Rektor ITERA Dorong Mahasiswa Berkiprah ke Luar Negeri

- Rektor ITERA mendorong mahasiswa mencari pengalaman di luar negeri untuk bersaing secara global.
- ITERA memperkuat pembelajaran bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, dalam kurikulum kampus.
- Institusi tersebut aktif membangun kerja sama dengan berbagai institusi luar negeri dan mendorong mahasiswanya untuk mengikuti program internasional.
Lampung Selatan, IDN Times – Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA), I Nyoman Pugeg Aryantha, mendorong agar mahasiswa ITERA berani mencari pengalaman di luar negeri.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya memperluas wawasan lulusan agar mampu bersaing secara global.
“ITERA memang dibentuk untuk membangun Sumatera, tapi jangan lupa, kampus ini juga bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan jumlah sarjana sains, teknologi, dan matematika. Rasio ini sangat menentukan percepatan pembangunan, sebagaimana pakem negara maju,” katanya usai melantik wisudawan ITERA, Sabtu (26/4/2025).
Ia menyebut, tren dunia saat ini sudah sangat cair, tanpa batasan nasional. Oleh karena itu, ia menekankan, lulusan ITERA tidak hanya harus memiliki kualitas lokal, tetapi juga berani mengambil peran di tingkat global.
1. Bahasa asing jadi fokus pengembangan

Untuk mendukung misi tersebut, ITERA memperkuat pembelajaran bahasa asing di lingkungan kampus.
“Bahasa, terutama Bahasa Inggris, harus menjadi kebiasaan di kampus ini. Itu akan dimasukkan ke dalam kurikulum,” tuturnya.
Pugeg menambahkan, literasi berbahasa asing menjadi penting karena banyak sumber bacaan dan informasi ilmiah internasional tersedia dalam bahasa Inggris.
2. Jaringan internasional semakin luas

Dalam beberapa tahun terakhir, ITERA juga aktif membangun kerja sama dengan berbagai institusi luar negeri.
“Kami sudah melakukan engagement ke Korea, Jepang, Thailand, dan Tiongkok. Bahkan beberapa mahasiswa kami sudah berkiprah di Eropa dan Australia,” jelasnya.
Pugeg menyebut, meski usia ITERA baru 11 tahun, alumni kampus ini sudah mulai menunjukkan kiprah di berbagai bidang di tingkat informasi internasional, dari pertambangan hingga teknologi.
Rektor juga mendorong mahasiswanya untuk mengikuti berbagai program dan kompetisi internasional.
“Kita membuka banyak jalur, termasuk beasiswa dan program pertukaran pelajar. Mahasiswa kami bahkan ada yang berkesempatan melanjutkan studi di Taiwan dan Amerika,” tambahnya.
3. Berpikir global, tetap membawa identitas

Meski mendorong mahasiswa berkiprah di dunia internasional, Pugeg menekankan pada akhirnya, alumni ITERA tetap diharapkan berkontribusi untuk tanah air.
“Bagaimanapun juga, orang akan kembali ke asalnya. Tapi, dengan pengalaman global, mereka bisa memberikan dampak yang lebih besar bagi pembangunan bangsa,” tuturnya.



















