Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pantauan Visual Anak Krakatau: Erupsi Turun, Gunung Melebar Horizontal
Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). (Dok Basarnas Lampung)
  • Aktivitas Gunung Anak Krakatau berstatus Level III Siaga, namun erupsi, gempa, dan material vulkanik terlihat menurun; asap putih masih terpantau dari udara.
  • Angin mengarah ke barat laut, abu vulkanik di Lampung relatif tipis, serta kualitas udara membaik dan dinilai aman untuk aktivitas masyarakat.
  • Pemprov dan TNI AL meminta pengguna laut menjauhi kawasan erupsi; patroli, pemantauan, serta edukasi kesiapsiagaan bagi warga pesisir terus dilakukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times — Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda mulai menurun dibandingkan tiga hari sebelumnya.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, kondisi tersebut diketahui setelah dirinya bersama TNI AL, BPBD, Basarnas, Itera dan instansi terkait memantau langsung dari udara menggunakan helikopter TNI AU 451, Rabu (9/9/2026).

Pemantauan dilakukan dari wilayah pesisir hingga sekitar 1,2 mil laut dari Gunung Anak Krakatau.

"Gunung Anak Krakatau hari ini masih erupsi dan statusnya di Level III (Siaga). Namun, secara visual aktivitasnya mulai menurun dibandingkan tiga hari sebelumnya," kata Mirzani dalam konferensi pers.

Menurutnya, frekuensi dan intensitas gempa yang berkaitan dengan aktivitas GAK juga telah berkurang. Interval kemunculannya semakin lebar dan secara visual material erupsi yang terlihat juga relatif lebih sedikit. "Kini sekarang sudah tinggal asap putih," ujarnya.

1. Angin bergerak ke barat laut

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat konfrensi pers. (IDN Times/Muhaimin)

Mirza mengatakan, kondisi angin saat pemantauan bergerak ke arah barat laut. Hembusan abu vulkanik yang mencapai wilayah Lampung dan sekitarnya juga relatif tipis.

Ia menyebut, kondisi kualitas udara dan partikel debu di seluruh kabupaten/kota di Lampung pada hari ini mulai membaik dan dinilai aman untuk aktivitas.

Meski aktivitas GAK menurun, Mirzani menegaskan kondisi tersebut belum dapat diartikan erupsi telah berakhir.

"Menurunnya aktivitas bukan berarti erupsi sudah berakhir. Kita juga perlu memastikan kapan erupsi ini berakhir atau berhenti, tetapi ini sangat bergantung pada aktivitas gunung dan suhu atmosfer," katanya.

Dari hasil pengamatan visual, tubuh GAK juga terlihat cenderung melebar secara horizontal. Namun, untuk memastikan perkembangan gunung tersebut, Pemprov Lampung masih menunggu dan mengacu pada data teknis dari instansi berwenang.

2. Pengguna laut diminta tak mendekati GAK

Aktifitas Gunung Anak Krakatau (GAK). (Dok. Basarnas Lampung)

Pemprov Lampung meminta masyarakat tetap tenang, tetapi tidak mengurangi kewaspadaan selama aktivitas GAK masih berlangsung.

Khusus pengguna transportasi laut, masyarakat diminta tidak mendekati sektor erupsi dan mengikuti arahan petugas serta informasi resmi dari instansi berwenang.

Danlanal Lampung Letkol Laut P Irianto Kurniawan mengatakan, TNI AL telah menempatkan KRI Lepu 861 untuk melaksanakan operasi dan pemantauan di wilayah perairan Lampung.

KRI tersebut sebelumnya telah melakukan pengamatan visual jarak dekat terhadap GAK. Pada Rabu, pemantauan kembali dilakukan bersama Pemprov Lampung, BPBD, Basarnas, ITERA, dan sejumlah personel Lanal Lampung.

"Kegiatan ini berjalan dengan aman dan lancar. Aktivitas masih ada, potensi ini perlu menjadi satu hal yang disikapi bahwa kewaspadaan diri itu masih tetap perlu dijaga," kata Irianto.

Selain pemantauan menggunakan KRI, Lanal Lampung juga mengerahkan kapal Angkatan Laut serta berkolaborasi dengan Basarnas untuk melakukan patroli di sejumlah wilayah pesisir.

KRI Lepu 861 juga melakukan penyiaran imbauan kepada para pengguna laut agar menjaga jarak dari kawasan erupsi.

3. Lanal edukasi warga pesisir

Danlanal Lampung Letkol Laut P Irianto Kurniawan. (IDN Times/Muhaimin)

Tak hanya patroli, Lanal Lampung juga melakukan edukasi kepada masyarakat pesisir terkait Bantuan Hidup Dasar dan penanganan penyintas.

Menurut Irianto, pengetahuan tersebut penting dimiliki masyarakat pesisir sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

"Yang penting adalah bagaimana dapat menyikapi dinamika secara cepat dan tepat, dan tentunya aman," ujarnya.

Iriantonmemastikan, Lanal Lampung terus berkoordinasi dan bertukar informasi dengan instansi terkait untuk merespons perkembangan aktivitas GAK.

"Mari sama-sama kita tingkatkan kewaspadaan, keamanan, dan tetap tenang. Informasi yang diikuti adalah informasi dari instansi yang telah ditunjuk," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article