Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Fakta Unik Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu: Dulu 4 Jam, Kini 2,5 Jam

Fakta Unik Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu: Dulu 4 Jam, Kini 2,5 Jam
ilustrasi pantai (pexels.com/Fabian Wiktor)
Intinya Sih
  • Waktu tempuh Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu kini hanya 2,5 jam berkat pembangunan dan pelebaran jalan yang memperkuat konektivitas wisata pesisir selatan Lampung.
  • Pemerintah Provinsi Lampung menggelontorkan Rp96,3 miliar untuk peningkatan kapasitas jalan utama menuju kawasan wisata, sebagai bagian dari strategi ekonomi berbasis pariwisata.
  • Melalui program Inpres Jalan Daerah senilai Rp48,2 miliar dan pembangunan bertahap ruas Teluk Kiluan–Gigi Hiu, Pemprov menargetkan jalur wisata pesisir terintegrasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Akses infrastruktur menuju kawasan wisata unggulan Lampung di sejumlah kabupaten menjadi tantangan besar. Apalagi, wisata pantai Lampung yang terkenal lokasinya berada di Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Tanggamus.

Contohnya, Teluk Kiluan dan Pantai Gigi Hiu. Namun, akses menuju ke objek wisata tersebut melalui jalur darat dari Ibu Kota Bandar Lampung normalnya 4 jam.

Kondisi itu menjadi tantangan bagi para wisatawan jika ingin berkunjung ke Teluk Kiluan dan Pantai Gigi Hiu. Merujuk kondisi tersebut, pemerintah Provinsi Lampung mengembangkan strategi besar ekonomi berbasis pariwisata (tourism-based economy) melalui perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Lampung. 

Kini, jalur Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu perlahan berubah wajah. Dari perjalanan panjang dan melelahkan selama empat jam, akses menuju surga wisata pesisir Lampung kini semakin cepat, nyaman, dan menjanjikan masa depan baru bagi pariwisata daerah.

1. Dulu 4 jam, kini 2,5 jam

ilustrasi jam tangan (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi jam tangan (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Hasil yang mulai dirasakan salah satunya Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu yang sebelumnya ditempuh  4 Jam, kini hanya 2,5 jam. Akses Wisata Pesisir Lampung kian terhubung.

Dengan strategi ini, Pemerintah Provinsi Lampung berhasil memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata unggulan melalui percepatan pembangunan dan perbaikan jalan provinsi di jalur pesisir selatan. 

Perbaikan konektivitas jalan juga dimulai dari pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin sepanjang 5,888 kilometer yang menjadi pintu utama menuju kawasan wisata pesisir Pesawaran.

Selama ini, ruas tersebut dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terpadat saat musim liburan. Dengan lebar jalan sebelumnya sekitar lima meter dan volume kendaraan mencapai 7.500 kendaraan saat akhir pekan, kemacetan panjang kerap terjadi dan menghambat mobilitas wisatawan maupun masyarakat.

2. Alokasikan anggaran Rp96,3 miliar

Ilustrasi tumpukan uang (unsplash.com/Mufid Majnun)
Ilustrasi tumpukan uang (unsplash.com/Mufid Majnun)

Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp96,3 miliar untuk meningkatkan kapasitas jalan menjadi 14 meter lengkap dengan rigid pavement, drainase, bahu jalan, dan perlengkapan keselamatan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut bukan sekadar perbaikan jalan, melainkan bagian dari strategi besar pengembangan ekonomi berbasis pariwisata.

“Sektor pariwisata di wilayah Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan memiliki potensi besar. Karena itu aksesnya harus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa bergerak lebih cepat,” ujarnya, Minggu (17/5/2025).

3. Percepat penanganan jalan

Ilustrasi jalan aspal (Pexels/Mike Bird)
Ilustrasi jalan aspal (Pexels/Mike Bird)

Dari Padang Cermin menuju Teluk Kiluan, Pemerintah Provinsi Lampung juga mempercepat penanganan jalan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dengan nilai kontrak mencapai Rp48,2 miliar.

Penanganan dilakukan pada sejumlah titik prioritas sepanjang jalur wisata pesisir yang selama ini mengalami kerusakan cukup berat dan menjadi kendala utama mobilitas masyarakat maupun wisatawan.

Melalui program tersebut, tingkat kemantapan jalan ditargetkan meningkat dari 83,80 persen menjadi 96,85 persen.

Mirza menegaskan, pembangunan konektivitas pesisir menjadi bagian penting dalam membuka jalur wisata terintegrasi dari Pesawaran hingga Tanggamus.

“Kalau jalur Pesawaran sampai Tanggamus tersambung dengan baik, maka akan terbentuk jalur wisata pesisir yang sangat potensial dan berdampak besar terhadap ekonomi daerah,” ujarnya.

4. Ruas Teluk Kiluan menuju Gigi Hiu mulai pembangunan bertahap

Perbaikan jalan di Pringsewu Lampung. (IDN Times/istimewa)
Perbaikan jalan di Pringsewu Lampung. (IDN Times/istimewa)

Sementara itu, di ruas Teluk Kiluan menuju Gigi Hiu atau Simpang Umbar, Pemprov Lampung mulai melakukan pembangunan bertahap guna membuka akses menuju salah satu destinasi wisata eksotis yang telah dikenal hingga mancanegara.

Pantai Gigi Hiu selama ini dikenal memiliki panorama batu karang unik menyerupai gigi hiu dengan latar ombak Samudra Hindia. Namun keterbatasan akses membuat kunjungan wisatawan belum optimal.

Pada tahap awal, pembangunan dilakukan sepanjang 2,6 kilometer menggunakan rigid pavement dengan dukungan anggaran Rp23,9 miliar.

5. Pengungkit terbentuknya ekosistem pariwisata terintegrasi di wilayah pesisir

ilustrasi Pantai Legian (pexels.com/Asad Photo Maldives)
ilustrasi Pantai Legian (pexels.com/Asad Photo Maldives)

Pemerintah Provinsi Lampung menilai pembangunan jalan ini akan menjadi pengungkit terbentuknya ekosistem pariwisata terintegrasi di wilayah pesisir, sekaligus mendukung sektor perikanan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga distribusi hasil bumi masyarakat.

“Percuma kalau jalan sudah bagus tetapi ekosistemnya tidak dibangun. Karena itu kita dorong agar investasi, ekonomi kreatif, budaya, dan sektor wisata tumbuh bersama,” ujar Mirza.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest Travel Lampung

See More