Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prakiraan Cuaca Perairan Lampung 1 Juni 2026, Gelombang Aman?
ilustrasi gelombang menuju pesisir pantai (pixabay.com/holgerheinze0)
  • BMKG Maritim memprediksi cuaca perairan Lampung pada 1 Juni 2026 umumnya berawan hingga berawan tebal dengan peluang hujan rendah dan kondisi laut relatif kondusif.
  • Gelombang tertinggi tercatat di Perairan Barat Lampung mencapai sekitar 2,1–2,2 meter, sedangkan di timur hanya berkisar 0,4–1,0 meter dengan arah angin dominan tenggara hingga timur.
  • Nelayan dan pengguna jasa laut disarankan tetap waspada terhadap gelombang sedang di barat Lampung meski aktivitas pelayaran dan wisata bahari secara umum masih tergolong aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Berdasarkan data resmi Stasiun Meteorologi Maritim Panjang Bandar Lampung milik BMKG Maritim, kondisi perairan Lampung, Senin (1/6/2026) umumnya berawan hingga berawan tebal. Gelombang relatif aman di perairan timur dan gelombang sedang di perairan barat Lampung.

Gelombang tertinggi berada di Perairan Barat Lampung mencapai 2,1–2,2 meter. Sedangkan Perairan Timur Lampung berkisar 0,4–1,0 meter.

Selain itu, cuaca perairan Lampung secara umum kondusif, didominasi langit berawan dengan peluang hujan rendah. Nelayan dan pengguna jasa laut di wilayah barat Lampung disarankan tetap memperhatikan informasi terbaru dari BMKG Maritim.

1. Kondisi umum perairan Lampung

Ilustrasi nelayan menangkap ikan. (IDN Times/Dhana Kencana)

  • Cuaca dominan: Berawan – Berawan Tebal

  • Arah angin dominan: Tenggara (SE), Selatan (S), hingga Timur (E)

  • Kecepatan angin: 4–20 knot

  • Suhu udara: 27–29°C

  • Kelembapan udara: 68–85%

  • Potensi hujan lebat/cuaca ekstrem: Nihil

  • Peringatan gelombang tinggi: Berlaku di sebagian Perairan Barat Lampung.

2. Kondisi untuk aktivitas pelayaran

Ilustrasi kapal DLU di Pelabuhan Gili Mas Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Kapal nelayan

  • Perairan Timur Lampung: relatif aman.

  • Perairan Barat Lampung: perlu waspada gelombang 1,5–2,1 meter.

  • Perairan Selat Sunda: cukup aman dan kondusif, namun tetap perlu kewaspadaan karena gelombang berada pada kategori sedang.

Kapal tongkang dan kapal penyeberangan

  • Umumnya masih aman beroperasi.

  • Tetap memperhatikan peningkatan gelombang di perairan barat dan sekitar Selat Sunda bagian selatan.

Wisata bahari dan pantai

  • Cuaca mendukung aktivitas wisata karena peluang hujan rendah.

  • Perlu berhati-hati terhadap arus laut yang cukup kuat di beberapa titik pesisir barat.

3. Kondisi pesisir barat Lampung

Parameter

Kondisi

Cuaca

Berawan Tebal

Suhu Udara

27–29°C

Kelembapan

71–79%

Arah Angin

Tenggara – Timur Laut

Kecepatan Angin

4–9 knot

Hembusan Maksimum

10–18 knot

Tinggi Gelombang

1,5–2,1 meter

Kategori Gelombang

Sedang

Arah Arus

Selatan – Barat Laut

Kecepatan Arus

0,87–1,13 knot

Perairan barat Lampung mencakup wilayah laut lepas Samudra Hindia di sepanjang pesisir barat Lampung. BMKG memperingatkan adanya potensi gelombang mencapai sekitar 2,2 meter di Perairan Barat Lampung sehingga nelayan dan pelayaran kapal kecil perlu meningkatkan kewaspadaan.

4. Perairan Timur Lampung bagian utara

Parameter

Kondisi

Cuaca

Berawan

Suhu Udara

27–29°C

Kelembapan

68–85%

Arah Angin

Selatan – Tenggara

Kecepatan Angin

15–20 knot

Hembusan Maksimum

13–20 knot

Tinggi Gelombang

0,4–1,0 meter

Kategori Gelombang

Rendah – Sedang

Arah Arus

Selatan, Tenggara, hingga Utara

Kecepatan Arus

0,66–1,71 knot

Perairan Timur Lampung bagian utara meliputi wilayah Laut Jawa bagian selatan dan pesisir timur Lampung. Kondisi perairan timur relatif lebih tenang dibanding wilayah barat Lampung dengan gelombang dominan di bawah 1 meter.

5. Perairan Selat Sunda

Parameter

Kondisi

Cuaca

Berawan Tebal

Suhu

27–29°C

Kelembapan

73–79%

Angin Dominan

Timur Laut – Barat

Kecepatan Angin

3–6 knot

Hembusan Maksimum

12–17 knot

Gelombang

1,5–1,8 meter

Kategori Gelombang

Sedang

Arus Laut

0,8–0,9 knot

Arah Arus

Selatan – Barat Daya

Editorial Team

Related Article