Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemprov Lampung Guyur Rp162,93 Miliar Perbaikan Tiga Jalan di Lamteng
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal meninjau perbaikan jalan di Lampung Tengah, Jumat (3/4/2026). (Dok. BIro Adpim Pemprov Lampung).
  • Pemprov Lampung mengalokasikan Rp162,93 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan vital di Lampung Tengah dengan kombinasi perkerasan beton dan aspal sepanjang total lebih dari 15 kilometer.
  • Gubernur Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung proses perbaikan jalan guna memastikan kualitas konstruksi, drainase, serta kesesuaian spesifikasi berdasarkan analisis lalu lintas harian rata-rata.
  • Pemerintah menargetkan peningkatan kemantapan jalan provinsi dari 75 persen menjadi 86 persen pada 2026, dengan Lampung Tengah ditargetkan mencapai tingkat kemantapan hingga 98 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemerintah di Lampung mau benerin tiga jalan yang rusak di Lampung Tengah. Jalannya sering dilewati mobil, motor, dan truk, jadi cepat rusak. Uangnya banyak banget, seratus enam puluh dua miliar lebih. Pak Gubernur Rahmat datang lihat pekerjaannya sendiri. Sekarang jalan sedang diperbaiki supaya kuat dan tidak cepat rusak lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Tengah, IDN Times - Ruas jalan Kalirejo - Bangunrejo, Padang Ratu - Pekurun Udik dan Padang Ratu - Kalirejo dikenal sebagai salah satu jalur vital dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi di wilayah sekitarnya. Kawasan ini didominasi aktivitas masyarakat seperti sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan, yang membuat mobilitas harian berlangsung intens sepanjang waktu. Termasuk aktivitas anak-anak sekolah.

Tingginya aktivitas tersebut berbanding lurus dengan kepadatan lalu lintas di ruas jalan ini. Berdasarkan analisis LHR (Lalu Lintas Harian Rata-rata), jalur ini dilalui berbagai jenis kendaraan,. Mulai dari sepeda motor, kendaraan pribadi, hingga truk pengangkut hasil pertanian dengan beban berat.

Kondisi ini selama bertahun-tahun mempercepat kerusakan jalan. Itu dipicu struktur jalan sebelumnya belum mampu menahan beban lalu lintas yang tinggi.

1. Siapkan anggaran Rp162,93 miliar

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Merujuk kondisi tiga ruas jalan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan anggaran Rp162,93 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan di tiga ruas jalan Kalirejo - Bangunrejo, Padang Ratu - Pekurun Udik dan Padang Ratu - Kalirejo.

Berdasarkan data teknis kegiatan tahun 2026, spesifikasi tiga ruas jalan tersebut yaitu:

  • Ruas Kalirejo - Bangunrejo: Penanganan sepanjang 5,53 KM dengan perkerasan beton (rigid pavement) senilai Rp 57,75 miliar.

  • Ruas Padang Ratu - Pekurun Udik: Penanganan sepanjang 3,5 KM dengan jenis pekerjaan Rigid Beton dan Aspal senilai Rp 38,39 miliar.

  • Ruas Padang Ratu - Kalirejo: Penanganan sepanjang 6,5 KM dengan jenis pekerjaan Rigid Beton dan Aspal senilai Rp 66,69 miliar.

2. Cek langsung perbaikan jalan di Lamteng

Ilustrasi jalan rusak. (unplash.com/Jens Aber)

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal memastikan perbaikan infrastruktur Jalan Tahun Anggaran 2026 berjalan sesuai standar kualitas tertinggi. Ia juga meninjau langsung proses pengerjaan perbaikan ruas jalan Kalirejo–Bangun Rejo di Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, Jumat (3/4/2026).

Ia meninjau langsung detail teknis pengerjaan di lapangan. Selain itu, mengecek konstruksi jalan, sistem drainase, kesiapan alat berat, serta memastikan perhitungan LHR menjadi dasar dalam menentukan spesifikasi pembangunan.

Menurutnya, secara strategis, ruas jalan ini menghubungkan sejumlah jalur penting lainnya, seperti Kalirejo–Padang Ratu, Bangun Rejo–Wates, hingga Kalirejo–Pringsewu. Mempercepat perbaikan di ruas lain, termasuk penanganan ruas Padang Ratu–Kalirejo dan Padang Ratu–Pekurun Udik juga dilakukan.

"Upaya ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak dilakukan secara parsial, melainkan terintegrasi untuk memperkuat konektivitas antarwilayah," ujar Mirza sapaan akrabnya.

3. Bidik peningkatan signifikan pada kemantapan jalan provinsi

ilustrasi jalan sempit (freepik.com/EyeEm)

Gubernur menegaskan, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan peningkatan signifikan pada kemantapan jalan provinsi. "Pada tahun 2025, angka kemantapan jalan berada di level 75 persen. Namun, melalui program percepatan di tahun 2026, ditargetkan perbaikan hampir 200 kilometer jalan untuk mencapai angka 86 persen jalan mantap," ujar Mirza.

Khusus untuk wilayah Lampung Tengah yang menjadi poros utama transportasi provinsi, target yang ditetapkan jauh lebih tinggi.

"Hari ini kemantapan jalan di Lampung Tengah sudah mencapai 89 persen. Dengan pengerjaan yang sedang berjalan, kita targetkan pada akhir 2026 ini meningkat menjadi 98% persen" tambahnya.

4. Minta PPK tidak main-main

ilustrasi jalan rusak (IDN Times/Esti Suryani)

Mirza juga menyoroti Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan para pelaksana proyek (kontraktor) agar tidak bermain-main dengan kualitas pengerjaan. Ia menekankan tiga faktor utama penyebab kerusakan jalan yaitu drainase yang buruk, beban kendaraan berlebih (overload), dan rendahnya kualitas konstruksi.

"Masyarakat sudah lelah melihat jalan rusak. Saya ingatkan, dana ini berasal dari pajak rakyat. Jika kualitasnya buruk dan tahun depan rusak lagi, keuangan provinsi baru bisa memperbaikinya 15 tahun kemudian karena anggaran harus bergilir ke daerah lain," tegasnya.

Gubernur juga menginstruksikan agar seluruh material konstruksi seperti semen dan batu wajib melalui uji laboratorium terlebih dahulu guna memastikan kesesuaian dengan spesifikasi teknis. la juga menyoroti pentingnya perawatan jalan secara berkala, termasuk menjaga drainase dan kebersihan saluran air agar tidak menimbulkan kerusakan baru.

"Kalau kualitas tidak dijaga, jalan bisa cepat rusak dan masyarakat kembali dirugikan. Kita ingin jalan ini benar-benar awet dan dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang," ujarnya.

Editorial Team