Pemprov Lampung Kaji Bangun PLTS 200 MW, Butuh Dana Rp3,22 Triliun

- Pemprov Lampung mengkaji pembangunan PLTS berkapasitas 200 MW untuk memperkuat kemandirian energi dan mempercepat transformasi energi hijau di daerah.
- Proyek senilai sekitar Rp3,22 triliun ini ditargetkan membantu menutup kesenjangan pasokan listrik Lampung, yang saat ini masih mengandalkan transfer sekitar 500 MW dari Sumatra Selatan.
- Pendanaan hingga 100 persen dan peran kontraktor EPC diproyeksikan didukung Merlion Tech Group dari Hungaria, melalui kolaborasi pemerintah, investor global, dan PT Nusantara Plastik Energi.
Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Lampung tengah mengkaji rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 200 Megawatt (MW). Tujuannya, sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian energi sekaligus mendukung percepatan transformasi energi hijau di daerah.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat Pengembangan Potensi Energi dan Industri bersama PT Nusantara Plastik Energi dan Merlion Tech Group yang dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Ruang Kerja Gubernur, Senin (10/8/2026).
1. Nilai investasi Rp3,22 triliun

ilustrasi uang (pexels.com/Pixabay) Proyek strategis tersebut diproyeksikan membutuhkan nilai investasi sekitar Rp3,22 triliun. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat pasokan listrik sekaligus mengoptimalkan potensi energi terbarukan di Provinsi Lampung.
Gubernur menjelaskan, pengembangan PLTS menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan listrik di Lampung. Saat ini, beban puncak listrik di Provinsi Lampung berada pada kisaran 1.200 hingga 1.300 MW, sementara kapasitas pembangkit lokal baru mampu memasok sekitar 800 MW.
"Kesenjangan pasokan tersebut selama ini dipenuhi melalui transfer daya dari wilayah Sumatra Selatan dengan kebutuhan mencapai sekitar 500 MW," ujar Mirza sapaan akrab gubernur.
2. Solusi jangka panjang perkuatan ketahanan energi Lampung

Seorang petugas laki-laki mengarahkan karyawan perempuan saat mengecek kondisi panel surya di PLTS PLN IP Semarang. (IDN Times/Dok Humas PLN IP Semarang) Menurut Mirza, dengan kapasitas 200 MW, PLTS yang direncanakan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi Lampung melalui sumber energi yang andal, efisien, dan ramah lingkungan.
Rencana pembangunan tersebut juga memiliki landasan kerja sama yang kuat melalui Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Lampung dan PT Nusantara Plastik Energi yang telah ditandatangani pada 17 Juni 2026.
"Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong agar potensi energi terbarukan dapat dikembangkan secara optimal dan terintegrasi dengan kebutuhan industri. Sehingga transformasi energi tidak hanya berdampak pada ketahanan listrik, tetapi juga membuka peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi baru bagi daerah," ujar gubernur.
3. Didukung konsorsium internasional

ilustrasi kolaborasi (pexels.com/Diva Plavalaguna) Dalam pengembangannya, komitmen pendanaan hingga 100 persen serta peran sebagai kontraktor utama Engineering, Procurement, and Construction (EPC) diproyeksikan didukung oleh konsorsium internasional asal Hungaria, Merlion Tech Group.
Direktur PT Nusantara Plastik Energi, Muhammad Dani SM Rabbani mengatakan sinergi antara pemerintah daerah, investor global, dan inisiator domestik menjadi modal penting dalam mendorong pengembangan energi terbarukan di Lampung.
Menurutnya, pembangunan PLTS tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat ketersediaan listrik bagi sektor industri dan masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi Lampung untuk mengambil peran lebih besar dalam agenda transisi energi bersih di Indonesia.




















