguatan kualitas lulusan itu menjadi bagian dari strategi besar agar mahasiswa PTKIN semakin mudah melanjutkan studi ke luar negeri, termasuk ke universitas ternama di Inggris.
Sementara itu, Sekjen Kemenag, Kamaruddin Amin, menilai tren meningkatnya peringkat PTKIN dalam pemeringkatan dunia menjadi momentum penting yang harus terus diperkuat. Ia mendorong sejumlah kampus Islam negeri untuk terus bertransformasi agar mampu memperkuat reputasi global.
“Banyak PTKIN kita yang kini mencatatkan prestasi signifikan dalam peringkat global. Kami mendorong universitas seperti UIN Jakarta dan UIN Jogja untuk terus bertransformasi,” tegasnya.
3. PTKIN semakin dikenal bukan hanya pusat ilmu keislaman

Kabar meningkatnya peminat PTKIN juga disambut positif oleh UIN Raden Intan Lampung. Rektor UIN Raden Intan Lampung, Wan Jamaluddin, menilai tren tersebut menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan publik terhadap kampus Islam negeri terus tumbuh.
Menurutnya, PTKIN saat ini semakin dikenal bukan hanya sebagai pusat penguatan ilmu keislaman, tetapi juga institusi pendidikan yang mampu mengintegrasikan sains, teknologi, serta nilai-nilai Islam dalam satu sistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Ia menambahkan, pengakuan internasional yang mulai diraih sejumlah PTKIN juga ikut mendorong daya tarik calon mahasiswa, termasuk mereka yang memiliki orientasi studi global.
“UIN Raden Intan Lampung juga terus memperluas kerja sama global, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, dan memperkuat tata kelola kampus agar mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Wan Jamaluddin berharap tingginya pendaftar jalur SPAN-PTKIN dapat menjadi momentum bagi PTKIN untuk semakin meningkatkan mutu layanan pendidikan, termasuk memperkuat kualitas lulusan agar semakin siap menghadapi dunia kerja dan persaingan global.


















