Polresta Bandar Lampung Blender dan Bakar Sabu dan Ganja Rp672 Juta

- Satresnarkoba Polresta Bandar Lampung memusnahkan narkoba senilai Rp672 juta, termasuk 9,238 Kg ganja, 550,18 gram sabu, dan 348 butir pil ekstasi.
- 13 tersangka dari 13 perkara narkoba berhasil ditangkap, pemusnahan barang bukti berhasil menyelamatkan sekitar 1.700 jiwa.
- Kapolresta Bandar Lampung menekankan pentingnya kerjasama semua pihak dalam memberantas narkotika hingga ke akar-akarnya, serta mengimbau agar seluruh jajaran kepolisian tidak terlibat dalam narkoba.
Bandar Lampung, IDN Times - Satresnarkoba Polresta Bandar Lampung memusnahkan barang bukti narkoba senilai Rp672 juta. Barang haram tersebut meliputi 9,238 Kg ganja, 550,18 gram sabu, dan 348 butir pil ekstasi.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay mengatakan, seluruh barang bukti dimusnahkan tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus polresta dan jajaran selama 4 bulan pengujung tahun tepatnya September-Desember 2024.
"Kegiatan pemusnahan seluruh barang bukti telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Ini merupakan langkah satresnarkoba bekerjasama dengan Polsek jajaran," ujarnya saat memimpin kegiatan pemusnahan tersebut, Selasa (21/1/2025).
1. Tangkap 13 tersangka

Dari serangkaian kegiatan pengungkapan kasus narkoba tersebut, Alfret melanjutkan, petugas mengamankan dan menangkap sebanyak 13 tersangka dari 13 perkara atau laporan kepolisian. Mereka terdiri dari para pengedar hingga bandar.
Sementara pemusnahan seluruh barang bukti masing-masing ganja senilai Rp18 juta, sabu (Rp550 juta), dan pil ekstasi (Rp104 juta) ini, total berhasil menyelamatkan sekitar 1.700 jiwa.
"Ini mencerminkan komitmen kami memberantas narkotika di wilayah Bandar Lampung sampai ke akar-akarnya, ini ancaman serius bukan hanya kesehatan, keamanan tapi juga merusak masa depan bangsa," ucapnya.
2. Gandeng semua pihak dan masyarakat perangi narkoba

Alfret menambahkan, penyelesaian pengungkapan kasus narkotika semacam ini tidak hanya bisa dituntaskan oleh kepolisian, termasuk Polresta Bandar Lampung dan jajaran, melainkan membutuhkan kerjasama semua pihak.
Sehingga peredaran narkoba di Bandar Lampung dapat benar-benar diberantas hingga ke akar-akarnya, tak terkecuali melibatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga dan melaporkan hal-hal mencurigakan di lingkungan masing-masing.
"Ini tidak hanya bisa diselesaikan polresta, tapi perlu kerja sama semua pihak. Kami mengapresiasi semua pihak terus sama-sama memberantas narkotika," imbuhnya.
3. Imbau personel tak terlibat jaringan narkoba

Lebih lanjut Alfret turut mengimbau sekaligus mewanti-wanti kepada seluruh jajaran kepolisian di bawah naungan Polresta Bandar Lampung, agar tidak terlibat dalam jaringan maupun menjadi pemakai narkoba.
"Jauhi dan perangi narkoba, kerja sama kita dengan semua pihak perlu kita tingkatkan," tegas kapolresta.



















