Tuan Rumah PON 2032, Lampung Siapkan Enam Daerah Jadi Venue Cabor

- Provinsi Lampung resmi ditunjuk menjadi tuan rumah PON XXIII 2032 bersama Banten, menyiapkan enam daerah sebagai venue utama dengan semangat kolaborasi dan pembangunan infrastruktur olahraga.
- KONI Pusat menilai kesiapan Lampung mencapai 76 persen, dengan potensi besar pada olahraga pantai dan air serta dukungan lahan luas untuk pengembangan fasilitas olahraga masa depan.
- Lampung memiliki 353 hotel, ratusan fasilitas kesehatan, dan konektivitas transportasi lengkap; ajang PON juga diharapkan memperkuat pariwisata, UMKM, serta ekonomi kreatif daerah.
Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan enam kabupaten/kota sebagai lokasi penyelenggaraan cabang olahraga PON XXIII 2032. Rinciannya, Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Pesisir Barat.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan, Bandar Lampung disiapkan sebagai pusat fasilitas utama. Lampung Selatan direncanakan untuk cabang aerosport, panahan, bola tangan, kriket, dan bisbol.
Kabupaten Pesawaran disiapkan untuk cabang catur, Kabupaten Pringsewu untuk cabang dayung atau ski air. "Sementara Kabupaten Pesisir Barat difokuskan sebagai lokasi cabang olahraga selancar dengan dukungan ombak kelas dunia," jelas Mirza sapaan akrab gubernur, Sabtu (23/5/2026).
1. Perdana tuan rumah PON

Mirza menegaskan kesiapan Provinsi Lampung untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032 bersama Provinsi Banten melalui konsep PON LABA (Lampung–Banten). Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI Tahun 2026 digelar di Pullman Jakarta Central Park, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia menyampaikan, PON XXIII 2032 akan menjadi momen bersejarah bagi Lampung, karena untuk pertama kalinya Provinsi Lampung dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional terbesar di Indonesia.
“PON ini akan menjadi sejarah karena Lampung belum pernah menjadi tuan rumah PON. Banyak semangat baru yang lahir; semangat kolaborasi, semangat membangun olahraga, membentuk karakter masyarakat dan anak-anak muda Lampung, serta semangat pemerataan pembangunan infrastruktur menuju 2032,” ujar Mirza.
Ia menambahkan, penyelenggaraan PON LABA 2032 diharapkan menjadi momentum strategis untuk mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat di Provinsi Lampung.
2. Hasil tinjauan KONI pusat, tingkat kesiapan Lampung saat ini 76 persen

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menyampaikan hasil peninjauan lapangan menunjukkan tingkat kesiapan Provinsi Lampung saat ini mencapai sekitar 76 persen dan masih memiliki waktu enam tahun untuk penyempurnaan.
“Lampung memiliki potensi besar, terutama untuk olahraga pantai dan olahraga air. Beberapa venue hanya membutuhkan renovasi ringan, dan Lampung memiliki lahan luas untuk pengembangan fasilitas olahraga ke depan,” ujar Marciano.
Ia juga menilai kesiapan Lampung tidak hanya dari sisi venue, tetapi juga dari kemampuan daerah dalam mengintegrasikan olahraga dengan pembangunan wilayah dan pelayanan publik.
3. Ada 353 hotel

Dari sisi akomodasi, Lampung memiliki sekitar 353 hotel, termasuk hotel berbintang, yang siap mendukung kebutuhan atlet, ofisial, dan tamu PON. Sementara dari sektor kesehatan, tersedia 229 unit rumah sakit, 1.501 dokter, hampir 8.000 perawat, serta sekitar 2.000 tenaga keolahragaan.
Konektivitas Lampung didukung oleh Jalan Tol Trans Sumatera, akses transportasi laut melalui Pelabuhan Merak–Bakauheni yang beroperasi 24 jam, serta akses udara dengan waktu tempuh sekitar 30 menit penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta.
4. Momentum promosikan potensi pariwisata unggulan

Selain kesiapan olahraga, Pemerintah Provinsi Lampung juga mempromosikan potensi pariwisata unggulan di wilayah penyelenggara. Seperti Pantai Tanjung Setia, Pulau Pahawang, Taman Nasional Way Kambas, kebun raya, air terjun, hingga kawasan wisata keluarga.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa penyelenggaraan PON akan memberikan multiplier effect bagi daerah, mulai dari peningkatan kunjungan wisata, perputaran ekonomi lokal, penguatan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja di sektor jasa, transportasi, perhotelan, dan ekonomi kreatif.
“PON ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat pariwisata, mendorong UMKM naik kelas, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat jauh setelah PON selesai,” ujar Mirza.


















