Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nongkrong Berujung Maut, Pria di Bandar Lampung Tewas Ditusuk Teman

Bandar Lampung
Nongkrong Berujung Maut, Pria di Bandar Lampung Tewas Ditusuk Teman
Ilustrasi penusukan. (Pixabay.com/PublicDomainPictures)
Intinya Sih
  • M. Silalahi (50) tewas akibat luka tusuk di dada usai perkelahian saat nongkrong di depan rumahnya, Jalan Ir. Sutami KM 7, Bandar Lampung, Minggu dini hari.
  • Polisi menduga pertikaian dipicu saling tersinggung ketika korban, terduga pelaku, dan rekan-rekannya berada di bawah pengaruh tuak; penyebab pastinya masih didalami.
  • Korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit dengan luka diduga menembus paru-paru. Terduga pelaku Deni diamankan sambil dirawat, sementara polisi menyita pisau dan barang bukti lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN TimesNongkrong bersama sejumlah rekan di depan rumah berujung maut. M. Silalahi (50) meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di bagian dada dalam perkelahian di Jalan Ir. Sutami KM 7, Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Polisi menduga perkelahian dipicu saling tersinggung saat korban dan terduga pelaku berada di bawah pengaruh minuman keras.

Kapolsek Sukarame, Kompol HD Pandiangan, mengatakan pihaknya masih mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk penyebab pasti perkelahian hingga korban mengalami luka tusuk.

"Kita dalami dulu. Tadi malam itu ribut saja, berantem. Pelaku mengeluarkan pisau langsung menusuk dada korban," katanya.

1. Korban sempat masuk ke rumah setelah ditusuk

Ilustrasi penusukan (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi penusukan (IDN Times/Mia Amalia)

Pandiangan menjelaskan, sebelum kejadian korban bersama terduga pelaku dan sejumlah rekannya sedang duduk dan mengobrol di depan rumah korban.

Mereka diduga mengonsumsi minuman keras jenis tuak. Namun, polisi menyebut tidak ada keributan besar sebelum korban masuk ke dalam rumah.

Tak lama kemudian, korban masuk dan meminta minum kepada istrinya, Sugiarti. Saat istrinya mendekati korban, ia baru mengetahui suaminya mengalami luka.

"Sebenarnya sekawanan ini, sama mungkin pengaruh minuman juga. Ada bertiga, berempat lah kayaknya," ujarnya.

Sugiarti kemudian menghubungi kerabat untuk meminta bantuan setelah mengetahui kondisi suaminya.

2. Luka diduga menembus paru-paru

Ilustrasi penusukan. (IDN Times/Reza Iqbal Ghafari)
Ilustrasi penusukan. (IDN Times/Reza Iqbal Ghafari)

Korban kemudian dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Menurut Pandiangan, luka yang dialami korban terlihat kecil. Namun, luka tersebut diduga cukup dalam hingga mengenai paru-paru. "Ini lukanya kecil, tapi tembus ke paru. Kemungkinan tembus ke paru, ya meninggal," ujarnya.

Untuk memastikan penyebab kematian dan kepentingan penyidikan, polisi berencana melakukan autopsi terhadap jenazah korban di Rumah Sakit Bhayangkara.

"Ini kita mau autopsi dulu di Rumah Sakit Bhayangkara. Takutnya nanti untuk penyidikannya ada hambatan karena korban ini infonya mau dibawa ke Medan," jelasnya.

3. Terduga pelaku juga mengalami luka

IMG-20260809-WA0014.jpg
TKP penusukan di Bandar Lampung. (Dok. Polsek Sukarame)

Terduga pelaku yang diketahui bernama Deni juga mengalami luka setelah kejadian. Polisi menyebut terduga pelaku sempat diamankan dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara.

Pandiangan mengatakan terduga pelaku juga sempat menjadi sasaran massa setelah kejadian.

"Udah diamankan, dia ada di Rumah Sakit Bhayangkara semua. Ini lagi mau diotopsi memastikan penyebab kematiannya," jelasnya.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pisau yang diduga digunakan dalam penusukan, pakaian korban, sepeda motor, jaket, serta teko dan gelas yang diduga digunakan untuk mengonsumsi tuak.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More