Kondisi Perairan Lampung 18 September 2026, Diintai Gelombang Tinggi

- Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung berstatus gelombang tinggi pada 18 September 2026, dengan gelombang di Perairan Barat sekitar 2,4–2,6 meter.
- Angin hingga 20 knot dan hembusan maksimum 25 knot perlu diwaspadai kapal kecil, nelayan, kapal wisata, serta pengguna pelayaran di wilayah barat, selatan, dan Teluk Lampung.
- Teluk Lampung mengalami gelombang sedang, terutama bagian selatan, sementara Perairan Timur Lampung relatif tenang dengan gelombang 0,6–0,8 meter dan angin 5–7 knot.
Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi perairan Lampung, Jumat (18/9/2026) masih perlu diwaspadai, terutama di sisi barat dan selatan. Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung masuk kategori gelombang tinggi,
Sedangkan Teluk Lampung bagian selatan dan utara berada pada kategori sedang. Sebaliknya, Perairan Timur Lampung relatif tenang dengan gelombang sekitar 0,6–0,8 meter.
Untuk nelayan dengan kapal kecil, kapal wisata, dan pengguna jasa pelayaran di sekitar Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan Lampung, dan Teluk Lampung bagian Selatan, kondisi angin hingga 20 knot serta gelombang tinggi di laut terbuka perlu menjadi perhatian. BMKG juga mengingatkan pengguna jasa pelayaran untuk memantau kondisi cuaca dan gelombang sebelum beraktivitas di laut.
Berikut IDN Times sajikan kondisi perairan Lampung hari ini.
1. Perairan Barat Lampung

ilustrasi gelombang pasang (unsplash.com/Jeremy Bishop) Ini menjadi salah satu kawasan yang perlu paling diwaspadai. Data BMKG untuk 18 September menunjukkan gelombang sekitar 2,6 meter pada dini hari, kemudian berada di kisaran 2,4–2,5 meter sepanjang siang hingga malam.
Angin berembus dari tenggara hingga selatan sekitar 11–15 knot, dengan hembusan maksimum yang dapat mencapai 25 knot. Kondisi laut pada dini hari hingga pagi juga diprakirakan berkabut atau berawan tebal.
2. Selat Sunda Selatan Lampung

Ilustrasi gelombang tinggi (Pexels.com/George Desipris) Selat Sunda bagian selatan juga masuk kategori gelombang tinggi. Kawasan ini perlu menjadi perhatian bagi kapal kecil, nelayan tradisional, kapal wisata, maupun masyarakat yang melakukan aktivitas di laut.
Sebelumnya BMKG memperkirakan gelombang di kawasan ini dapat mencapai sekitar 3 meter, sehingga pengguna jasa pelayaran tetap perlu memperhatikan pembaruan kondisi laut sebelum berangkat.
3. Teluk Lampung

ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Виктор Соломоник) Berbeda dengan perairan barat, kondisi di Teluk Lampung relatif lebih rendah, tetapi bagian selatan Teluk Lampung masih masuk kategori gelombang sedang.
BMKG juga mencatat angin terkuat berada di sekitar kawasan Teluk Lampung bagian selatan. Karena itu, meski tidak setinggi Perairan Barat dan Selat Sunda Selatan, aktivitas kapal kecil tetap perlu memperhatikan kondisi angin dan gelombang.
4. Perairan Timur Lampung

ilustrasi gelombang laut (unsplash.com/splashabout) Kondisinya jauh lebih tenang. Untuk Perairan Timur Lampung bagian Selatan, BMKG memprakirakan gelombang hanya sekitar 0,6 meter pada pagi hingga siang, kemudian meningkat perlahan menjadi sekitar 0,7–0,8 meter sore hingga malam.
Angin berada di kisaran 5–7 knot, sehingga wilayah ini relatif lebih kondusif dibandingkan perairan barat dan selatan Lampung.
5. Data lengkap kondisi perairan
Wilayah Perairan
Kondisi Gelombang
Tinggi Gelombang
Angin
Perairan Barat Lampung
Tinggi
2,4–2,6 meter
Tenggara–Selatan, 11–15 knot
Selat Sunda Selatan Lampung
Tinggi
hingga sekitar 3 meter
Tenggara–Barat Daya
Teluk Lampung Bagian Selatan
Sedang
sekitar 1,25–2,5 meter
Tenggara–Barat Daya
Teluk Lampung Bagian Utara
Sedang
sekitar 1,25–2,5 meter
Bervariasi
Selat Sunda Utara
Rendah–sedang
sekitar 0,5–1,25 meter
Bervariasi
Perairan Timur Lampung Bagian Selatan
Rendah
0,6–0,8 meter
Timur–Barat, sekitar 5–7 knot

















