Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

23 Titik Pasar Murah di Lampung, Dipicu Harga Pangan Naik

Bandar Lampung
23 Titik Pasar Murah di Lampung, Dipicu Harga Pangan Naik
ilustrasi grafik naik (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Harga cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan beras di Lampung naik pada akhir Agustus 2026 akibat pasokan lokal menurun serta permintaan meningkat.
  • Pemprov Lampung dan pemerintah kabupaten/kota menggelar pasar murah di 23 titik pada September 2026, setelah program sebelumnya menjangkau 71 titik hingga 18 Agustus.
  • Pasar murah di 13 kabupaten/kota menyediakan minyak Rp15.500 per liter, gula Rp17.500 per kilogram, beras SPHP Rp58.000 per 5 kilogram, dan tepung Rp9.000 per kilogram.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Harga sejumlah bahan pangan di Lampung naik minggu terakhir Agustus 2026. Hasil pemantauan PIHPS Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menunjukkan harga cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan beras meningkat.

Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi penurunan pasokan dari sentra produksi lokal serta meningkatnya permintaan. Di sisi lain, harga bawang putih, bawang merah, dan daging ayam ras justru turun seiring meningkatnya pasokan dari sentra produksi lokal maupun luar wilayah.

Kondisi tersebut juga didukung periode panen dan distribusi pasokan yang berjalan lancar. Sementara itu, harga gula pasir, minyak goreng, dan daging sapi masih stabil dibandingkan minggu sebelumnya karena permintaan dan pasokan tetap terjaga.

Melihat kondisi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung bersama Dinas Perdagangan Kabupaten/Kota menggelar Gerakan Serentak Penetrasi Pasar atau Pasar Murah di sejumlah wilayah Lampung.

  1. 1. Pasar murah sudah menjangkau 71 titik di Lampung

    ilustrasi pasar (Pexels.com/Airam Dato-on)
    ilustrasi pasar (Pexels.com/Airam Dato-on)

    Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung bersama Dinas Perdagangan Kabupaten/Kota terus menjalankan Gerakan Serentak Penetrasi Pasar atau Pasar Murah. Hingga 18 Agustus 2026, kegiatan tersebut telah menjangkau 71 titik di berbagai kabupaten/kota.

    Kini selama September 2026 pasar murah kembali digelar 23 titik di 13 kabupaten/kota Provinsi Lampung. Program ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memastikan pasokan pangan tetap tersedia, sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

  2. 2. Minyak goreng hingga beras SPHP dijual harga terjangkau

    ilustrasi sembako
    ilustrasi sembako (pexels.com/Magda Ehlers)

    Pelaksanaannya melibatkan Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Satgas Pangan. Program ini juga mendapat dukungan Perum Bulog Kanwil Lampung, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung.

    Sejumlah kebutuhan pokok tersedia dengan harga terjangkau dalam Gerakan Serentak Penetrasi Pasar. Minyak goreng dibanderol Rp15.500 per liter, sedangkan gula putih dijual Rp17.500 per kilogram. Ada juga beras SPHP seharga Rp58.000 untuk kemasan 5 kilogram serta tepung terigu Rp9.000 per kilogram.

  3. 3. Yuk, cek titik pasar murah di 13 wilayah Lampung

    Gps
    ilustrasi gps (pexels.com/Ingo Joseph)

    Pada September 2026, Gerakan Serentak Penetrasi Pasar kembali digelar di sejumlah wilayah Lampung. Total ada 23 titik pasar murah yang tersebar di 13 kabupaten/kota.

    Rinciannya, Kabupaten Way Kanan memiliki 1 titik, Tulang Bawang Barat 2 titik, Pringsewu 3 titik, Lampung Barat 1 titik, dan Lampung Utara 2 titik. Kemudian Mesuji memiliki 3 titik, Bandar Lampung 1 titik, Tulang Bawang 2 titik, serta Metro 1 titik.

    Selanjutnya, Lampung Selatan memiliki 1 titik, Lampung Timur 2 titik, Pesisir Barat 2 titik, dan Pesawaran 2 titik. Sementara itu, Tanggamus dan Lampung Tengah tidak memiliki titik pasar murah pada September 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More