Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

KRI Lepu-861 Pantau Anak Krakatau, Ketinggian Abu Vulkanik 2,1 Km

Kab. Lampung Selatan
KRI Lepu-861 Pantau Anak Krakatau, Ketinggian Abu Vulkanik 2,1 Km
Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui KRI Lepu-861 milik TNI AL, Rabu (9/9/2036). (Dok. BPBD Lampung).
  • KRI Lepu-861 TNI AL memantau erupsi Gunung Anak Krakatau dari Selat Sunda; kepulan asap dan abu vulkanik masih keluar dari kawah pada 9 September 2026.
  • Citra Himawari-9 dan pemantauan laut mencatat abu mencapai sekitar 7.000 kaki atau lebih dari 2,1 kilometer, bergerak ke barat laut hingga sebagian Teluk Lampung.
  • Badan Gunung Anak Krakatau terlihat melebar; pemantauan lintas instansi berlanjut, sementara warga Lampung diminta tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lampung Selatan, IDN Times - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) masih terpantau dari perairan Selat Sunda, Rabu (9/9/2026). Kepulan asap dan material abu vulkanik tampak keluar dari kawah gunung api tersebut.

Kegiatan pemantauan dilakukan secara langsung dari KRI Lepu-861 milik TNI Angkatan Laut mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau melalui perairan Selat Sunda.

Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat mengatakan, hasil pemantauan visual dari laut menunjukkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menimbulkan semburan abu vulkanik masih berlangsung.

"Masih tampak sangat terlihat kepulan asap dan material abu vulkanik yang keluar dari Gunung Anak Krakatau," ujarnya dikonfirmasi IDN Times.

  1. 1. Ketinggian sebaran debu vulkanik 2,1 kilometer

    IMG-20260909-WA0011.jpg
    Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui KRI Lepu-861 milik TNI AL, Rabu (9/9/2036). (Dok. BPBD Lampung).

    Berdasarkan pemantauan langsung dari KRI Lepu-861 dan analisis citra RGB Himawari-9 pada 9 September 2026 pukul 10.00 WIB, Wahyu menyampaikan, asap dan abu vulkanik masih teramati dari aktivitas erupsi GAK.

    Sebaran debu vulkanik teridentifikasi mencapai ketinggian sekitar 7.000 kaki atau lebih dari 2,1 kilometer. Material vulkanik tersebut kemudian bergerak ke arah barat laut dan mencakup sebagian wilayah Teluk Lampung.

  2. 2. Badan GAK terlihat makin meluas

    IMG-20260909-WA0009.jpg
    Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui KRI Lepu-861 milik TNI AL, Rabu (9/9/2036). (Dok. BPBD Lampung).

    Wahyu menyampaikan, hasil pengamatan visual juga memperlihatkan adanya perubahan bentuk tubuh Gunung Anak Krakatau. Pertumbuhan gunung api tersebut saat ini disebut lebih terlihat ke arah melebar dibandingkan meninggi.

    Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu hal diperhatikan dalam pemantauan langsung aktivitas GAK. Pengamatan dari laut dilakukan untuk memperoleh gambaran visual mengenai kondisi terkini gunung api, sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi.

    "KRI Lepu-861 melakukan pendekatan ke kawasan GAK dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan situasi aktivitas vulkanik. Pelaksanaan pemantauan dilakukan atas izin pihak terkait, serta mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan keselamatan yang berlaku," ucapnya.

  3. 3. Masyarakat diminta tetap waspada

    IMG-20260909-WA0012.jpg
    Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui KRI Lepu-861 milik TNI AL, Rabu (9/9/2036). (Dok. BPBD Lampung).

    Wahyu menambahkan, pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus dilakukan secara lintas instansi. Informasi hasil pengamatan menjadi salah satu dasar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak aktivitas vulkanik, termasuk sebaran abu.

    Selain itu, masyarakat di wilayah Provinsi Lampung berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik terus diimbau dan diminta tetap tenang namun sekaligus waspada.

    "Mari ikuti perkembangan dan informasi resmi yang disampaikan pemerintah maupun instansi berwenang terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau," imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More