Ortu Mahasiswa Titipan FK Unila Akui Dipatok 'Infak' Rp300 Juta

Bandar Lampung, IDN Times - Kepala Biro Perencanaan dan Humas (Kabiro Humas) Unila Budi Sutomo disebut sempat mematok mahar kelulusan mahasiswa titipan Fakultas Kedokteran jalur SMMPTN (mandiri) 2022 sebesar Rp300 juta.
Harga tinggi menjadi mahasiswa Kedokteran Unila itu disampaikan salah satu orang tua penitip, Aneta saat menjadi saksi perkara PMB Unila di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis (16/2/2023).
Alhasil, kesepakatan nominal uang mahar dibalut kata 'infak' itu ditawar oleh Aneta dan disepakati Budi Sutomo, atas dasar perintah sang profesor diduga merupakan eks Rektor Unila Karomani.
1. Mengenal Budi Sutomo melalui sahabatnya

Dalam kesaksian Aneta, pertemuannya dengan Budi Sutomo diketahui merupakan 'juru pungut' sang rektor, itu bermula saat mencari informasi agar putrinya bisa masuk Fakultas Kedokteran Unila.
Alhasil, ia pun mengaku dihubungi salah seorang sahabat bernama Ema Misriani, yang juga turut dihadirkan penuntut umum sebagai saksi dalam perkara tersebut. "Saya hubungi Bu Ema, curhat supaya bagaimana anak saya ini bisa masuk Kedokteran Unila," kata saksi Anita.
"Lalu saat itu apa yang disampaikan saudara Ema kepada saksi?," tanya JPU.
Melalui sahabatnya itu, Anita mengetahui bahwa Ema bisa menghubungi Budi Sutomo, yang disebut-sebut sebagai 'orang rektorat Unila'.
2. Mahar Rp300 juta ditawar Rp200 juta

Selang beberapa waktu kemudian, Aneta mengatakan, dirinya bersama saksi Ema dan Budi Sutomo bersepakat saling bertemu untuk membicarakan upaya meluluskan anaknya bernama Calista Putri Maharani di Dunkin' Donuts Jalan ZA Pagar Alam Bandar Lampung.
"Pak Budi di sini bilang, kalau ibu bersedia gak menyumbang infak 300 (juta). Saya bilang, kalau segitu gak sanggup pak, saya adanya 200. Dia bilang nanti saya sampaikan ke prof," terang saksi.
Mendengar pengakuan itu, JPU kemudian mendalami kesepakatan dijalani bersama Budi Sutomo. Menurutnya, kala itu sang Kabiro tidak memberikan janji apapun.
"Saya gak janji, bu, nanti saya tanya beliau (Karomani) dahulu," ucap Aneta menirukan perkataan Budi Sutomo.
"Saya gak tau siapa 'beliau' itu. Dia (Budi Sutomo) gak bilang apa-apa," sambungnya.
3. Ingin terus dekat dengan anak

Pascapengumuman kelulusan ujian mandiri, Aneta mengaku kembali dihubungi saksi Ema dan menyampaikan, Budi Sutomo menagih uang 'infak' sebesar Rp200 juta telah disepakati sebelumnya.
"Iya, pak, sudah diterima di Undip," kata Anita.
Dalam kesaksiannya, ia juga mengaku terpaksa meminta bantuan tersebut, agar sang putri dapat berkuliah di Bandar Lampung dan dekat dengan dirinya. "Anak saya perempuan pak, saya cuma khawatir kalau dia jauh dari saya," tandas saksi.



















