Sebelum Berakhir, Ini yang Bikin Tubaba Art Festival Layak Ditonton

Tubaba Art Festival akan menggelar edisi pamungkas pada 7 November 2026 di Kota Budaya Uluan Nughik, Panaragan, setelah membangun ruang seni selama sekitar sepuluh tahun.
Sejak 2023, festival ini empat kali berturut-turut masuk Karisma Event Nusantara dan menjadi panggung karya anak-anak serta remaja dari Sekolah Seni Tubaba.
Tanpa dukungan Pemkab Tulang Bawang Barat, panitia mengandalkan gerakan Sahabat Tubaba; menjelang acara, masih dibutuhkan dana publik sebesar Rp57 juta.
Tulangbawang Barat, IDN Times - Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar untuk membangun sebuah ruang seni. Namun, perjalanan Tubaba Art Festival (TAF) di Tulang Bawang Barat akan segera berakhir tahun ini.
Festival yang sudah empat kali masuk agenda Karisma Event Nusantara (KEN) tersebut bakal menggelar edisi pamungkas pada 7 November 2026 di Kota Budaya Uluan Nughik, Panaragan.
Kalau kamu belum pernah datang, TAF 2026 bisa jadi momen yang sayang dilewatkan. Ada cerita panjang tentang seni, kreativitas anak-anak, hingga perjalanan budaya Tubaba di balik festival ini.
Penasaran apa saja yang membuatnya menarik? Berikut IDN Times ramgkum selengkapnya.
1. Empat tahun berturut-turut masuk Karisma Event Nusantara

Tubaba Art festival. (Instagram/tubabaartfestival) TAF bukan sekadar festival seni lokal. Sejak 2023, festival ini konsisten terpilih dalam Karisma Event Nusantara (KEN), program unggulan Kementerian Pariwisata yang menghadirkan berbagai event daerah dari seluruh Indonesia.
Pada 2024 dan 2025, TAF kembali masuk dalam daftar tersebut. Tahun 2026 menjadi tahun keempat secara berturut-turut festival ini terpilih, sekaligus menjadi bagian dari 125 event KEN yang berasal dari 38 provinsi.
Pencapaian ini menunjukkan festival yang tumbuh dari ruang kebudayaan daerah juga punya tempat di panggung pariwisata nasional.
2. Jadi panggung kreativitas anak-anak Tubaba

Potret Tubaba Art Festival ke-8 2024 di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Dok/Humas Pemprov Lampung) Ada cerita menarik di balik penyelenggaraan TAF, yakni perjalanan pendidikan seni anak-anak dan remaja melalui Sekolah Seni Tubaba. Selama sekitar sepuluh tahun, mereka mendapat ruang untuk belajar berbagai bidang seni, mulai dari seni rupa, musik, teater, tari, hingga vokal.
Hasil belajar tersebut gak hanya disimpan di ruang kelas. Anak-anak juga berkesempatan menunjukkan kreativitas dan karya mereka kepada masyarakat melalui festival.
Pada acara TAF 2026, persiapan karya bersama anak-anak Tubaba bahkan sudah dimulai sejak April. Jadi, festival ini juga menjadi momen untuk melihat hasil proses belajar dan kreativitas mereka selama mengikuti pendidikan seni.
3. Digelar mengandalkan dukungan penonton

ilustrasi biaya operasional (Kaboompics.com/pexels.com) Ada tantangan tersendiri di balik penyelenggaraan TAF 2026. Sekolah Seni Tubaba selaku penyelenggara menyatakan tidak mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk festival tahun ini. Meski begitu, panitia tetap berupaya agar edisi terakhir TAF bisa terlaksana.
Salah satu caranya melalui gerakan Sahabat Tubaba dengan gagasan "Semua Penonton adalah Sponsor". Lewat gerakan ini, masyarakat diajak ikut menjadi bagian dari keberlangsungan festival melalui dukungan dana publik.
Bahkan, menjelang pelaksanaan pada 7 November 2026, panitia masih membutuhkan dana sebesar Rp57 juta. Jadi, kehadiran penonton tahun ini punya arti lebih.
Selain menikmati festival, masyarakat juga bisa ikut mendukung keberlangsungan ruang seni dan budaya yang telah tumbuh selama sepuluh tahun di Tubaba.























