Bandar Lampung, IDN Times – PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) mulai menerapkan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) berbasis polymer flooding di Lapangan Offshore Rama, Wilayah Kerja Southeast Sumatra (WK SES).
CEOR di Offshore Rama PHE OSES, Langkah Baru Dongkrak Produksi Minyak

- PHE OSES menerapkan CEOR berbasis polymer flooding di Lapangan Offshore Rama, WK Southeast Sumatra, untuk mengoptimalkan produksi minyak dari lapangan tua yang produksinya turun sekitar 3.500 BOPD.
- Polimer diinjeksikan ke reservoir guna meningkatkan efisiensi penyapuan, sehingga minyak yang sulit mengalir ke sumur produksi dapat terdorong lebih optimal.
- Proyek yang disiapkan melalui kajian teknis, ekonomi, dan risiko ini ditargetkan memberi manfaat penuh hingga 2030 serta menjadi referensi EOR untuk lapangan lepas pantai lain.
Implementasi tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pertamina dalam mengoptimalkan produksi minyak dari lapangan migas yang telah memasuki fase mature field atau lapangan tua.
Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di Indonesia guna meningkatkan tingkat perolehan minyak atau recovery factor dari reservoir yang masih menyimpan potensi hidrokarbon.
Sejarah Lapangan Offshore Rama

Lapangan Rama, lokasi proyek injeksi polimer Chemical Enhance Oil Recovery (CEOR) lepas pantai pertama di Indonesia, yang dikelola PHE OSES (Dok PHE OSES) Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan, Lapangan Offshore Rama mulai berproduksi pada 1975. Selama puluhan tahun, minyak dari reservoir tersebut diproduksikan dengan berbagai metode. Ketika tekanan alami reservoir tak lagi cukup, dilakukan metode secondary recovery, salah satunya melalui injeksi air.
Upaya tersebut membantu mempertahankan produksi. Namun waktu terus berjalan. Produksi yang sempat berada di kisaran 12.600 BOPD kembali menurun hingga sekitar 3.500 BOPD.
Di sinilah tantangan baru muncul. Minyak masih berada di reservoir, tetapi tidak semuanya mudah mengalir menuju sumur produksi. Batuan reservoir memiliki pori-pori dan jalur aliran yang kompleks.
Air yang diinjeksikan pun tidak selalu menyapu seluruh bagian reservoir secara merata. Bukan karena minyaknya tidak ada. Tetapi karena semakin sulit dijangkau. PHE OSES kemudian mencoba pendekatan berbeda.
Implementasi CEOR di Lapangan Offshore Rama ditandai dengan seremoni injeksi pertama polimer yang digelar pada Rabu, 8 Juli 2026, di Jakarta. Proyek tersebut dilaksanakan PHE OSES dengan dukungan Pertamina Group, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam penerapan teknologi EOR, khususnya untuk lapangan migas lepas pantai yang memiliki tantangan teknis dan operasional tersendiri,” jelas Djoko dalam keterangan resmi.
Gunakan teknologi polymer flooding

ilustrasi teknologi biometrik menggunakan layar virtual untuk memindai sidik jari (freepik.com/rawpixel.com) Djoko mengatakan, CEOR merupakan salah satu metode EOR yang memanfaatkan bahan kimia untuk membantu meningkatkan perolehan minyak dari reservoir. Pada Lapangan Offshore Rama, teknologi yang digunakan adalah polymer flooding.
Metode ini dilakukan dengan menginjeksikan larutan polimer ke dalam reservoir. Polimer berfungsi meningkatkan sweep efficiency, yakni kemampuan fluida injeksi untuk menyapu area reservoir secara lebih efektif.
Dengan meningkatnya sweep efficiency, minyak yang sebelumnya sulit terdorong menuju sumur produksi diharapkan dapat bergerak lebih optimal sehingga meningkatkan produksi dari reservoir. Teknologi ini menjadi penting bagi lapangan yang telah memasuki fase mature, ketika produksi secara alami cenderung mengalami penurunan setelah bertahun-tahun beroperasi.
Proyek disiapkan melalui kajian panjang

Peresmian simbolis injeksi perdana Chemical Enhance Oil Recovery (CEOR) berbasis polimer di Lapangan Rama PHE OSES (Dok PHE OSES) Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan sebelum masuk tahap implementasi, proyek CEOR PHE OSES telah melalui serangkaian kajian dan persiapan. Tahap tersebut mencakup studi subsurface, analisis laboratorium, desain engineering dan operasional lepas pantai, kajian keekonomian, hingga manajemen risiko.
“Selain itu, proyek juga menjalani proses assessment dan review oleh para ahli EOR di lingkungan SKK Migas dan Pertamina. Rangkaian kajian tersebut dilakukan untuk memastikan proyek memiliki kesiapan dari sisi teknis, operasional, keekonomian, serta aspek keselamatan,” paparnya.
Simon berharap, dengan persiapan tersebut, implementasi CEOR di Lapangan Offshore Rama diharapkan tidak hanya memberikan tambahan produksi, tetapi juga menghasilkan data dan pengalaman teknis yang dapat menjadi pembelajaran untuk penerapan teknologi serupa di lapangan lainnya.
PHE OSES menargetkan manfaat penuh dari proyek CEOR ini dapat direalisasikan hingga 2030. Dalam tahap awal, proyek diharapkan menghasilkan data operasional dan pembelajaran teknis yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja teknologi polymer flooding di Lapangan Offshore Rama.
Data tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk melakukan validasi teknologi sekaligus mempertimbangkan pengembangan implementasi CEOR secara full field. Artinya, keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari dampaknya terhadap produksi dalam jangka pendek, tetapi juga dari kemampuannya menjadi model pengembangan EOR yang dapat diterapkan secara lebih luas.
Optimalisasi lapangan migas fase mature salah satu tantangan menjaga keberlanjutan produksi minyak

ilustrasi offshore (unsplash.com/Maria Lupan) Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Sunaryanto menjelaskan, penerapan CEOR di Offshore Rama memiliki arti penting di tengah kebutuhan Indonesia untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi minyak nasional. Optimalisasi lapangan-lapangan migas yang sudah memasuki fase mature menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlanjutan produksi minyak.
Melalui teknologi EOR, reservoir yang masih memiliki kandungan minyak diharapkan dapat dioptimalkan sehingga memperpanjang masa produktif lapangan. Selain mendukung peningkatan produksi migas nasional, proyek CEOR PHE OSES juga diharapkan memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Pengalaman yang diperoleh dari Offshore Rama dapat menjadi referensi bagi pengembangan teknologi chemical EOR pada lapangan lepas pantai lainnya. Dengan demikian, penerapan CEOR bukan sekadar proyek teknologi di satu lapangan, tetapi berpotensi menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan recovery factor dan menjaga keberlanjutan produksi minyak Indonesia.



















