Pemprov, Polda dan Pertamina Sidak SPBU Balam: Pasokan BBM Ditambah

- Pemprov Lampung, Polda Lampung, dan Pertamina Patra Niaga melakukan sidak di tiga SPBU Bandar Lampung untuk memastikan penyaluran BBM, barcode, nomor polisi, dan kuota berjalan sesuai ketentuan.
- Pertamina menaikkan rata-rata pasokan BBM Lampung menjadi sekitar 2.800 KL per hari pada September 2026, bertambah 300 KL dari rata-rata 2.500 KL per hari sebelumnya.
- Pertamina berkoordinasi dengan pengelola SPBU menyiapkan marshal untuk menertibkan antrean kendaraan, sementara pengawasan distribusi dan penindakan terhadap dugaan penyimpangan terus dilakukan.
Bandar Lampung, IDN Times - Antrean kendaraan masih terus terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bandar Lampung dan menjadi perhatian Pemprov Lampung, Polda Lampung dan PT Pertamina Patra Niaga.
Bahkan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Tipitder Ditreskrimsus) Polda Lampung dan PT Pertamina Patra Niaga mengecek langsung dan inspeksi mendadak ke sejumlah SPBU di Bandar Lampung, Rabu (16/9/2026).
Tujuannya, memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas kendaraan di sejumlah SPBU.
1. Apa saja yang dipantau?

Dinas ESDM Provinsi Lampung, Tipitder Ditreskrimsus Polda Lampung dan PT Pertamina Patra Niaga inspeksi mendadak ke sejumlah SPBU di Bandar Lampung, Rabu (16/9/2026). (Dok. PPN Sumbagsel). Sidak menyasar tiga SPBU secara acak yakni di SPBU 24.352.42 di Jalan Diponegoro, SPBU 21.351-05 di kawasan Pasar Kangkung, dan SPBU 24.352.44 di Jalan Gatot Subroto. "Pemantauan mencakup proses pengisian BBM, penggunaan barcode, kesesuaian nomor polisi dengan kendaraan, serta penerapan kuota," kata Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Budhi Darmawan.
Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Lampung, AKBP Yustam Dwi Heno menambahkan, pengawasan terhadap penyaluran BBM akan terus dilakukan bersama pihak terkait. “Apabila dalam pelaksanaannya ditemukan adanya penyimpangan yang mengarah pada tindak pidana, tentunya akan kami telusuri dan tindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Yustam.
2. Pasokan BBM ditambah 300 KL per hari

Antrean di SPBU Sukabumi, Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin) Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan, pihaknya juga memperkuat pasokan BBM ke wilayah Lampung. September 2026, rata-rata pasokan BBM ditingkatkan sekitar 300 kiloliter (KL) per hari, dari sebelumnya sekitar 2.500 KL per hari pada periode Mei–Agustus menjadi sekitar 2.800 KL per hari.
"Peningkatan pasokan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kebutuhan di lapangan. Dari sisi ketahanan stok, persediaan BBM di terminal berada dalam kondisi aman. Penerimaan pasokan melalui kapal serta operasional distribusi terus berjalan untuk menjaga kesinambungan penyaluran ke SPBU," ujarnya.
3. Perkuat pengaturan antrean di SPBU

Antrean panjang terlihat di SPBU Pertamina 24.351-30 Soekarno-Hatta (Bypass), Selasa (15/9/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna). Rusminto menyatakan, selain penguatan pasokan, Pertamina juga berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk meningkatkan pengaturan antrean. Salah satunya melalui penyiapan marshal SPBU yang membantu mengatur kendaraan agar antrean lebih tertib dan meminimalkan dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU.
“Pertamina terus memperkuat pasokan sekaligus meningkatkan pengawasan dan pelayanan di lapangan. Kami bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terus memantau kondisi SPBU agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan antrean dapat dikelola dengan lebih tertib,” ujar dia.
Rusminto memastikan, penguatan pasokan, optimalisasi distribusi, dan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM di Provinsi Lampung. Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukan.Informasi maupun pengaduan terkait layanan dan produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.




















