Pendataan SE 2026 Lampung 88 Persen, BPS Kejar Target 17 Agustus

- Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Lampung telah mencapai 88 persen, dengan BPS menargetkan penyelesaian cakupan pada 17 Agustus 2026.
- BPS akan menyisir dan memeriksa kewajaran data setelah target tercapai, sambil menegaskan data sensus rahasia dan tidak terkait kepentingan perpajakan.
- BPS mengajak tokoh masyarakat serta FPK membangun kepercayaan warga agar seluruh usaha tercatat dengan data faktual untuk mendukung kebijakan pembangunan.
Bandar Lampung, IDN Times - Pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Provinsi Lampung sudah mencapai 88 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menargetkan cakupan pendataan mencapai target pada 17 Agustus 2026. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution melalui keterangan resmi diterima IDN Times.
Ahmadriswan mengatakan, hingga kini ribuan petugas masih bergerak mendatangi berbagai lokasi usaha, mulai dari pasar, pertokoan, sentra ekonomi, kawasan industri hingga usaha yang dijalankan dari rumah. Setelah cakupan mencapai target, menurutnya BPS akan melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada pelaku usaha maupun keluarga yang memiliki kegiatan ekonomi terlewat.
Pemeriksaan tersebut antara lain mencakup pengecekan kewajaran data dan memastikan tidak terdapat missing value. Dengan demikian, data SE2026 diharapkan memiliki cakupan yang lengkap, wajar, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kami tidak hanya mengejar penyelesaian cakupan pendataan. Setelah seluruh target tercapai, pemeriksaan tetap dilakukan untuk memastikan data yang terkumpul sesuai kondisi di lapangan. Bagi kami, keberhasilan sensus bukan sekadar seberapa cepat pendataan selesai, tetapi juga seberapa lengkap populasi ekonomi yang berhasil dicatat," kata Ahmadriswan, Selasa (11/8/2026).
1. Masih ada pelaku usaha ragu saat didata

ilustrasi pedagang pasar (pexels.com/İrem Yılmaztürk) Selain persoalan cakupan, Ahmadriswan mengatakan, BPS menghadapi tantangan membangun kepercayaan masyarakat. Di lapangan, masih terdapat pelaku usaha yang mempertanyakan alasan data mereka diperlukan maupun khawatir data tersebut digunakan untuk kepentingan di luar statistik.
Ia menegaskan, petugas tidak datang untuk memeriksa atau menilai usaha, melainkan untuk mencatat kondisi perekonomian secara objektif sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Seluruh data yang diberikan kepada BPS dijamin kerahasiaannya sesuai dengan Undang-Undang Statistik. Ahmadriswan juga menegaskan pendataan SE2026 tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan. Data dikumpulkan semata-mata untuk kepentingan statistik.
"SE2026 ditujukan untuk memperoleh gambaran mengenai struktur, potensi, aktivitas dan perkembangan perekonomian Indonesia, termasuk Provinsi Lampung. Data tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti," terangnya.
2. Tokoh masyarakat diminta jadi jembatan kepercayaan

Illustrasi mendukung sensus penduduk 2020 secara online (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah) Untuk menjawab persoalan tersebut, BPS mendorong tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pelaku usaha serta berbagai elemen masyarakat ikut membantu menyampaikan pentingnya pendataan. Menurut Ahmadriswan, orang-orang yang sudah dipercaya masyarakat dapat menjadi jembatan agar warga bersedia menerima petugas dan memberikan data secara lengkap dan benar.
“Kepercayaan tidak selalu lahir dari surat resmi. Kepercayaan sering kali tumbuh dari orang-orang yang selama ini dipercaya masyarakat,” ujar Ahmadriswan.
Menurutnya, BPS tidak meminta para tokoh tersebut menjadi petugas sensus. Dukungan yang diharapkan adalah membantu meyakinkan masyarakat agar menerima petugas, memberikan data sesuai fakta dan memastikan setiap usaha tercatat. Pesan tersebut dapat disampaikan melalui organisasi, komunitas, dunia usaha, media sosial maupun percakapan sehari-hari.
Posisi FPK dinilai strategis karena Lampung memiliki keragaman suku, budaya, bahasa dan adat istiadat. Keragaman tersebut diharapkan menjadi kekuatan sosial untuk menyukseskan SE2026.
3. FPK siap gerakkan anggota hingga akar rumput

Petugas Sensus Ekonomi mendata warga yang memiliki rumah beralaskan tanah. (IDN Times/Fariz Fardianto) Ketua FPK Provinsi Lampung, Darussalam, mengimbau seluruh jajaran dan anggotanya ikut menyukseskan pendataan dengan memberikan informasi sesuai fakta yang ada. Menurutnya data SE2026 sangat penting bagi pemerintah.
"Bagaimana Lampung akan maju kalau kita tidak memberikan data yang sebenarnya? Saya berharap seluruh anggota FPK dapat membantu memberikan data Sensus Ekonomi sesuai fakta yang ada. Kita bantu BPS dengan ikhlas,” imbaunya.
Ketua KERABAT Lampung yang merupakan anggota FPK, Donald Harris Sihotang, juga menyatakan siap menggerakkan anggotanya hingga tingkat akar rumput.
“Kami akan imbau kepada seluruh Kerukunan Masyarakat Batak di Provinsi Lampung yang mencakup 108 Marga terdaftar,” kata Donald.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo menambahkan, data SE2026 nantinya dapat digunakan untuk melihat bagaimana perekonomian Lampung bergerak, di mana potensi ekonomi berada, sektor yang berkembang, karakteristik usaha masyarakat serta peluang yang dapat dikembangkan pelaku usaha.
"Gambaran tersebut dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan pembangunan yang lebih tepat. Sebab itu, keberhasilan SE2026 di Lampung bukan hanya menjadi pekerjaan BPS. Kelengkapan data yang dihasilkan juga bergantung pada kesediaan masyarakat memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya," ujarnya.





















