Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Puasa Bukan Halangan, Pemain Bhayangkara FC Jaga Pola Makan
Bhayangkara Presisi Lampung FC saat latihan di Stadion Sumpah Pemuda. (IDN Times/Muhaimin)
  • Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC tetap menjaga performa selama Ramadan dengan menyesuaikan jadwal latihan agar tidak mengganggu ibadah puasa.
  • Latihan utama dilakukan pada malam hari, sementara siang hari digunakan untuk pemulihan ringan demi menjaga kondisi fisik pemain.
  • Para pemain merasa nyaman berlatih di malam hari dan tidak mengalami kendala berarti, hanya perlu disiplin dalam mengatur pola makan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Para pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC menyesuaikan jadwal latihan selama bulan Ramadan agar tetap menjaga performa meski menjalankan ibadah puasa.
  • Who?
    Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC, termasuk penjaga gawang Aqil Savik dan penyerang Dendy Sulistyawan, bersama tim pelatih klub tersebut.
  • Where?
    Kegiatan latihan berlangsung di Bandar Lampung, tempat markas Bhayangkara Presisi Lampung FC beraktivitas selama bulan Ramadan.
  • When?
    Penyesuaian jadwal latihan dilakukan selama bulan Ramadan, dengan keterangan disampaikan pada Senin, 9 Maret 2026.
  • Why?
    Perubahan dilakukan agar pemain yang berpuasa dapat menjaga kondisi fisik dan pola makan tanpa mengganggu waktu ibadah maupun pemulihan tubuh.
  • How?
    Latihan utama dipindahkan ke malam hari setelah berbuka puasa, sementara siang hari digunakan untuk latihan ringan dan pemulihan kondisi pemain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Para pemain Bhayangkara FC tetap latihan walau sedang puasa. Mereka latihan malam hari setelah buka puasa, supaya kuat dan tidak capek. Siang hari cuma latihan ringan saja. Kiper namanya Aqil bilang mereka harus jaga makan biar tetap sehat. Pemain lain, Dendy, juga bilang sekarang semua sudah terbiasa dan baik-baik saja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Bulan ramadan tak menjadi penghalang bagi para pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC untuk tetap menjaga performa.

Tim hanya melakukan penyesuaian jadwal latihan agar para pemain yang menjalankan puasa tetap bisa menjaga kondisi fisik.

Penjaga gawang Bhayangkara FC, Aqil Savik, mengatakan selama Ramadan para pemain lebih banyak menjalani latihan utama pada malam hari.

"Sementara pada siang hari, tim hanya melakukan latihan ringan untuk pemulihan kondisi saja," katanya, Senin (9/3/2026).

1. Pola makan kunci

Penjaga gawang Bhayangkara Presisi Lampung FC, Aqil Savik. (IDN Times/Muhaimin)

Menurut Aqil, perubahan jadwal tersebut membuat jarak antara waktu makan dan latihan menjadi lebih singkat. Karena itu, para pemain harus lebih disiplin mengatur pola makan selama ramadan.

“Kalau siang biasanya recovery saja, latihan utama malam. Bedanya waktu makan dan latihan jadi sangat dekat, jadi kami harus persiapan latihan dulu, setelah selesai baru makan,” katanya.

2. Suasana berbeda

Bhayangkara Presisi Lampung FC saat latihan di Stadion Sumpah Pemuda. (IDN Times/Muhaimin)

Meski begitu, Aqil justru merasa menjalani latihan saat puasa memberikan suasana yang berbeda. Ia menilai atmosfer latihan di malam hari terasa lebih nyaman dibanding hari biasa.

“Sebetulnya lebih enak puasa. Mungkin karena saya sendiri puasa, jadi vibe latihan malam hari terasa berbeda,” ujarnya.

3. Tak ada kendala

Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC, Dendy Sulistyawan. (IDN Times/Muhaimin)

Hal senada juga disampaikan penyerang Bhayangkara Presisi Lampung FC, Dendy Sulistyawan. Ia menyebut para pemain tidak mengalami kendala saat menjalani puasa di tengah kompetisi.

Menurut Dendy, perubahan hanya terjadi pada waktu latihan yang biasanya digelar sore hari. Selama ramadan, latihan dipindahkan ke malam hari setelah para pemain berbuka puasa.

“Kalau hari biasa latihan sore, tapi saat ramadan jadi malam hari. Tidak ada kesulitan, berjalan dengan baik. Awal-awal puasa saja penyesuaian, sekarang sudah terbiasa,” jelasnya.

Editorial Team