Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Abu Vulkanik Anak Krakatau, OMC di Lampung Terkendala Minim Bibit Awan

Bandar Lampung
Abu Vulkanik Anak Krakatau, OMC di Lampung Terkendala Minim Bibit Awan
Aktivitas operasi modifikasi cuaca di Lampung melalui Bandara Internasional Radin Inten II. (Dok. BPBD Lampung).
  • Operasi Modifikasi Cuaca di Lampung untuk mengurangi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum optimal karena belum ada bibit awan yang memenuhi syarat penyemaian.
  • BNPB memberi perhatian terhadap OMC di Lampung, Jawa Barat, dan sekitarnya, tetapi pelaksanaan tetap bergantung pada pemantauan kondisi awan di wilayah sasaran.
  • Penerbangan OMC dijadwalkan ulang demi efisiensi biaya, sementara Pemprov Lampung mendistribusikan masker dan melakukan penyiraman untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tengah dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di wilayah Provinsi Lampung masih terkendala minim bibit awan.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengatakan, penyemaian awan dalam pelaksanaan OMC telah direncanakan, Rabu (9/9/2026) sore. Namun, upaya tersebut belum dapat berjalan optimal karena belum terbentuk awan memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian.

"Karena wilayah Lampung ini belum terbentuk awan yang memungkinkan untuk disemai, maka pelaksanaannya akan terus dievaluasi dan dipantau perkembangannya di waktu yang mendatang," ujarnya dimintai keterangan, Rabu (9/9/2026).

  1. 1. BNPB beri atensi pelaksanaan OMC di Lampung

    IMG-20260908-WA0040.jpg
    Pemprov Lampung menggelar konfrensi pers aktivitas Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9/2026) malam. (Dok. BPBD Lampung).

    Jihan melanjutkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memberikan perhatian terhadap pelaksanaan OMC di Lampung serta wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

    Meski demikian, pelaksanaan operasi tetap bergantung pada kondisi awan di wilayah sasaran, sebab, penyemaian tidak dapat dilakukan apabila tidak terdapat bibit awan yang mendukung terbentuknya hujan.

    "Pada prinsipnya, BNPB telah memberikan atensi untuk melakukan OMC di wilayah Provinsi Lampung. Tetapi tetap masih dalam pemantauan, apakah awannya itu mendukung untuk dilakukan penyemaian," katanya.

  2. 2. Penerbangan OMC dijadwalkan ulang

    IMG-20260908-WA0025.jpg
    Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di kantor Pusdalops BPBD Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

    Kepala BPBD Lampung, Aswarodi membenarkan OMC telah diagendakan. Namun, dalam penerbangan tersebut tim belum menemukan bibit awan yang dapat disemai untuk menghasilkan hujan.

    Menurutnya, kondisi tersebut membuat penerbangan untuk OMC perlu dijadwalkan ulang dan Pemprov Lampung masih berkoordinasi dan memantau perkembangan kondisi cuaca.

    "Doakan mudah-mudahan besok bisa dilaksanakan, tapi kami tidak janji karena kembali kalau besok ternyata informasi belum ditemukan bibit awan, maka tidak dilaksanakan," katanya.

  3. 3. Distribusi masker hingga penyiraman

    IMG_20260905_175403.jpg
    Penampakan debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Kabupaten Tanggamus dan Pesibar. (IDN Times/Istimewa).

    Lebih lanjut pertimbangan kondisi awan juga disebut berkaitan dengan efisiensi biaya pelaksanaan OMC. Pasalnya, penerbangan dilakukan tetapi tidak ditemukan bibit awan untuk disemai, maka biaya operasi hanya sebesar 50 persen.

    Di tengah upaya OMC masih menunggu kondisi cuaca mendukung, Pemprov Lampung tetap menjalankan sejumlah langkah mitigasi untuk mengurangi dampak sebaran abu vulkanik GAK.

    "Pemerintah terus mendistribusikan masker kepada masyarakat di wilayah yang terdampak maupun berpotensi terdampak abu vulkanik, penyiraman juga dilakukan di sejumlah wilayah untuk mengurangi paparan debu vulkanik yang berada di lingkungan masyarakat," imbuh Wagub.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More