SNBT 2025 ITERA Tembus 3.166 Peserta

- Jumlah peserta SNBT ITERA tahun 2025 naik dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 3.166 peserta.
- Rata-rata peserta per sesi ujian UTBK berkisar di angka 700, dengan langkah mitigasi teknis dan help desk yang disiapkan oleh ITERA.
- Peserta yang tidak hadir dianggap gugur, namun keterlambatan masih bisa ditoleransi dengan rata-rata 10 peserta terlambat di setiap sesi.
Lampung Selatan, IDN Times – Jumlah peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 yang memilih lokasi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Ketua PMB ITERA, Abdul Rajak, menyebut total ada 3.166 peserta yang terdaftar mengikuti tes di kampus tersebut. “Angka ini naik dibanding tahun lalu yang hanya di kisaran 2.900 sampai 3.000 peserta,” ujarnya, Rabu (24/4/2025).
1. 790 peserta setiap sesinya

Rajak menyampaikan, setiap harinya, peserta dibagi ke dalam beberapa sesi. Pada hari kedua sesi ketiga, terdaftar 790 peserta, namun yang hadir hanya 736.
Sementara sesi keempat diikuti oleh 701 peserta. Menurut Rajak, rata-rata peserta per sesi berkisar diangka 700, menyesuaikan dengan jumlah komputer yang tersedia. "Setiap sesinya berjumlah 790 peserta yang ikut dalam ujian UTBK," katanya.
2. Mitigasi kendala teknis

Untuk mengantisipasi berbagai kendala teknis, ITERA telah menyiapkan langkah mitigasi. “Kami sudah siapkan genset sebagai cadangan listrik dan juga berkoordinasi dengan PLN. Untuk jaringan, kami gunakan koneksi fiber optik,” jelas Rajak.
ITERA juga menyiapkan help desk atau tim panitia yang siap membantu peserta yang mengalami kendala, seperti berkas tertinggal saat registrasi. “Help desk kami bekerja sesuai prosedur dan petunjuk teknis dari pusat,” tambahnya.
3. Peserta tidak hadir, langsung gugur

Koordinator TIK SNPMB ITERA, Harry Yuliansyah, mencatat jumlah peserta yang tidak hadir sejak hari pertama hingga sesi ketiga hari kedua cukup bervariasi.
“Sesi 1 hadir 719 peserta, tidak hadir 71. Sesi 2 hadir 743, tidak hadir 47. Sesi 3 hadir 733, tidak hadir 38,” ujarnya.
Peserta yang tidak hadir otomatis dianggap gugur karena tidak memiliki skor atau nilai sama sekali. Terkait keterlambatan, Harry menyebut jumlahnya masih bisa ditoleransi.
“Rata-rata ada 10 peserta terlambat di setiap sesi, tapi semuanya masih dalam batas waktu yang ditentukan. Belum ada yang terlambat lebih dari 30 menit,” tuturnya.



















