Itera Angkat Cerita Rakyat Gunung Betung lewat Storynomic Tourism

- Program Studi Pariwisata Itera mengembangkan konsep storynomic tourism di Gunung Betung untuk mempromosikan destinasi berbasis budaya, sejarah lokal, dan kearifan masyarakat.
- Melalui FGD, tim Itera bersama warga menggali cerita rakyat seperti kisah petilasan syekh dan legenda Gunung Sukma Ilang sebagai aset budaya yang memperkaya pengalaman wisata.
- Tim juga menelusuri jalur pendakian guna mengidentifikasi potensi alam seperti hutan kemiri, air terjun, dan perkebunan kopi yang akan dirangkum dalam media promosi berkelanjutan.
Bandar Lampung, IDN Times - Cerita rakyat, sejarah lokal, hingga mitos yang berkembang di kawasan Gunung Betung, Desa Sumber Agung, Kota Bandar Lampung, bakal diangkat menjadi daya tarik wisata. Program Studi Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (Itera) sedang mengembangkan konsep storynomic tourism sebagai strategi memperkuat promosi destinasi berbasis budaya dan kearifan lokal.
Konsep tersebut dikembangkan melalui eksplorasi lapangan dan Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Tim dosen dan mahasiswa menggali sekaligus memvalidasi cerita rakyat, sejarah lokal, dan potensi alam yang nantinya menjadi dasar penyusunan media promosi destinasi berbasis narasi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Itera mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Melalui pendekatan storynomic tourism, wisatawan tidak hanya disuguhi panorama alam, tetapi juga pengalaman mengenal sejarah, budaya, mitos, dan kearifan lokal yang berkembang di masyarakat.
1. Narasi lokal dinilai mampu memperkuat daya saing wisata

Dosen Program Studi Pariwisata Itera, Lili Anggraini mengatakan, pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Menurutnya, destinasi juga membutuhkan narasi yang mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
"Storynomic tourism menghubungkan potensi alam dengan cerita-cerita lokal yang diwariskan masyarakat. Nilai budaya tersebut menjadi identitas destinasi sekaligus memperkuat daya saing wisata tanpa menghilangkan keaslian kawasan," ujarnya.
Lili menjelaskan, hasil FGD nantinya akan disusun menjadi leaflet storynomic tourism memadukan informasi mengenai sejarah, cerita rakyat, dan potensi wisata Gunung Betung. Media tersebut diharapkan menjadi sarana promosi sekaligus edukasi bagi wisatawan.
2. Gali kisah petilasan syekh hingga Gunung Sukma Ilang

Selama FGD, masyarakat membagikan berbagai cerita yang selama ini berkembang di kawasan Gunung Betung. Di antaranya keberadaan makam petilasan yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan seorang syekh.
Ada juga cerita sejarah perpindahan permukiman warga dari kawasan gunung ke Desa Sumber Agung akibat meningkatnya interaksi dengan satwa liar, hingga kisah Gunung Sukma Ilang beserta mitos yang masih hidup di tengah masyarakat.
Menurut Lili, cerita rakyat, legenda, dan nilai-nilai lokal tersebut merupakan aset budaya yang perlu didokumentasikan sekaligus dilestarikan karena mampu memperkaya pengalaman wisata.
"Cerita rakyat, legenda, dan nilai-nilai lokal dapat memperkaya pengalaman wisata sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya," katanya.
3. Identifikasi potensi wisata alam Gunung Betung

Lili mengatakan, selain menghimpun cerita masyarakat, tim Program Studi Pariwisata Itera juga menelusuri jalur pendakian Gunung Betung bersama pemandu lokal. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai potensi wisata yang dapat dikembangkan.
Menurutnya, dalam eksplorasi itu tim menemukan sejumlah potensi, mulai dari Pohon Geropak, hutan kemiri, sumber air nira, perkebunan kopi dan durian, hingga air terjun serta formasi batuan alami. Tim juga berdialog dengan warga yang mengelola hasil hutan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian kawasan.
"Seluruh hasil eksplorasi tersebut akan dirangkum dalam leaflet storynomic tourism yang memadukan kekayaan alam, sejarah, legenda, dan kearifan lokal Gunung Betung. Media promosi itu diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Provinsi Lampung," jelasnya.





















