Penampakan satelit Lampung-1 hasil kerjasama antara Pemprov Lampung dengan Perusahaan teknologi antariksa asal China STAR.VISION. (Dok. Pemprov Lampung).
STAR.VISION menyampaikan, misi ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama antariksa internasional dengan membawa dua satelit utama, yakni Lampung-1 dan Samarkand 2028.
Perusahaan tersebut juga mengajak publik mengikuti perkembangan terbaru menjelang peluncuran (liftoff). Dalam unggahan yang sama, STAR.VISION turut menandai Pemerintah Provinsi Lampung, BRIN Indonesia, dan Uzcosmos Uzbekistan sebagai bagian dari kolaborasi atau pihak yang terlibat dalam misi tersebut.
STAR.VISION menjelaskan, Lampung-1 dikembangkan melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Satelit ini dirancang untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi kelautan, memperkuat tata kelola lingkungan, serta mendorong kolaborasi industri di Provinsi Lampung.
Sementara itu, satelit Samarkand 2028 dikembangkan bersama Uzbekistan untuk mendukung pemantauan ekologi regional dan pengembangan inovasi teknologi. Kedua satelit tersebut dibekali teknologi pencitraan hiperspektral multi-band yang dipadukan dengan komputasi kecerdasan buatan (AI) di dalam satelit.
Teknologi ini memungkinkan pemrosesan data dilakukan langsung di orbit sehingga menghasilkan informasi yang lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih mudah diakses oleh berbagai pengguna.