Ponpes di Lampung Selatan Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

- Kebakaran melanda Ponpes MI Ma'arif di Desa Bumi Restu, Lampung Selatan pada Kamis malam dan laporan diterima Damkar sekitar pukul 19.20 WIB.
- Petugas Damkar mengerahkan dua unit mobil pemadam dari Posko Kalianda dan Ketapang, berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar dua jam tanpa korban jiwa.
- Kebakaran diduga akibat korsleting listrik dengan kerugian material mencapai sekitar Rp50 juta, dan warga diimbau lebih waspada terhadap instalasi listrik.
Lampung Selatan, IDN Times - Kebakaran melanda bangunan Pondok Pesantren Madrasah Ibtidaiyah (Ponpes MI) Ma'arif di Desa Bumi Restu, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (23/4/2026) malam. Peristiwa diduga dipicu korsleting listrik.
Kepala Bidang (Kabid) Damkar pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah membenarkan adanya peristiwa tersebut. Laporan insiden ini diterima pihaknya sekitar pukul 19.20 WIB.
"Kami menerima laporan dari Kepala Desa Bumi Restu terkait kebakaran yang terjadi di sebuah pesantren milik bapak Ustaz Al Bajuri," ujarnya dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026).
1. Pemadaman sekitar 2 jam

Pascamenerima laporan, Rully melanjutkan, personel Damkar langsung bergerak ke lokasi kejadian mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Posko Kalianda dan Posko Ketapang.
Kemudian petugas berangkat sekitar pukul 19.21 WIB dan berhasil tiba di lokasi pada pukul 19.52 WIB. Selanjutnya langsung melaksanakan proses pemadaman dibantu oleh warga setempat hingga pukul 20.55 WIB.
"Kami menurunkan dua unit mobil Damkar dari untuk mempercepat proses pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain. Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan sekitar 2 jam," katanya.
2. Diduga akibat korsleting listrik

Berdasarkan hasil pendataan awal petugas, Rully mengungkapkan, kebakaran dipicu korsleting listrik pada bangunan pesantren. Pemilik bangunan diketahui bernama Ahmad Mustofa Zuhad (30).
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting listrik," kata Rully.
3. Kerugian ditaksir Rp50 juta

Akibat kebakaran tersebut, Rully menambahkan, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas Damkar turut melaksanakan proses pendinginan di lokasi.
Atas kejadian tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik, terutama di bangunan digunakan untuk aktivitas bersama.
"Kami mengingatkan masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik, untuk mencegah terjadinya kebakaran serupa," imbuh Rully.


















