Bandar Lampung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandar Lampung memilih pendekatan “jemput bola” menekan kasus Tuberkulosis. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), penanganan kini tak hanya fokus pada pengobatan, tapi juga pelacakan ketat hingga ke tingkat kelurahan.
Kepala Dinkes Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, mengatakan pihaknya kini mengandalkan data pasien berbasis nama dan alamat (by name by address).
Ia menyampaikan, strategi ini dinilai efektif untuk memastikan pasien tidak putus obat sekaligus mempermudah pelacakan kontak erat.
“Dengan data detail, kami bisa pastikan pasien terpantau dan pengobatan berjalan sampai tuntas,” katanya, Senin (27/4/2026).
