Berakhir Manis, Munster Siapkan Bhayangkara FC Lebih Kuat Musim Depan

- Bhayangkara Presisi Lampung FC menutup musim Liga 1 dengan kemenangan telak 7-0 atas PSBS Biak dan finis di posisi lima klasemen akhir.
- Pelatih Paul Munster memastikan tetap melatih Bhayangkara, menyiapkan tim lebih kuat untuk musim depan, serta menegaskan kontraknya masih dua tahun.
- Munster mengapresiasi dukungan suporter Lampung yang dianggap berperan besar sepanjang musim, sementara pelatih PSBS Biak optimistis membangun tim muda untuk masa depan.
Bandar Lampung, IDN Times - Bhayangkara Presisi Lampung FC menutup musim Liga 1 dengan cara yang manis. Tak hanya menang telak 7-0 atas PSBS Biak, The Guardians juga sukses mengunci posisi lima klasemen akhir.
Namun di balik kemenangan besar itu, pelatih Paul Munster ternyata sudah mulai memikirkan musim depan. Ia memastikan Bhayangkara FC tak ingin berhenti hanya sebagai tim papan atas, tetapi ingin naik level menjadi penantang serius di Liga 1.
“Kami punya persiapan yang bagus minggu ini. Para pemain menjalankan strategi dengan sangat luar biasa, banyak gol tercipta, clean sheet, tiga poin, dan kami mengamankan posisi lima,” kata Munster dalam Post Match Press Conference Bhayangkara Presisi Lampung FC dan PSBS Biak di Stadion Sumpah Pemuda Bandar Lampung, Sabtu (23/52026).
1. Tetap latih Bhayangkara

Pelatih asal Irlandia Utara itu mengatakan dirinya masih akan bertahan bersama Bhayangkara.
Munster menegaskan, masih memiliki kontrak dua tahun dan sudah mulai menyusun kerangka tim untuk kompetisi musim depan sejak beberapa bulan lalu.
“Saya masih di sini. Saya punya kontrak dua tahun. Saya sudah mempersiapkan manajemen tim untuk musim depan agar Bhayangkara menjadi lebih kuat dan lebih keras,” ujarnya.
2. Musim yang bagus

Menurut Munster, posisi lima musim ini menjadi modal penting untuk membangun mental tim. Ia ingin Bhayangkara terus berkembang dan mampu bersaing lebih tinggi di papan klasemen musim depan.
“Sekarang kita berada di posisi lima, jadi kami harus melangkah lebih tinggi lagi,” ucapnya.
3. Apresiasi suporter

Tak hanya bicara soal evaluasi tim, Munster juga menyempatkan diri memberi apresiasi kepada suporter Lampung yang dinilainya punya peran besar sepanjang musim ini.
Ia menyebut, dukungan fans menjadi energi tambahan bagi para pemain di lapangan. “Mereka sangat bagus musim ini. Mereka adalah pemain ke-12 kami,” tambahnya.
Sementara itu, pemain Bhayangkara, Wahyu Subo Seto, mengatakan kemenangan besar itu menjadi penutup sempurna untuk perjalanan panjang tim di Liga 1 musim ini.
“Kita semua senang karena target terpenuhi. Kemarin saya bicara clean sheet, dan hari ini kita clean sheet serta mencetak tujuh gol,” kata Subo.
3. Perbedaan kualitas

Di kubu lawan, pelatih PSBS Biak, Marian Mihail mengakui pertandingan kontra Bhayangkara menjadi gambaran keras soal persaingan sepak bola modern. Ia menilai, perbedaan kualitas pemain asing sangat terasa dalam pertandingan tersebut.
“Pertandingan hari ini membuka kenyataan. Ada perbedaan antara tim yang memiliki pemain asing dan tim yang hanya mengandalkan pemain lokal muda,” ujarnya.
4. Pelatih optimistis masa depan PSBS Biak

Meski kalah telak, Mihail tetap optimistis dengan masa depan PSBS Biak. Ia mengatakan beberapa laga terakhir sengaja dimanfaatkan untuk memberi pengalaman kepada pemain muda dan talenta lokal asal Biak.
“Kami ingin membangun tim dengan identitas yang jelas dan semangat dari Biak. Dalam dua atau tiga tahun ke depan, kami bisa menjadi tim yang jauh lebih baik,” katanya.

















