Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mirza-Jihan Soroti Pendapatan Daerah Terbatas dan Fasilitas Terminal

Mirza-Jihan Soroti Pendapatan Daerah Terbatas dan Fasilitas Terminal
Paslon calon gubernur dan wakil gubernur Lampung nomor urut 02 Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela. (Tangkapan Layar/YouTube KPU Provinsi Lampung).
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Debat Pilgub Lampung di segmen ke lima para calon saling melempar pertanyaan tentang ekonomi dan infrastruktur. Pada sesi ini, paslon 02 calon gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menanggapi jawaban paslon 01 Arinal tentang pertanyaan fasilitas transportasi di Lampung diajukan oleh calon wakil gubernur Jihan Nurlela.

Menurut Mirza, salah satu instrument paling penting untuk memberi kenyamanan pada infrastruktur adalah terminal. Di Lampung ada dua terminal menjadi kewenangan provinsi yakni terminal tipe B di Propau Lampung Utara dan Mulyojati Metro.

“Kita akan memberi contoh ke depan bagaimana terminal yang nyaman dan transportasi publik smart, modern, terjangkau, ramah lingkungan, ramah lansia, anak dan disabilitas,” ujarnya.

Selanjutnya, paslon 02 mendapat pertanyaan dari calon wakil gubernur 01 Sutono tentang upaya meningkatkan pendapatan daerah di tengah pendapatan daerah terbatas. Mirza tak menampik pendapatan daerah di Lampung memang tak sebesar provinsi lain sehingga membatasi program kerja pembangunan di Lampung.

Namun menurutnya itu bisa diatasi dengan cara memastikan pendapatan daerah terbagi merata. “Pendapatan daerah ini paling besar dari pendapatan pajak. Jadi kita harus sinkronisasi data dengan pihak kepolisian. Lalu kita tingkatkan secara penagihan pajak masyarakat, karena hanya 60 persen masyarakat Lampung yang bayar pajak. Jadi masih ada kemungkinan besar peningkatan PAD dari pajak,” terangnya.

Mirza juga akan mengoptimalkan aset provinsi hampir 17 triliun yang tidak semua terpakai. Selain itu ia akan memaksimalkan BUMD harus terllibat dalam bisnis menguntungkan. Sebab, lanjutnya, banyak investor luar negeri menjadi kaya gara-gara bisnis di Lampung.

“BUMD harus terlibat dalam bisnis berkaitan dalam hajat hidup orang banyak dan dalam usaha yang mempunyai komoditas keunggulan Lampung,” tandasnya.

Selanjutnya pada segmen terakhir closing statement disampaikan oleh wakilnya Jihan Nurlela. Ia menyampaikan, selama ini Lampung hanya dikenal sebagai pintu gerbang Sumatra sehingga hanya menjadi perlintasan dan bukan tujuan utama. Menurutnya, sudah sepantasnya, Lampung dengan segala potensi yang ada menjadi tujuan utama untuk investasi, pariwisata, Pendidikan dan lainnya.

“Tidak hanya tentang hidup hari ini tetapi tentang masa depan anak daerah, masa depan generasi emas akan kita ciptakan bersama. Ini tidak hanya tentang sudut pandang tapi tentang mentalitas perjuangan. Lampung perlu pemimpin visioner, pemimpin yang dapat dijangkau semua kalangan, pemimpin yang perlu mendengar dengan kerendahan hati,” paparnya.

Jihan lalu menutup statement dengan sebuah pantun “Bosan kue cucur, mari kita jajan bakwan. Di makan barengan di bawah Monas, mari kita bergandengan tangan membangun Lampung maju menuju Indonesia Emas”.

Share Article
Topics
Editorial Team
Silviana
EditorSilviana

Latest News Lampung

See More

Dear Warga Lampung, Ada Diskon Bayar Pajak Kendaraan hingga 25 Persen

01 Jun 2026, 18:01 WIBNews