Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_0047.JPG
Kegiatan pengawasan Kanwil Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) sepanjang 2025. (Dok. Kanwil DJBC Sumbagbar).

Intinya sih...

  • Bea Cukai Sumbagbar tindak 62,5 juta batang rokok ilegal dan 17.416 liter minuman mengandung etil alkohol ilegal

  • Sita 6 unit peti kemas senilai Rp1,24 miliar dan berhasil menyelamatkan 351.815 jiwa dari penyelundupan narkotika

  • Kinerja pengawasan hasil sinergitas lintas instansi pusat hingga daerah dengan komitmen untuk memperkuat pengawasan dan layanan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Kanwil Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) mencatat berbagai penindakan signifikan sepanjang 2025. Salah satunya menindak dan menyita 62,5 juta batang rokok ilegal dengan potensi kerugian negara sebesar Rp61,67 miliar.

Pl Kepala Kanwil DJBC Sumatera Bagian Barat, Rachmad Solik mengatakan, jajarannya mengakhiri tahun 2025 dengan total penerimaan negara mencapai Rp2,53 triliun atau 363,48 persen dari target. Itu terdiri dari Bea Masuk sebesar Rp380,04 miliar, Bea Keluar (Rp2,13 triliun), dan Cukai (Rp21,49 miliar) ditambah kontribusi Rp15,39 miliar dari kegiatan penelitian ulang, audit, dan penerapan ultimum remedium.

"Kinerja ini bentuk konsistensi pengawasan dan layanan kami. Setiap rupiah penerimaan negara harus terlindungi dan dikelola dengan akuntabel,” ujarnya dimintai keterangan, Rabu (21/1/2026).

1. Tindak 6 unit peti kemas hingga ratusan ball pakaian bekas

Kegiatan pengawasan Kanwil Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) sepanjang 2025. (Dok. Kanwil DJBC Sumbagbar).

Di bidang pengawasan, Rachmad membeberkan, integritas cukai tercermin dari keberhasilan menindak 62,5 juta batang rokok ilegal dengan potensi kerugian negara sebesar Rp61,67 miliar. Selain itu, 17.416 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal dengan potensi kerugian negara sebesar Rp1,54 miliar beredar di wilayah Lampung dan Bengkulu.

Di bidang kepabeanan, Kanwil Bea dan Cukai Sumbagbar mengamankan enam unit peti kemas berisi 1.200 tray senilai Rp 1,24 miliar; melakukan penegahan kapal dalam operasi patroli laut; menindak dua truk berisi 587 koli barang berupa pakaian, bedding set, karpet dan 557 koli barang berupa serbuk green tea, black tea, suplemen, elektronik, mixer diduga ex-impor yang telah dilimpahkan ke Kanwil Bea dan Cukai Riau untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Termasuk penindakan dua truk mengangkut 90 ball berisi tekstil dan produk tekstil (TPT) seperti celana, baju wanita, jaket dan 234 ball berisi TPT seperti jaket, celana, sajadah diduga ex-impor yang telah dibawa ke Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat DJBC.

"Penindakan kami lakukan bukan hanya menjaga penerimaan, tetapi memastikan pasar tetap kompetitif dan adil bagi pelaku usaha yang mematuhi aturan,” tegasnya.

2. Sita 68 Kg sabu sampai 255 butir ekstasi

Kegiatan pengawasan Kanwil Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) sepanjang 2025. (Dok. Kanwil DJBC Sumbagbar).

Dari aspek pemberantasan narkotika, Rachmad menjelaskan, Kanwil Bea dan Cukai Sumbagbar bersama aparat penegak hukum berhasil menggagalkan penyelundupan dalam jumlah cukup besar sepanjang 2025.

Barang bukti disita berupa 68,2 kilogram sabu, 50,5 kilogram ganja, 255 butir ekstasi, 300 butir psikotropika, dan tembakau gorila dengan perhitungan berhasil menyelamatkan 351.815 jiwa.

“Perang terhadap narkotika adalah komitmen jangka panjang. Dengan intelijen yang solid dan operasi gabungan yang rutin, kami terus menutup ruang gerak para penyelundup,” katanya.

3. Kinerja pengawasan hasil sinergitas lintas instansi

Kegiatan pengawasan Kanwil Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) sepanjang 2025. (Dok. Kanwil DJBC Sumbagbar).

Rachmad menambahkan, pencapaian kinerja pengawasan tersebut merupakan hasil sinergitas lintas instansi pusat hingga daerah. Termasuk melibatkan partisipasi dan peran serta seluruh lapisan masyarakat melalui pelaporan terkait indikasi pelanggaran bidang bea dan cukai.

Menyongsong 2026, Kanwil DJBC Sumbagbar disebut kembali menegaskan komitmen untuk terus memperkuat pengawasan, memperbaiki layanan, serta menjaga integritas sebagai fondasi utama.

“Prioritas kami tetap sama, dengan memastikan memberikan layanan yang pasti, pengawasan yang tegas, dan berintegritas,” imbuh Rachmad.

Editorial Team