Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Spot Panjat Tebing di Lampung, dari Kampus hingga Pantai
ilustrasi pria panjat tebing (unsplash.com/Vincenzo Di Giorgi)
  • Olahraga panjat tebing di Lampung mulai berkembang dengan hadirnya berbagai spot latihan, dari fasilitas kampus hingga tebing alam yang menarik bagi komunitas pecinta alam dan atlet lokal.
  • Beberapa kampus seperti Politeknik Tunas Garuda, UIN Raden Intan, Unila, dan Itera menyediakan papan panjat tebing aktif digunakan mahasiswa untuk latihan teknik dasar hingga pembinaan atlet muda.
  • Tebing MR 45 di Kalianda menjadi satu-satunya spot panjat tebing alam resmi di Lampung, menawarkan sensasi memanjat sambil menikmati panorama pantai dengan fasilitas keselamatan lengkap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Olahraga panjat tebing di Lampung memang belum sepopuler aktivitas outdoor lain seperti mendaki gunung, camping, ataupun susur pantai. Meski begitu, bukan berarti provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai ini tidak memiliki spot menarik untuk menyalurkan hobi olahraga ekstrem tersebut.

Di beberapa daerah di Lampung, ternyata ada sejumlah papan panjat tebing hingga tebing alam yang biasa digunakan komunitas pecinta alam dan atlet climbing untuk latihan rutin. Mulai dari fasilitas yang berada di area kampus hingga tebing alami dengan panorama pantai yang indah, semuanya menawarkan pengalaman berbeda bagi para pencinta adrenalin.

Bagi kamu yang penasaran ingin mencoba olahraga panjat tebing, berikut IDN Times rangkum lima spot panjat tebing di Lampung bisa jadi pilihan untuk latihan sekaligus mencari pengalaman baru.

1. Papan panjat tebing Politeknik Tunas Garuda jadi pusat latihan di Tubaba

Aksi salah satu pemanjat pada Kejurprov Panjat Tebing Kelompok Umur Kalimantan Timur tahun 2025 di Arena Panjat Tebing Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome. (IDN Times/Erik Alfian)

Berlokasi di Kabupaten Tulang Bawang Barat, papan panjat tebing milik Politeknik Tunas Garuda menjadi salah satu fasilitas climbing cukup dikenal di wilayah tersebut. Tempat ini bahkan disebut sebagai satu-satunya fasilitas panjat tebing aktif mendukung kegiatan olahraga sekaligus pembinaan atlet panjat tebing di Tubaba.

Di lokasi ini tersedia dua papan panjat tebing dengan tingkat kesulitan berbeda. Jalur disediakan memungkinkan pemula maupun mereka yang sudah terbiasa climbing tetap bisa berlatih sesuai kemampuan masing-masing.

Selain digunakan mahasiswa, fasilitas ini juga kerap dimanfaatkan komunitas pecinta alam dan atlet lokal untuk latihan rutin. Kehadiran papan panjat ini pun menjadi salah satu sarana penting dalam memperkenalkan olahraga panjat tebing kepada anak muda di Tulang Bawang Barat.

2. Papan panjat tebing UIN Raden Intan Lampung jadi markas latihan UKM Maharipal

ilustrasi panjat tebing (pexels.com/Allan Mas)

Papan panjat tebing di area kampus UIN Raden Intan Lampung menjadi salah satu spot latihan cukup aktif digunakan mahasiswa. Fasilitas ini dikelola langsung oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Maharipal, organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang pecinta alam dan kegiatan outdoor.

Lokasinya berada di dalam area kampus sehingga cukup mudah dijangkau mahasiswa jika ingin belajar teknik dasar panjat tebing. Tempat ini juga sering digunakan sebagai ruang latihan rutin bagi anggota UKM maupun mahasiswa jika tertarik dengan olahraga ekstrem.

Tak hanya untuk latihan fisik, papan panjat ini juga menjadi tempat pembelajaran teknik keselamatan, penggunaan alat climbing, hingga pengenalan dasar-dasar olahraga panjat tebing bagi pemula. Suasana kampus yang ramai membuat tempat ini terasa lebih santai dan nyaman untuk belajar.

3. Papan panjat tebing Mahusa Unila dikenal luas di kalangan mahasiswa

Ilustrasi pria panjat tebing (pexels.com/ShotPot)

Mahusa Unila menjadi salah satu nama cukup familiar di kalangan komunitas pecinta alam mahasiswa di Lampung. Papan panjat tebing ini berada di area Fakultas Hukum Universitas Lampung dan sudah lama digunakan sebagai tempat latihan rutin.

Spot ini dikenal aktif menjadi lokasi latihan teknik dasar hingga pengembangan kemampuan climbing bagi mahasiswa maupun komunitas outdoor. Tidak sedikit anggota organisasi pecinta alam kampus memanfaatkan fasilitas tersebut untuk meningkatkan kemampuan fisik dan teknik memanjat.

Karena cukup populer di lingkungan mahasiswa, suasana latihan di tempat ini biasanya terasa hidup, terutama saat sore hari atau akhir pekan. Selain untuk olahraga, papan panjat Mahusa Unila juga sering menjadi tempat berkumpul komunitas pecinta alam untuk berdiskusi maupun mengadakan kegiatan bersama.

4. Papan panjat tebing Itera cocok untuk pemula

ilustrasi panjat tebing (unsplash.com/rachel)

Institut Teknologi Sumatra (Itera) juga memiliki fasilitas papan panjat tebing cukup sering digunakan komunitas pecinta alam kampus. Lokasinya berada di area kampus dan menjadi salah satu tempat latihan outdoor mahasiswa.

Menariknya, papan panjat di Itera memiliki tingkat kesulitan relatif ramah untuk pemula. Karena itu, tempat ini cocok bagi orang yang baru pertama kali mencoba olahraga panjat tebing dan ingin belajar teknik dasar secara perlahan.

Selain digunakan mahasiswa, fasilitas ini juga cukup aktif dipakai dalam berbagai kegiatan komunitas outdoor maupun latihan bersama. Lingkungan kampus yang luas membuat suasana latihan terasa nyaman, apalagi bagi pemula yang masih ingin beradaptasi dengan olahraga ekstrem satu ini.

5. Tebing MR 45 Kalianda tawarkan sensasi climbing di pinggir pantai

ilustrasi panjat tebing atau rock climbing (pexels.com/Becerra Govea Photo)

Berbeda dengan spot sebelumnya yang berada di area kampus, Tebing MR 45 di Kalianda menawarkan pengalaman panjat tebing langsung di alam terbuka. Tempat ini dikenal sebagai satu-satunya spot panjat tebing alam di Lampung yang sudah dikelola secara resmi serta memiliki izin.

Lokasinya berada di pinggir pantai sehingga menyuguhkan panorama laut indah dengan angin sejuk khas pesisir. Sensasi memanjat sambil menikmati pemandangan pantai menjadi daya tarik utama tempat ini dibanding spot climbing lainnya di Lampung.

Selain panorama alamnya, Tebing MR 45 juga sudah dilengkapi berbagai peralatan keselamatan untuk mendukung aktivitas climbing dengan lebih aman. Tak heran jika tempat ini sering menjadi tujuan komunitas pecinta alam maupun pencinta olahraga ekstrem jika ingin merasakan pengalaman panjat tebing berbeda di Lampung.

Editorial Team

Related Article