Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Upaya Tekan Kematian Jemaah Haji, Pemerintah Perketat Skrining

Upaya Tekan Kematian Jemaah Haji, Pemerintah Perketat Skrining
ilustrasi haji (unsplash.com/ekrem osmanoglu)
Intinya Sih
  • Pemerintah memperketat skrining kesehatan jemaah haji sebagai evaluasi dari penyelenggaraan tahun sebelumnya untuk menekan angka kematian.
  • Data menunjukkan 19 jemaah asal Lampung meninggal pada musim haji 2025, menjadi dasar penguatan layanan kesehatan dan mitigasi risiko perjalanan panjang.
  • Langkah ini diharapkan memastikan seluruh jemaah berangkat dan pulang dalam kondisi sehat, sekaligus menurunkan angka kematian pada musim haji berikutnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times – Pemerintah terus berupaya menekan angka kematian jemaah haji dengan memperketat proses pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Haji dan Umrah Kementerian Haji, Puji Raharjo, mengatakan, skrining kesehatan jemaah sebenarnya sudah berjalan cukup ketat.

Namun ke depan, penguatan akan terus dilakukan agar hanya jemaah yang benar-benar memenuhi kriteria kesehatan yang diberangkatkan.

“Kita akan evaluasi untuk meningkatkan pemeriksaan pra-keberangkatan sehingga hanya jemaah yang betul-betul memenuhi kriteria yang berangkat,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

1. Belajar dari angka kematian tahun lalu

IMG-20260426-WA0016.jpg
Direktur Jenderal Bina Haji dan Umrah Kementerian Haji, Puji Raharjo. (IDN Times/Muhaimin)

Upaya ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Kementerian Agama Provinsi Lampung, pada musim haji 2025 tercatat sekitar 19 jemaah asal Lampung meninggal dunia.

"Angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan haji," ujarnya.

2. Perjalanan panjang jadi faktor risiko

ilustrasi jamaah melaksanakan ibadah haji
ilustrasi jamaah melaksanakan ibadah haji (pexels.com/Fahad Puthawala)

Puji menyoroti durasi perjalanan haji yang cukup panjang, bahkan bisa hampir 24 jam. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor risiko, terutama bagi jemaah lanjut usia atau yang memiliki penyakit penyerta.

"Karena itu, pemerintah melakukan berbagai mitigasi sejak sebelum keberangkatan, termasuk memastikan kondisi fisik jemaah benar-benar siap," jelasnya.

3. Target jemaah berangkat dan pulang sehat

IMG-20260426-WA0012.jpg
Jemaah haji Lampung yang hendak berangkat ke Tanah Suci. (IDN Times/Muhaimin)

Pemerintah berharap, seluruh jemaah haji Indonesia bisa menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.

“Harapan kita agar jemaah haji berangkat sehat, kembali sehat, dan menjadi haji yang mabrur,” kata Puji.

Pengetatan skrining ini, pemerintah optimistis angka kematian jemaah haji, khususnya dari Lampung, dapat ditekan pada penyelenggaraan haji tahun berikutnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More