Comscore Tracker

Bahaya Gadget Bagi Mata dan Cara Pencegahan dari Penyakit

Waspada cahaya biru diipancarkan layar gadget

Bandar Lampung, IDN Times - Era digital saat ini, semua orang umumnya akan terpaku pada gadget dimiliki. Semua orang, termasuk anak-anak sudah menggunakan gadget setiap harinya dan mata akan terpaku pada layar gadget tersebut. Ternyata,

Dilansir dari herminahospitals.com, ternyata, kebiasaan tersebut justru dapat menyebabkan penyakit mata. Dampak dari cahaya biru diipancarkan layar gadget tersebut dapat menyebabkan efek buruk pada kesehatan mata.

1. Dokter mata saat ini prihatin kesehatan mata manusia

Bahaya Gadget Bagi Mata dan Cara Pencegahan dari PenyakitPexels

Diketahui, perangkat digital menghasilkan cahaya berenergi tinggi dengan bentuk sinar biru. Itu dapat dengan mudah masuk ke mata semua orang, termasuk juga anak-anak.

Cahaya biru adalah cahaya gelombang pendek yang berbahaya, karena merupakan panjang gelombang energi tertinggi dari cahaya yang tampak. Cahaya biru yang dipancarkan oleh gadget hanya sebagian kecil dari apa yang dipancarkan oleh matahari.

Walau begitu, seseorang yang banyak menghabiskan waktu menatap gadget akan lebih lama terpapar cahaya tersebut. Selain itu, kedekatan layar dengan mata juga merupakan penyebab meningkatnya keprihatinan dokter mata terhadap kesehatan mata orang banyak.

Baca Juga: Dua Rumah Sakit di Bandar Lampung Layani Persalinan Metode Eracs

2. Bahaya cahaya biru pada anak-anak

Bahaya Gadget Bagi Mata dan Cara Pencegahan dari PenyakitIlustrasi anak lihat gadget. (pandasecurity.com).

Cahaya biru yang keluar dari gadget dapat sangat membahayakan anak-anak. Hal tersebut dikarenakan ketergantungan gadget pada semua hal. Bukan hanya untuk bermain, tetapi juga untuk mengerjakan tugas sekolah dan kegiatan lainnya yang menunjang pendidikan.

Mata anak-anak yang sedang berkembang membuat paparan cahaya biru tersebut menjadi lebih berbahaya. Hal tersebut karena pigmen pelindung yang ada belum berkembang sepenuhnya, sehingga tidak dapat menyaring cahaya yang masuk.

3. Beberapa penyakit mata dapat terjadi karena menatap gadget terlalu lama

Bahaya Gadget Bagi Mata dan Cara Pencegahan dari PenyakitIlustrasi infeksi mata (idealeyecare2020.com)

Pengguna gadget kerap menatap gadget terlalu lama, dapat memicu terserang penyakit digital, di antaranya:

  • Penyakit mata digital
    Penyakit mata digital atau computer vision syndrome merupakan salah satu kondisi yang sering dihubungkan dengan seseorang yang ketergantungan pada gadget. Penyakit tersebut terjadi ketika merasakan ketidaknyamanan visual setelah menonton TV atau menggunakan gadget dalam waktu yang lama. Kamu mungkin akan merasakan sakit, berat, dan lelah, serta dibarengi dengan sakit kepala, mual, dan mata kering.
  • Miopia
    Penyakit mata lainnya dapat terjadi pada seseorang yang menatap terlalu lama pada layar gadget adalah miopia. Disebutkan bahwa seorang anak yang menghabiskan waktu tanpa menggunakan gadget, risiko untuk mengidap miopia akan lebih kecil dibanding yang kerap menatap gadget. Jika seseorang sudah terbiasa menggunakan gadget, risiko untuk mengidap miopia pun akan semakin besar.

4. Cara pencegahan penyakit mata akibat gadget

Bahaya Gadget Bagi Mata dan Cara Pencegahan dari PenyakitGadis main smartphone (Shutterstock/aslysun)

Pancaran cahaya biru dari gadget dapat berbahaya, sehingga menyebabkan penyakit mata. Selain itu, disebutkan juga paparan sebelum tidur di malam hari dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk tidur nyenyak.

Salah satu cara untuk mencegah hal tersebut adalah mengurangi jumlah waktu menatap layar, guna mengurangi paparan cahaya tersebut.  Cara lainnya adalah menggunakan lensa yang dapat menyaring cahaya biru yang masuk.

Cobalah untuk bertanya pada dokter mata tentang cara untuk melindungi mata si kecil dari cahaya biru yang keluar dari gadget. Pencegahan dini sangat berguna agar mata tidak cepat rusak.

Itulah beberapa penyakit mata yang dapat terjadi pada seseorang yang kerap menatap layar gadget. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal penyakit mata karena gadget, bisa konsultasikan dengan dokter spesialis mata ya.

Baca Juga: Mengenal Transplantasi Rambut dan Efek Sampingnya Agar Tak Menyesal

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya