Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Modifikasi Cuaca di Lampung Minim Awan, BMKG Pantau Pertumbuhan Awan
BPBD Provinsi Lampung mulai mengoperasikan modifikasi cuaca. (Dok. BPBD Lampung).

  • OMC di Lampung menyasar Lampung Timur dan perbatasan Lampung Selatan, dengan penyemaian difokuskan pada awan potensial di sekitar hotspot meski pertumbuhan awan hujan terbatas.
  • BMKG terus memantau awan dan hotspot untuk menentukan sorti berikutnya di beberapa wilayah. Operasi dijadwalkan dimaksimalkan hingga 30 Agustus 2026 guna mendukung ketersediaan air.
  • Pemprov Lampung juga mengerahkan dua pesawat untuk water bombing dan patroli karhutla. Satu sorti pemadaman telah dilakukan di Taman Nasional Way Kambas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Selatan, IDN Times - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Lampung terus dilakukan untuk meningkatkan curah hujan di tengah kondisi kekeringan dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pada sorti pertama, pesawat OMC diarahkan ke wilayah Lampung Timur dan sebagian kawasan yang berbatasan dengan Lampung Selatan. Penentuan sasaran penyemaian mempertimbangkan hasil pemantauan citra satelit BMKG yang menunjukkan sejumlah titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi di wilayah tersebut.

Prakirawan BMKG, Iqbal mengatakan, pelaksanaan OMC menghadapi tantangan berupa terbatasnya pertumbuhan awan hujan. Kondisi atmosfer saat ini membuat tim harus menunggu awan yang tumbuh secara alami dan memiliki potensi untuk menghasilkan hujan.

"Memang dari kondisi sirkulasi saat ini, sangat sulit mencari awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Selagi terdapat potensi awan yang cukup bagus dan daerah tersebut ada hotspot, semaksimal mungkin disemai agar membasahi daerah tersebut," ujarnya dikonfirmasi, Jumat (28/8/2026).

1. Sasaran sorti berikutnya masih menyesuaikan pertumbuhan awan

Rapat koordinasi pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di wilayah Lampung. (Dok. Pemprov Lampung).

Iqbal menjelaskan, BMKG terus memantau perkembangan awan di sejumlah wilayah Provinsi Lampung untuk menentukan sasaran penyemaian pada sorti berikutnya.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Tengah, hingga Lampung Utara. Sasaran OMC akan terus disesuaikan berdasarkan pertumbuhan awan serta keberadaan hotspot.

"Dengan kondisi ini, operasi tidak hanya mempertimbangkan lokasi yang mengalami kekeringan, tetapi juga peluang terbentuknya awan yang cukup potensial untuk menghasilkan hujan," katanya.

2. OMC dimaksimalkan hingga 30 Agustus

BPBD Provinsi Lampung mulai mengoperasikan modifikasi cuaca. (Dok. BPBD Lampung).

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Sjawal Sugiarto mengatakan, OMC akan dimaksimalkan selama sekitar lima hari atau hingga 30 Agustus 2026. Operasi ini tidak hanya ditujukan untuk membantu membasahi wilayah rawan karhutla, tetapi juga meningkatkan ketersediaan air di sejumlah wilayah yang mulai mengalami kekeringan.

Hasil OMC diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengisi kembali sumber air, termasuk waduk dan kawasan pertanian yang membutuhkan pasokan air.

"Kita bisa memaksimalkan ikhtiar kita ini untuk meningkatkan tutupan air di wilayah Lampung, terutama di waduk-waduk yang memang ada beberapa laporan sudah mengalami kekeringan dan daerah-daerah pertanian yang menjadi lumbung pangan," ucap dia.

3. Water bombing tetap dilakukan untuk padamkan hotspot

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Sjawal Sugiarto. (Dok. Pemprov Lampung).

Selain OMC, Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan operasi water bombing untuk menangani titik api yang sudah muncul. Dua pesawat didatangkan untuk mendukung penanganan karhutla, masing-masing menjalankan misi pemadaman dan patroli.

Sebelumnya, tim water bombing telah melaksanakan satu sorti pemadaman di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Operasi tersebut menyasar hotspot yang terdeteksi, untuk memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.

"Kebijakan ini diharapkan memberikan manfaat langsung berupa berkurangnya ancaman kebakaran, terjaganya sumber air, serta tersedianya pasokan air bagi lahan pertanian," imbuh Rudy.

Curated For You

Editorial Team

Related Article