Musim Kemarau, Pemkab Lamsel Antisipasi Krisis Air dan Kebakaran

- Pemkab Lampung Selatan meminta kecamatan dan perangkat daerah memetakan wilayah yang mulai kesulitan air agar penanganan kekeringan dapat disesuaikan kebutuhan.
- Penyaluran air oleh Damkar diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak dan umum karena armada terbatas, sambil tetap menjaga kesiapsiagaan menghadapi kebakaran.
- Lahan kering dan angin kencang meningkatkan risiko kebakaran; camat diminta mengedukasi warga serta menjaga kelembapan tanah pertanian bersama penyuluh dan kelompok tani.
Lampung Selatan, IDN Times - Musim kemarau mulai membawa dampak di beberapa daerah Lampung. Salah satunya di Kabupaten Lampung Selatan.
Selain ketersediaan air bersih bagi masyarakat, kondisi lahan semakin kering dan angin cukup kencang juga membuat risiko kebakaran perlu diwaspadai.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan meminta jajarannya bergerak lebih awal agar persoalan yang muncul akibat kekeringan tidak semakin meluas. Kecamatan dan perangkat daerah terkait diminta memetakan wilayah yang mulai kesulitan mendapatkan air serta menyiapkan langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.
1. Wilayah mulai kesulitan air diminta segera dipetakan

ilustrasi air bersih (pexels.com/Pixabay) Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Selatan, Supriyanto menekankan persoalan kekeringan tidak bisa menunggu sampai dampaknya meluas. Sebab itu, kondisi di masing-masing wilayah perlu diketahui sejak awal agar penanganannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu langkah disiapkan adalah penyaluran air oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Namun, distribusi tersebut perlu dilakukan secara terukur karena jumlah armada yang tersedia terbatas.
Penyaluran air diminta diprioritaskan untuk kebutuhan yang sifatnya mendesak dan menyangkut kepentingan umum.
“Armada kita sangat terbatas. Upayakan dulu yang sifatnya umum. Jangan sampai ketika kita menangani kebutuhan masyarakat kekurangan air, kebakaran nanti tidak bisa tertangani,” tegasnya.
2. Risiko kebakaran ikut meningkat saat lahan mengering

Ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Matt Howard) Di tengah upaya memenuhi kebutuhan air, Pemkab Lamsel juga mulai memperkuat kewaspadaan terhadap kebakaran. Kondisi lahan yang semakin kering ditambah angin yang cukup kencang dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran, baik di kawasan terbuka maupun lingkungan organisasi dan perkantoran.
Para camat diminta memperkuat edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Salah satunya dengan menghindari pembakaran sampah secara sembarangan.
“Kalau tidak perlu dibakar, tidak perlu dibakar. Banyak sekali kasus ini, solusinya bagaimana sampah ini bisa dimanfaatkan kembali,” ujar Supriyanto.
Meski ikut membantu penyaluran air, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan tetap diminta menjaga kesiapsiagaan untuk menjalankan fungsi utamanya. “Damkar harus dalam posisi standby untuk mengantisipasi kebakaran,” katanya.
3. Sektor pertanian juga ikut diperhatikan

ilustrasi irigasi untuk lahan pertanian (Pixabay.com/Uruguay Orchard Trees) Antisipasi dampak kemarau tidak berhenti pada kebutuhan air dan pencegahan kebakaran. Kondisi lahan pertanian juga menjadi perhatian Pemkab Lampung Selatan.
Menurut Supriyanto, menjaga kelembapan tanah menjadi salah satu langkah yang dapat membantu mempertahankan kondisi lahan agar tetap mendukung aktivitas pertanian selama musim kering.
Ia meminta camat bersama petugas penyuluh dan kelompok tani di wilayah masing-masing mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kondisi tanah. “Sejujurnya kebutuhannya asal lembab saja mungkin sudah aman. Oleh karena itu bapak ibu camat semua, tolong lakukan langkah-langkahnya,” katanya.
Antisipasi sejak awal, pihaknya berharap kebutuhan masyarakat selama musim kemarau dapat ditangani sesuai kondisi masing-masing wilayah, tanpa mengabaikan kesiapan menghadapi potensi kebakaran.





















