Kondisi Perairan Lampung 16 September 2026, Cek Tinggi Gelombang

- BMKG menetapkan Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan sebagai wilayah gelombang sedang, dengan tinggi sekitar 3 hingga 3,2 meter pada 16 September 2026.
- Teluk Lampung bagian selatan diprakirakan bergelombang sekitar 1,7 meter, sementara Selat Sunda utara sekitar 0,9 meter; angin terkuat berpotensi di perairan terbuka.
- BMKG mengingatkan awan Cumulonimbus dapat memicu angin kencang dan gelombang mendadak; kondisi gelombang terutama dipengaruhi angin serta dinamika laut, bukan langsung erupsi Anak Krakatau.
Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi perairan Lampung, Rabu (16/9/2026) masih perlu diwaspadai, terutama di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan. Itu karena, BMKG memasukkan kedua wilayah tersebut ke kategori gelombang sedang dalam prakiraan hari ini.
Di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung, gelombang sekitar 3 meter. Teluk Lampung bagian selatan kisaran 1,7 meter, sedangkan Selat Sunda bagian utara relatif lebih tenang dengan gelombang sekitar 0,9 meter.
Untuk nelayan, kapal kecil, kapal wisata, dan pengguna jasa pelayaran, sebaiknya mengecek pembaruan BMKG sebelum berangkat karena kondisi laut dapat berubah dalam hitungan jam. BMKG juga menegaskan keberadaan awan Cumulonimbus di sekitar perairan dapat memicu angin kencang dan peningkatan tinggi gelombang secara tiba-tiba.
Berikut IDN Times sajikan kondisi perairan Lampung hari ini.
1. Perairan Barat Lampung masih paling perlu diperhatikan

Ilustrasi gelombang sedang (Pexels.com/Sascha Thiele) Wilayah pesisir barat yang menghadap Samudra Hindia menghadapi kondisi laut yang lebih aktif. BMKG masih memberikan peringatan potensi gelombang tinggi sekitar 3 meter di kawasan tersebut.
Kondisi ini penting diperhatikan oleh nelayan dengan perahu kecil, kapal wisata, serta masyarakat yang melakukan aktivitas di laut. Gelombang sekitar 3 meter dapat meningkatkan risiko, khususnya bagi kapal berukuran kecil.
Begitu juga Selat Sunda bagian selatan juga masih menjadi titik perhatian. Prakiraan BMKG menunjukkan gelombang sekitar 3,2 meter, sehingga aktivitas pelayaran di sekitar jalur ini perlu memperhatikan perkembangan cuaca dan gelombang terbaru.
Sementara itu, kondisi Selat Sunda bagian utara jauh lebih rendah. BMKG memprakirakan gelombang sekitar 0,9 meter, dengan angin dari barat laut sekitar 5 knot dan hembusan hingga 15 knot pada awal periode 16 September.
Untuk Teluk Lampung bagian selatan, BMKG memperkirakan gelombang sekitar 1,7 meter, masuk kategori sedang. Artinya, kondisi di Teluk Lampung relatif tidak seekstrem perairan yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia, tetapi nelayan dan operator kapal tetap perlu memperhatikan perubahan angin serta gelombang.
2. Pola angin

ilustrasi angin santa ana Los Angeles (commons.wikimedia.org/U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration) Secara umum, angin di wilayah perairan Lampung bergerak dari timur hingga selatan, dengan kecepatan yang dapat cukup kuat di sejumlah perairan terbuka. BMKG mencatat, angin tertinggi terutama berpotensi terjadi di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan Lampung, serta bagian selatan Perairan Timur Lampung.
Angin tersebut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang di laut terbuka.
3. Update dampak erupsi Anak Krakatau terhadap gelombang

Ilustrasi gelombang laut. (IDN Times/Sukma Shakti) Kondisi gelombang tidak bisa langsung dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. BMKG sebelumnya memang mengintensifkan pemantauan dampak erupsi Anak Krakatau terhadap atmosfer dan laut di sekitar Selat Sunda, tetapi tinggi gelombang terutama dipengaruhi pola angin dan dinamika laut.
Karena itu, masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut tetap perlu membedakan antara dampak aktivitas vulkanik dengan kondisi oseanografi akibat angin dan gelombang.
4. Data lengkap perairan Lampung
Wilayah Perairan
Kondisi 16 September
Tinggi Gelombang
Angin
Perairan Barat Lampung
Gelombang sedang–tinggi
sekitar 3 meter lebih
Timur–selatan
Selat Sunda Selatan Lampung
Gelombang sedang
sekitar 3 meter
Timur–selatan
Teluk Lampung bagian Selatan
Gelombang sedang
sekitar 1,7 meter
Timur–selatan
Selat Sunda bagian Utara
Gelombang rendah
sekitar 0,9 meter
Barat laut, 5 knot
Perairan Timur Lampung
Relatif lebih tenang, tetapi tetap perlu pemantauan
bervariasi
Timur–selatan




















