Speedboat Bawa 5 Jurnalis Masih Hilang Kontak, 4 SRU Sisir Selat Sunda

- Tim SAR gabungan mencari speedboat berisi delapan orang yang hilang kontak di Selat Sunda, Pandeglang, dengan empat SRU menyisir sektor sesuai rencana operasi.
- Penumpang speedboat terdiri dari kapten, ABK, pemandu, serta lima jurnalis dari Antara, Merdeka, iNews, Anadolu, dan freelance; seluruhnya masih dalam pencarian.
- Operasi melibatkan unsur SAR Lampung dan Banten, didukung KRI Lepu serta peralatan lain; kondisi cuaca dan perairan terus dipantau demi keselamatan personel.
Lampung Selatan, IDN Times - Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap speedboat membawa delapan orang, termasuk lima jurnalis masih dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Sebanyak empat Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan untuk menyisir area telah ditetapkan dalam rencana operasi SAR dalam operasi pencarian, Rabu (9/9/2026).
"Ya, keempat SRU ini terdiri dari RIB 03 Lampung, RIB 02 Lampung, KN SAR Tetuka Banten, dan RIB 02 Banten. Masing-masing unsur melakukan penyisiran pada sektor pencarian yang telah ditentukan, untuk menemukan keberadaan speedboat beserta seluruh penumpangnya," Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansah dikonfirmasi.
1. Pencarian difokuskan sesuai search area

Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian para jurnalis tumpangi speedboat di perairan Selatan Sunda, Rabu (9/9/2026). (Dok. Basarnas Lampung). Dalam operasi pencarian ini, Deden menyampaikan, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung turut memperkuat operasi dengan mengerahkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB). RIB 02 Lampung membawa tujuh personel, sedangkan RIB 03 Lampung mengerahkan 10 personel.
Menurutnya, dukungan tersebut dilakukan setelah Basarnas Lampung menerima Rencana Operasi SAR (Renops) H.2 dari Basarnas Banten hari ini sekitar pukul 00.33 WIB.
“Kami mengerahkan dua unit RIB beserta personel untuk mendukung operasi SAR di wilayah Selat Sunda. Tim akan melaksanakan pencarian sesuai search area yang telah ditetapkan dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan,” katanya.
2. Lima jurnalis ikut dalam speedboat

Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian para jurnalis tumpangi speedboat di perairan Selatan Sunda, Rabu (9/9/2026). (Dok. Basarnas Lampung). Berdasarkan laporan terakhir, Deden menyebutkan, speedboat tersebut diketahui membawa delapan orang. Mereka terdiri dari tiga orang kru dan pemandu serta lima jurnalis.
Ketiganya yakni Warta (55), selaku kapten kapal; Surakman (60), ABK; dan Heriyanto (49), guide. Sementara lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.
"Hingga Rabu ini, kedelapan orang tersebut masih berstatus dalam pencarian atau daftar pencarian (DP). Tim SAR gabungan terus memperluas dan mengoptimalkan penyisiran, dengan mengacu pada sektor pencarian yang telah ditetapkan dalam Renops SAR H.2," jelasnya.
3. Sejumlah unsur gabungan dilibatkan

Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian para jurnalis tumpangi speedboat di perairan Selatan Sunda, Rabu (9/9/2026). (Dok. Basarnas Lampung). Deden menambahkan, operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR dari Lampung dan Banten. Dari Lampung, sejumlah unsur terlibat di antaranya Pos SAR Bakauheni, kru KN SAR Basudewa, Lanal Lampung, Polairud, Mabes Polairud, Ditpolairud Polda Lampung, Kesbangpol Provinsi Lampung, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, BPBD Lampung, dan ITERA.
Selain empat SRU utama, operasi juga didukung sejumlah peralatan dan unsur lainnya, termasuk KRI Lepu serta berbagai perlengkapan pendukung SAR.
Menurutnya, oondisi cuaca dan perairan menjadi salah satu faktor yang terus dipantau selama proses pencarian. Seluruh personel diminta mengutamakan keselamatan dan tetap berkoordinasi dalam setiap pelaksanaan penyisiran.
“Kami berharap upaya pencarian ini dapat segera menemukan kedelapan korban. Operasi SAR masih berlangsung dan tim gabungan akan terus melakukan pencarian sesuai perkembangan situasi dan hasil penyisiran di lapangan," imbuhnya.



















