Paul Munster Sebut Mental Jadi Kunci Bhayangkara Tekuk Madura United

- Bhayangkara Presisi Lampung FC menang 3-1 atas Madura United setelah sempat tertinggal, dengan gol dari Ryo Matsumura, Henry Doumbia, dan Moussa Sidibe.
- Pelatih Paul Munster menilai mental kuat pemain jadi kunci kebangkitan tim serta momentum penting untuk kembali ke jalur kemenangan setelah hasil buruk sebelumnya.
- Pelatih sementara Madura United, Rakhmad Basuki, mengakui kehilangan pengatur serangan membuat timnya kehilangan keseimbangan dan Bhayangkara tampil lebih efektif memanfaatkan peluang.
Bandar Lampung, IDN Times - Bhayangkara Presisi Lampung FC berhasil menang dari Madura United dengan skor meyakinkan 3-1 pada pekan ke-32 Super League Indonesia di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (11/5/2026) malam.
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster menilai, mental pemain menjadi faktor penting meraih kemenangan tersebut.
Pasalnya, Bhayangkara sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Jordy Wehrmann. Namun tuan rumah berhasil bangkit dan membalikkan keadaan melalui gol Ryo Matsumura, Henry Doumbia dan Moussa Sidibe.
1. Paul Munster puas respons pemain

Munster mengaku kecewa timnya kebobolan cepat di babak pertama. Namun ia menilai para pemain mampu menunjukkan karakter dan mental yang kuat hingga akhirnya meraih kemenangan.
“Gol cepat kami kecewa, tapi kami berusaha memperbaikinya dan mengevaluasi tiap saat. Yang paling penting mental ini positif bagi tim hingga bisa mengatasinya,” katanya usai pertandingan.
Ia menyebut, pertandingan berjalan keras karena Madura United juga datang dengan motivasi tinggi demi bertahan di kompetisi.
“Ini laga yang sangat berat dan keras. Madura berjuang untuk tetap berada di liga dan melakukan perlawanan baik,” ujarnya.
Menurut Munster, kemenangan tersebut menjadi momen penting untuk membawa Bhayangkara kembali ke jalur kemenangan setelah hasil buruk dalam beberapa laga sebelumnya.
“Kami berusaha kembali ke jalur yang benar untuk selalu meraih kemenangan. Bermain di Liga 1 semua pertandingan menjadi sulit dan keras,” lanjut dia.
2. Madura United akui kehilangan pengatur serangan

Sementara caretaker Madura United, Rakhmad Basuki mengakui timnya kehilangan keseimbangan permainan setelah kehilangan pemain yang berperan mengatur serangan.
“Kita kehilangan pemain terlalu cepat, kita kehilangan pemain yang bisa mengatur serangan (Iran Junior). Saya sudah prediksi tinggal menunggu waktu untuk Bhayangkara mencetak gol,” katanya.
Meski kalah, Rakhmad tetap mengapresiasi perjuangan para pemain Madura United yang dinilai tampil penuh semangat sepanjang laga.
“Pertama saya ucapkan selamat kepada Bhayangkara, mereka bermain spartan. Saya apresiasi pemain saya yang bermain penuh semangat,” ucapnya.
3. Madura United nilai Bhayangkara tampil efektif

Rakhmad menyebut, timnya sebenarnya sudah mencoba mengantisipasi pola permainan Bhayangkara. Namun kelengahan kecil membuat tim tuan rumah mampu memanfaatkan peluang menjadi gol.
“Cara-cara mereka sudah kita berusaha antisipasi, namun inilah sepak bola, kita tidak bisa lengah sedikit saja,” tuturnya.
















